Wednesday, May 6, 2015

Tips Mengatasi Bayi yang Menggigit Puting

Semua ibu yang sudah menjalani proses menyusui cukup lama sudah mulai mengenal berbagai tahapan dalam menyusui. Ada tahapan belajar di awal yang membuat kita mesti kadang menahan sakit karena puting lecet dan membutuhkan kesabaran ekstra sampai nantinya menuju fase menyapih yang biasanya cukup emosional. Nah, salah satu fase yang tidak kalah menantang adalah fase menggigit puting. Fase ini cukup seru karena sebetulnya sering melibatkan kerjadian yang lucu karena tingkah polah si anak, tetapi seringkali tidak lucu karena ibunya juga merasa kesakitan. 

Biasanya, dalam jangka waktu dua tahun menyusui, ibu bisa mengalami beberapa kali fase bayi suka gmengigit puting.  Jangan dibiarkan ya Bu, karena bayi juga harus tahu bahwa ibunya pun punya batasan. Tentu masih ingat kan pada prinsip bahwa menyusui itu tidak terasa sakit dan tidak boleh terasa sakit? Karena jika ibu merasa sakit, berarti ada proses atau caranya yang harus diperbaiki.

Ada berbagai alasan kenapa bayi menggigit: sedang tumbuh gigi, mengajak ibu main atau bercanda, bayi sedang gemas, atau karena pelekatan yang tidak pas sehingga bayi merasa kesal dan sebagainya.
Bayi yang sedang menyusu dengan pelekatan yang sempurna, secara fisik tidak akan bisa mengigit puting karena mulut sedang terbuka lebar dan puting masuk jauh ke dalam mulut si bayi.  Jadi untuk dapat mengigit puting ibunya, bayi harus melepaskan pelekatannya tadi, lalu memundurkan kepalanya sedikit dan kemudian baru: hap! Gigit! Kalau sedang menyusui, perhatikan gerakan melepas pelekatan dan mundur tersebut. Jika itu terjadi, segera lepaskan payudara dengan menyelipkan jari di sudut mulut bayi.  

Bagaimana jika kalah cepat dengan si kecil? Selipkan jari di mulutnya. Setelah dia buka mulut, tarik payudara keluar. Tetapi jangan ditarik paksa ya, agar tidak terluka. Kemudian tutup pakaian dan berhenti sejenak. Satu tips penting: jangan berteriak, tertawa, menjerit atau melotot karena bayi justru akan menganggap itu lucu dan jadi kesenangan. Atau bisa jadi, reaksi keras dari ibu bisa membuat bayi jadi kaget dan malah trauma menyusu. Setelah pakaian ditutup, jelaskan kepada si kecil bahwa ibu merasa sakit jika digigit. Sehingga kalau payudara sakit, tidak akan bisa dipakai untuk menyusui sementara waktu.

Jika bayi masih ingin menyusu, berikan payudara yang satunya. Jika dia mengulanginya lagi, ulangi kembali cara di atas. Kalau dia minta lagi, kali ini beri tahu bahwa dua payudara ibu sedang sakit. Bayi kita cukup pintar lho, dia akan cepat menyerap hubungan sebab-akibat yang tadi dia alami. Manfaatkanlah fase ini untuk mengajarkannya berempati.

Jika ada orang lain saat itu seperti ayah/nenek/pengasuh, minta mereka mengajak bayi minta maaf pada ibu. Lho, bayi kan belum bisa bicara? Betul, tetapi bukan berarti mereka tidak mengerti. Manfaatkan setiap fase menyusui untuk belajar berkomunikasi dengan bayi, bahkan saat bayi belum bisa berbicara sekalipun. Fase mengigit ini adalah saat yang tepat juga untuk mengajarkan anak kesopanan dan patuh pada  aturan dalam konteks yang sederhana. Dia akan memahami bahwa ibu punya batas dan mengigit puting itu tidaklah menyenangkan.

Usahakan juga menyusui bayi di tempat yang tenang agar konsentrasi bayi tak terganggu. Kadang bayi menggigit karena mendengar suara lain dan menoleh ke sumber suara tanpa melepaskan mulutnya dari puting payudara. Kadang bayi suka menggigit karena merasa kurang perhatian dari Ibu, misalnya Ibu menyusui sambil main HP, menonton televisi atau hal lainnya. Ajak bayi mengobrol, menyanyikan lagu untuknya atau usap-usaplah kepalanya saat menyusui.

Kadang bayi menggigit puting payudara ketika sudah akan berakhir menyusunya. Jadi, kenali tanda-tanda dia akan selesai menyusu. Jika hisapan bayi sudah mulai melemah atau gerakannya melambat, cobalah mengeluarkan puting payudara secara perlahan.

So, Moms yang sedang kesakitan karena digigit, jangan ditahan sendiri yaaa. Komunikasikan kepada si bayi juga yaaa :)

No comments:

Post a Comment