Stop Global Warming

Stop Global Warming
Pose ketika Hari Bumi 2010

Wednesday, June 1, 2016

Waktu Terbaik Bicara Seks pada Anak



Bicara soal seks mungkin adalah salah satu hal yang Anda sering tunda (kalau bisa, sih, tak usah membicarakannya sama sekali!).
Tapi, belajar tentang seksualitas adalah bagian normal dari perkembangan anak. Yang harus Anda lakukan adalah menjawab pertanyaan anak secara jujur dan sesuai dengan usia mereka.
Inilah panduan tentang hal-hal yang harus Anda katakan tentang seks, serta waktu terbaik untuk mengatakannya:
• 2 – 3 tahun: Mulailah ajarkan penggunaan kata yang tepat untuk bagian tubuh pribadi, seperti penis dan vagina.
• 3 – 4 tahun: Dari mana bayi berasal? Jangan katakan, “Tuhan yang menciptakanmu!” Ia belum mengerti hal-hal abstrak seperti itu. Berikan jawaban sederhana,
"Mama memiliki rahim di dalam perut. Di sanalah kamu dan adik bayi hidup sampai kamu cukup besar untuk dilahirkan."
• 4 – 5 tahun: Bagaimana bayi lahir? "Ketika adik bayi sudah cukup besar dan siap untuk lahir, rahim akan mendorong kamu keluar melalui vagina mama."
• 5 – 6 tahun: Bagaimana bayi dibuat? "Mama dan papa yang membuat bayi.” Bila si kecil menuntut penjelasan lebih lanjut, katakan "Sebuah sel kecil di dalam tubuh papa yang disebut sperma, bergabung bersama-sama dengan sel kecil di dalam tubuh mama yang disebut telur."
• 6 – 7 tahun: Anda sudah boleh memberinya pemahaman dasar tentang hubungan seksual. Anda bisa mengatakan, "Tuhan menciptakan tubuh pria dan wanita untuk cocok satu sama lain, seperti potongan puzzle.”
• 8 – 9 tahun: Saat ini, paparan media memungkinkan anak mengakses berita tentang beragam topik, salah satunya pemerkosaan, atau seks di luar nikah. Katakan saja, "Hubungan seksual hanya dilakukan oleh orang dewasa yang telah menikah, sebagai bentuk ungkapan rasa sayangnya. Di luar itu adalah salah.”
• 9 – 11 tahun: Persiapkan anak untuk menghadapi berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhnya selama masa pubertas. Jelaskan soal menstruasi, mimpi basah, suara ‘pecah’, dsb.
• 12 tahun: Di usia ini, anak telah memiliki nilai-nilai sendiri. Anda diharapkan tak lagi memberi ‘ceramah’ padanya. Ikuti saja keinginan mereka, Ma. Pantau mereka dari jauh sambil menjaganya dari pengaruh-pengaruh negatif. Itu cara yang terbaik. 

- SELAMAT MEMBACA -

Courtesy:

B'day

My b'day party w/ female teachers

Puisi

kami adalah petani
dan kami adalah
sasaran dari pembangunan
sebab kami tradisionil
dan katarak melihat dunia
yang berubah
di mana orang harus berlomba
dan hidup seperti dikejar
para ahli benar belaka
ada industri modal besar di satu sisi
berjalan beriringan
namun tidak saling menyapa
ekonomi petani
yang tidak beranjak
dan petani yang nyaman
berbagi kemiskinan
hidup tenang di desa
beranak-pinak
dengan kesediaan tanah
tidak seberapa

pembangunan telah berjalan
kami masukkan anak-anak ke sekolah-sekolah
agar mereka tak jadi petani yang
hidup susah
agar hidup mereka terserap
dan punya penghasilan tetap
sebab tani tak ada lowongan bagi
orang-orang terpelajar
bapak presiden telah mengajari kami
juga bapak-bapak pejabat
dan pak mantri
bahwa kami harus menggenjot produksi
mengubah mental miskin kami menjadi
mental kaya
dan dimulailah Revolusi Hijau
dan dimulailah perubahan
cara-cara tradisionil
kepada cara-cara maju
kami harus membeli pupuk
kami harus membeli benih
yang sudah dikemas
agar panen lebih banyak dan segera
dan kini, setelah bapak presiden tiada
beredar gambar beliau
dengan padi dan sawah
dan kami membeli
untuk mengenang sebuah roman indah di masa lalu
"piye kabare, le? penak jamanku to?"
kami tak bisa berpikir lain
sebab masalah pupuk,
masalah benih,
masalah produksi
kami patuhi kebijakan yang beliau gariskan
kami tak tahu harus berbuat apa
yang lebih baik
di mana telah terikat
sebuah ketergantungan
pada benih, pada pupuk
dalam kemasan
tapi kami sudah memiliki mental kaya
dan terpenting adalah laba
karena bertani adalah juga seperti usaha lainnya
tani memang bukan untuk para terpelajar
yang bisa membukakan mata bahwa
hanya di tahun 1983 kita berswasembada
di dalam puluhan tahun beliau berkuasa
dan tidak perlu menunjukkan bahwa
kami telah tergantung
dan dalam sunyi kami perlu bertanya
tentang keadaan tanah, tentang air, tentang varietas-varietas
tanaman,
tentang teknologi
yang membuat pekerjaan kami
lebih mudah
kami petani
dan kami bukan peneliti
yang mungkin telah nenek kami lakukan
hingga menghasilkan khasanah
tentang tanaman,
metode,
dan musim

*Yoyok 

Workshop

W/ dr. Kiki waktu workshop presentasi

Monday, May 16, 2016

Puisi Islam

PUISI ISLAM
MUTOFA BISRI
Islam agamaku nomor satu di dunia
Islam benderaku berkibar di mana-mana
Islam tempat ibadahku mewah bagai istana
Islam tempat sekolahku tak kalah dengan yang lainnya

Islam sorbanku
Islam sajadahku
Islam kitabku
Islam podiumku kelas eksklusif yang mengubah cara dunia memandangku
Tempat aku menusuk kanan kiri
Islam media massaku
Gaya komunikasi islami masa kini
Tempat aku menikam sana sini
Islam organisasiku
Islam perusahaanku
Islam yayasanku
Islam istansiku , menara dengan seribu pengeras suara
Islam muktamarku, forum hiruk pikuk tiada tara
Islam bursaku
Islam warungku hanya menjual makanan sorgawi
Islam supermarketku melayani segala keperluan manusiawi
Islam makananku
Islam teaterku menampilkan karakter-karakter suci
Islam festifalku memeriahkan hari-hari mati
Islam kaosku
Islam pentasku
Islam seminarku, membahas semua
Islam upacaraku, menyambut segala
Islam puisiku, menyanyikan apa saja
Tuhan, Islamkah aku?

Tuesday, April 26, 2016

Kiddos

Well, sebenarnya saya lagi galau perihal imunisasi Hope. FYI Hope imunisasinya campur dalam artian imunisasi di Rumah Sakit (Rumkit), Dokter Anak (DSA), dan bidan dengan alasan yang reasonable. Beda dengan Mamasnya, Gaza, yag full imunisasi di DSA. Waktu itu saya adalah newmom yang tentu saja worry dan ingin memberikan yang terbaik buat anak. You know, saya punya pengalaman yang kurang menyenangkan terkait anak karena pernah kehilangan anak pertama. 

Nah, waktu Gaza imunisasi dulu alhamdulillah semua berjalan lancar, bahkan saya memberikan imunisasi tambahan yang mihiiil banget itu sampe selesai. Namun, imunisasi hanya sampai usia Gaza dua tahun saja. Saat ini masih mengejar polio karena kemarin ketinggalan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) huhuhuhu

Hope, lain lagi ceritanya. Imunisasinya harus pindah-pindah karena selain stok vaksin yang sedang kosong di seluruh wilayah Indonesia, so I have to find second opinion about it. Alhamdulillah juga meski berpindah-pindah dan mengalami KIPI, Hope is a good boy. Seperti namanya dia sungguh sabar dan bisa bersahabat baik dengan kondisi waktu itu. tentu saja, saya worry juga, tapi berusaha menguatkan diri dan tenang ketika demamnya tinggi akibat KIPI. Alhamdulillah, bisa menahan diri untuk tidak langsung memberikan paracetamol atau pereda panas. Saya coba banyak bonding dengan skin to skin dan gempur ASI. Kompres juga saya hindari, lebih banyak memeluknya dan memberikan ASI. 

By the way, obat penurun panasnya tidak boleh langsung diberikan karena dapat mengganggu vaksin yang sudah diberikan yah Mom. Info ini saya peroleh dari GESAMUN. Thanks a lot :)

Friday, April 15, 2016

Menyusui saat Puasa

\(^_^)/ Sebentar lagi puasa Ramadhan nih, tapi utang puasaku sek buanyak e sebulan full kemarin karena lagi hamil (beresiko). So, demi kebaikan bersama khususnya janin, emaknya belom boleh puasa dulu. Nah, sekarang begitu sudah melahirkan dan dalam keadaan 'suci', so mari kita kemon. 

Banyak ibu-ibu menyusui yang worry puasa sambil menyusui karena takut ASI akan berkurang, lemes, dan sebagainya. Alhamdulillah, pengalaman waktu Gaza dulu, meski puasa sambil menyusui semua dimudahkan Allah dan produksi ASI tetap melimpah. 

Tidak ada tips khusus sebenarnya untuk menyusui sambil puasa. Based my experience sih, saya jarang sahur sebenarnya kalau lagi puasa sendiri, kecuali jika Babah nemenin saya puasa. Yang pasti saya banyak minum air putih, khusus teh panas manis ketika buka puasa supaya tidak lemes. So, mending hindari minum es ketika buka puasa menggunakan es. Makan normal saja tidak 'balas dendam' juga tapi agak malam memberi jeda setelah makan menu buka puasa dan menunaikan sholat. Selebihnya normal seperti biasa saja. 

Oia, karena saya workingmom, jadi siang saya aktivitas di kantor dan baru pulang ketika sore hari. Tidak terlalu berasa karena ada aktivitas. Bagi saya, puasa dengan tidak ada yang dilakukan jauh lebih mneyiksa hehehe 

Happy breast fedding great mommy :)