Stop Global Warming

Stop Global Warming
Pose ketika Hari Bumi 2010

Tuesday, April 26, 2016

Kiddos

Well, sebenarnya saya lagi galau perihal imunisasi Hope. FYI Hope imunisasinya campur dalam artian imunisasi di Rumah Sakit (Rumkit), Dokter Anak (DSA), dan bidan dengan alasan yang reasonable. Beda dengan Mamasnya, Gaza, yag full imunisasi di DSA. Waktu itu saya adalah newmom yang tentu saja worry dan ingin memberikan yang terbaik buat anak. You know, saya punya pengalaman yang kurang menyenangkan terkait anak karena pernah kehilangan anak pertama. 

Nah, waktu Gaza imunisasi dulu alhamdulillah semua berjalan lancar, bahkan saya memberikan imunisasi tambahan yang mihiiil banget itu sampe selesai. Namun, imunisasi hanya sampai usia Gaza dua tahun saja. Saat ini masih mengejar polio karena kemarin ketinggalan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) huhuhuhu

Hope, lain lagi ceritanya. Imunisasinya harus pindah-pindah karena selain stok vaksin yang sedang kosong di seluruh wilayah Indonesia, so I have to find second opinion about it. Alhamdulillah juga meski berpindah-pindah dan mengalami KIPI, Hope is a good boy. Seperti namanya dia sungguh sabar dan bisa bersahabat baik dengan kondisi waktu itu. tentu saja, saya worry juga, tapi berusaha menguatkan diri dan tenang ketika demamnya tinggi akibat KIPI. Alhamdulillah, bisa menahan diri untuk tidak langsung memberikan paracetamol atau pereda panas. Saya coba banyak bonding dengan skin to skin dan gempur ASI. Kompres juga saya hindari, lebih banyak memeluknya dan memberikan ASI. 

By the way, obat penurun panasnya tidak boleh langsung diberikan karena dapat mengganggu vaksin yang sudah diberikan yah Mom. Info ini saya peroleh dari GESAMUN. Thanks a lot :)

Friday, April 15, 2016

Menyusui saat Puasa

\(^_^)/ Sebentar lagi puasa Ramadhan nih, tapi utang puasaku sek buanyak e sebulan full kemarin karena lagi hamil (beresiko). So, demi kebaikan bersama khususnya janin, emaknya belom boleh puasa dulu. Nah, sekarang begitu sudah melahirkan dan dalam keadaan 'suci', so mari kita kemon. 

Banyak ibu-ibu menyusui yang worry puasa sambil menyusui karena takut ASI akan berkurang, lemes, dan sebagainya. Alhamdulillah, pengalaman waktu Gaza dulu, meski puasa sambil menyusui semua dimudahkan Allah dan produksi ASI tetap melimpah. 

Tidak ada tips khusus sebenarnya untuk menyusui sambil puasa. Based my experience sih, saya jarang sahur sebenarnya kalau lagi puasa sendiri, kecuali jika Babah nemenin saya puasa. Yang pasti saya banyak minum air putih, khusus teh panas manis ketika buka puasa supaya tidak lemes. So, mending hindari minum es ketika buka puasa menggunakan es. Makan normal saja tidak 'balas dendam' juga tapi agak malam memberi jeda setelah makan menu buka puasa dan menunaikan sholat. Selebihnya normal seperti biasa saja. 

Oia, karena saya workingmom, jadi siang saya aktivitas di kantor dan baru pulang ketika sore hari. Tidak terlalu berasa karena ada aktivitas. Bagi saya, puasa dengan tidak ada yang dilakukan jauh lebih mneyiksa hehehe 

Happy breast fedding great mommy :)

SC dengan BPJS Kesehatan

Saya adalah ibu empat anak sebenarnya, and I have two cute kiddos :) Dua diantaranya sudah terlebih dahulu ke surga. Be happy in heaven my kids :-* :) So, sebagai perempuan yang sudah menjadi ibu, saya alhamdulillah diberikan kesempatan merasakan berbagai macam proses melahirkan, dari yang normal, normal pake induksi dan vakum, kurate karena keguguran, hingga harus SC karena indikasi anak sungsang. Pengalaman ini juga memberi saya kesempatan belajar banyak hal tentang dunia medis khususnya seputar kandungan dan ank pun menjelajah rumah sakit dari yang punya pemerintah sampai milik swasta yang lumayan merogoh kocek.

Biasanya perusahaan tempat saya bekerja, akan mengganti biaya pengobatan atau rembers. Tetapi setelah ada kebijakan baru tentang penggunaan BPJS Kesehatan (BPJS-K) bagi seluruh orang Indonesia, termasuk saya, rembers sudah tidak berlaku lagi. Mau tidak mau saya pun menggunakan program ini. Sebagaimana kebanyakan orang saya mencari tahu jauh-jauh hari tentang penggunaan BPJS-K dari mendatangi HRD, ke kantor BPJS-K, hingga sharing dengan dokter BPJS-K di faskes pertama. Dan, saya pada akhirnya termasuk yang menggunakan Surat Rujukan karena riwayat kehamilan sebelumnya dan janin dalam keadaan sungsang. FYI, Surat Rujukan ini tidak sembarangan bisa diberikan harus benar-benar dengan indikasi berat. Untuk memeroleh Surat Rujukan ini pun harus dapat persetujuan dari Obgyn dan dokter BPJS baru sah digunakan ketika di Rumah Sakit. 

Berhubung saya terdaftar sebagai pasien Kelas I di BPJS-K, atas beberapa pertimbangan saya dirujuk ke Rumah Sakit semiswasta bukan Rumkit pemerintah karena biasanya kamar penuh dan alasan lainnya. FYI, di Rumkit semiswasta akan ada biaya tambahan ynag dibebankan ke pasien BPJS-K tidak seperti di Rumkit pemerintah yang dapat gratis dan juga due date saya hampir bertepatan dengan pilkada serentak se-Indonesia kala itu. Begitu dekat dengan due date, saya menyiapkan berkas-berkas untuk ke Rumkit dan baju serta perlengkapan tempur untuk melahirkan. Berkas-berkas tersebut antara lain: (1) kartu BPJS-K asli dan fotocopy beberapa lembar; (2) Surat Rujukan dari Obgyn dan dokter BPJS-K; dan (3) KTP asli dan fotokopy. Sedangkan perlengkapan melahirkan, umum saja seperti biasanya diantaranya baju ganti ibu untuk 4-5 hari, baju bayi beserta bedong untuk 4-5 hari kali dua, dan baju ganti Mas gaza serta Babah. Dompet beserta isinya dan juga handphone terutama jangan sampai ketinggalan :D Oia estimasi 4-5 hari itu karena sudah pasti divonis dokter untuk SC (sudah berusaha normal tapi tidak bisa dan beresiko).

Alhamdulillah, SC berjalan dengan lancar and we have baby boy (again) :) Oia berkas pasien BPJS-K dibedakan dengan pasien umum. meskipun berkasnya berbeda, alhamdulillah saya termasuk pasien BPJS-K yang mendapat perlakuan yang baik selama di Rumkit. So, mommies tidak perlu worry yah, barangkali perbanyak berdoa dan positif thinking membantu. Obgyn yang menangani saya adalah Obgyn yang sama dengan anak saya sebelumnya. Kami lumayan dekat dan benar-benar mendapatkan pelayanan dan perhatian yang baik, tanpa ada perbedaan apakah pasien umum atau pasien BPJS-K. Prosesnya juga tidak sulit, tapi memang diperlukan kerja sama yang baik antara suami dan istri. Apalagi, saya masih dikenakan biaya tambahan yang tidak ter-cover BPJS-K dan harus riwa-riwi ngurus ini itu, seperti mencari kantong darah ke PMI karena waktu itu stok di Rumkit sedang kosong atau nebus obat tambahan.

Lebih dari itu, saya sangat bersyukur operasi berjalan lancar dan saya tidak perlu tranfusi darah karena sudah stabil dan cepat pulih. Kala itu saya hanya bersama Babah dan Mas Gaza, jadi segala keperluan secara mandiri kami lakukan. Alhamdulillah, belajar mandiri menjadi istri dan ibu dua bocah laki-laki. Subhanallah, Allah mampukan saya dan atas restu suami semua berjalan dengan baik. 

Kung Fu Panda 3



Film Kung Fu Panda 3 merupakan film keluarga yang sarat pembelajaran, terutama bagi para orang tua dan guru sebagai pendidik. Film yang disutradai Jennifer Yuh Nelson ini patut dijadikan referensi untuk memperkaya dunia pendidikan di Indonesia. Berikut adalah beberapa analisis dari Film Kung Fu Panda 3:
|  Quotes Kung Fu Panda 3
1)      “If you only do what you can do, you’ll never be more than you are now” (Master Shifu)
2)      “I’m not trying to turn you into me; I’m trying to turn you into you” (Master Shifu)
3)      “You guys, your real strength comes from being the best ‘you’ you can be. So who are you? What are you good at? What do you love? What makes you, ‘you’? (Po)
4)      “There is always something more to learn, even for a master” (Master Oogway)
5)      “When will you realize? The more you take, the less you have” (Master Oogway)

Berdasarkan cuplikan quotes di atas, impelementasi di dalam pembelajaran dapat dilakukan melalui:
|  Curriculum Development
“If you only do what you can do, you’ll never be more than you are now” (Master Shifu)
Quote ini disampaikan Master Shi Fu kepada Po ketika Po mengalami kekacauan latihan Kung Fu pertamanya bersama The Furious Five. Kekacauan ini terjadi karena Po menuntut siswanya agar menjadi sesuai kemauannya. Dalam pembelajaran, khususnya pengembangan kurikulum, dalam hal ini stimulus minat dan bakat, seringkali orang tua dan guru menuntut anak menjadi seperti dirinya. Padahal tugas orang tua dan guru bukanlah menuntut anak atau siswa mengikuti kemauannya atau menjadi seperti dirinya. Orang tua dan guru perlu belajar memahami potensi siswa dan membantu anak mengoptimalkan potensinya.
Quote ini juga berarti bahwa untuk menyadari potensi diri kita yang sesungguhnya, penting bagi diri kitn untuk challenge your self dengan tantangan yang lebih menantang. Misalnya dengan menantang diri untuk keluar dari comfort zone yang selama ini membuat kita zaman. Dengan tantangan atau zona baru kita akan termotivasi untuk survive dan lebih mendayagunakan kemampuan diri.



“I’m not trying to turn you into me; I’m trying to turn you into you” (Master Shifu)
Sejalan dengan quote sebelumnya, Master Shi Fu berusaha menjelaskan kepada Po bahwa penting untuk menjadi diri sendiri dan menyadari bakat dan minat diri sendiri. Dalam hal ini, siswa biasanya masih mengalami kebingungan dalam memahaminya. Untuk itulah diperlukan peran penting guru dalam mengidentifikasi kualitas unik yang dimiliki setiap siswa. Setiap siswa diajarkan dan didik untuk menjaga keunikan dirinya, mengerti kekuataan alaminya, dan mengeksploitasi keunikan dan kekuatan itu sebaik-baiknya. Kemampuan ini seharusnya dimiliki oleh setiap pendidik agar benar-benar teliti dan tidak asal melabeling siswanya.

|  Teaching Methodology
 “You guys, your real strength comes from being the best ‘you’ you can be. So who are you? What are you good at? What do you love? What makes you, ‘you’? (Po)
      Quote ini disampaian Po kepada para panda ketika melakukan persiapan bertempur melawan Kai. Ketika Po telah mencoba segala cara untuk melatih dan menyiapkan pasukannya hingga menemui jalan buntu, Po akhirnya menyadari makna misinya menjadi seorang guru. Po tidak lagi mengulangi cara yang digunakan pada latihan Kung Fu pertama bersama The Furious Five. Tiba-tiba ia mneyadari hal penting dalam pengamatannya selama ini, bahwa setiap panda memiliki kegemarana unik dalam dirinya. Po akhirnya meminta setiap panda melakukan hobby masing-masing. Tidak lupa Po memberikan umpan balik sehingga setiap panda tahu apa yang masih perlu dikembangkan lagi.
      Saat di Desa Rahasia, Po juga menggunakan metode pembelajaran yang berbeda ketika melatih anak-anak kecil dalam kelas Introduction to Kung Fu. Teknik inilah yang mulai pudar digunakan dalam dunia pendidikan. Po tidak langsung mengajarkan dasar gerakan Kung Fu, tetapi memilih untuk mendongeng (story telling). Ia menceritakan teman seperguruanya yaitu The Furious Five yang terdiri dari Master Mantis, Master Viper, Master Crane, Master Tigress, dan Marter Monkey. Dari kisah masa lalu lima jagoan ini, murid-murid Po memelajari lima nilai penting dalam Kung Fu, yaitu kesabaran, keberanian, rasa percaya diri, disiplin, serta belas kasih.
      Story telling sangat efektif diimplementasikan dalam pembelajaran sejarah. Misalnya pada materi ‘Tradisi Masyarakat Indonesia masa Praaksara’ khususnya mengenai folklore yang berkembang di Indonesia. Siswa diminta untuk mendongeng mengenai folklore dan mengajukan pertanyaan serta menganalisisnya.
      Po dalam hal ini telah menerapkan metode pembelajaran yang bersifat fleksibel dan adaktif alias tidak kaku menggunakan kurikulum. Metode pembelajaraannya disesuaikan dengan minat dan bakat siswa. Hal inilah yang seharusnya diimplementasikan pendidik khususnya guru untuk menjadi lebih kreatif dalam menggunakan ketertarikan siswa terhadap suatu hal yang dikontekstualkan dalam proses pembelajran.
       
|  Psikologi Pendidikan
“There is always something more to learn, even for a master” (Master Oogway)
        Quote ini disampaikan Master Oogway kepada Po ketika berada di alam roh. Menjadi seorang pendidik tidak serta merta membuat diri kita menjadi hebat. Kita sebagai pendidik perlu secara berkelanjutan meng- upgrade sesuai perkembangan zaman (continues improvement). Semua orang barangkali bisa mengajar, tetapi tidak semuanya mampu mendidik dan mengajarkan ilmu kepada orang lain dengan baik dan benar. Menjadi pendidik berarti harus memhami betul siapa diri kita sendiri pun siswa kita sesungguhnya.

“When will you realize? The more you take, the less you have” (Master Oogway)
        Quote ini disampiakan Master Oogway kepada Kai sebelum akhirnya Kai mengambil seluruh kekuatan Chi-nya. Pelajaran berharga yang dapat diambil dari sini adalah bahwa keserakahan tidak membuat seseorang memiliki lebih banyak atau menjadi lebih kaya. Berbagi ilmu dan menanam kebaikan justru akan menumbuhkan kebahagian dalam diri kita untuk mendapatkan ketengan (inner peace).
        Finally, main point dari Kung Fu Panda 3 ini adalah penting untuk menjadi lebih percaya diri dan menyadari kemampuan diri kita sendiri, baik itu bakat dan minat serta potensi dan kelemahan diri kita pribadi serta mengembangkannya menjdai lebih bermanfaat.

My Trip My Adventure

When I was young: Nge-trip ke Surakarta

Year Book

When I was tummy Hope

Lesson Study

Workshop Lesson Study