Stop Global Warming

Stop Global Warming
Pose ketika Hari Bumi 2010

Wednesday, January 7, 2015

Umroh, Vaksin, dan Pregnant

Tahun ini adalah kali kedua nagkatan kedua akan melaksanakan Hijrah program yaitu Umroh dan Homestay di Malaysia dan Singapura bagi SMA GIBS. Seperti biasa, akan ada guru dan fellow juga staff yang akan memeroleh giliran mendampingi siswa. Sebenarnya saya sempat ditunjuk untuk mendampingi angkatan kedua tersebut, namun karena Allah memberikan rezeki lain berupa calon bayi di dalam rahim saya akhirnya saya putuskan untuk menggatinya dengan rekan lainnya. 

Ada beberapa pertimbangan yang saya ambil dengan prioritas tetap kepada calon anak saya karena jujur saya tidak berani menanggung resiko apapun ketika saya bersikukuh untuk tetap berangkat. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi kemudian, tapi setelah diskusi dengan suami saya lebih baik memilih yng lebih safe daripada berspekulasi. Sebelum memutuskan hal ini tentu saja saya berkonsultasi dengan pihak yang bersangkutan, mulai dari Ketua Yayasan hingga Dokter spesialis kandungan. Sebenarnya bisa saja ibu hamil berangkat ketika umroh, tetapi ada hal-hal yang harus diperhatikan dengan betul-betul. 

Pertama, untuk umroh seseorang memerlukan visa umroh yang bisa diperoleh ketika sudah melakukan vaksin meningitis atau kartu kuning dari kantor kesehatan yang ditunjuk. Waktu itu saya belum tahu kalau saya positif hamil karena sempet nge-flek dua minggu sebelum jadwal vaksin. Kemudian, karena saya curiga ada yang tidak beres dengan tubuh saya, akhirnya saya membeli testpek. Ketika sedang testpek dini hari waktu itu tanda garisnya hanya satu yang keluar, lalu saya tinggal sholat. Saya pun lega karena ternyata hasilnya negatif berarti perut saya yang kencang dan emosi saya yang labil kemarin itu barangkali gejala PMS. Tetapi alangkah kagetnya saya begitu selesai sholat dan hendak membuang tespek garis yang semula satu tiba-tiba berubah jadi dua namun samar. Saya tertegun sesaat antara bahagia dan bingung, suami saya pun memeluk seraya menenangkan saya. Kami pun diskusi panjang dan sepakat untuk tespek sekali lagi untuk memastikannya. Dua hari kemudian, saya tespek ulang dan memang hasilnya positif. Ketika mendampingi siswa vaksin, saya gunakan kesempatan itu untuk konsultasi dengan dokter. Kantor kesehatan jelas tidak bisa mengeluarkan Kartu Kuning sesuai prosedur, biasanya pihak travel bisa saja mengupayakan. Saya sempat berfikir bagaimana caranya mengupayakan pasti dengan cara yang 'kurang benar' karena saya tahu betul setelah konsultasi dengan dokter dan membaca beberapa referensi ibu hamil tidak boleh disuntik vaksin meningitis karena virus di dalam vaksin dapat membahayakan janin dapat menyebabkan kecacatan bahkan keguguran. Saya yang masih trauma karena pernah keguguran anak pertama tentu saja tidak ingin melakukannya. 

Kedua, untuk lebih menyakinkan saya mengunjungi dokter spesialis kandungan melakukan usg dan ternyata usia kehamilan saya sudah 4w. Ketika saya hitung mundur berarti saya sudah hamil sejak saya di Bandung dan flek yang terjadi saat itu bukan darah haid, tapi karena tidak tahu saya sampaikan semuanya sama dokter. Dokter juga menyampaikan, bahwa usia yang pas dan aman ketika ibu hamil melakukan umroh adalah pada trimester kedua atau ketika usia kehamilan minimal 14w. Itupun dengan catatan ibu hamil sudah pernah divaksin meningitis pada tahun sebelumnya dan membawa surat rekomendasi dari dokter mengingat meningitis begitu berbahaya bagi manusia. 

Sekarang usia kehamilan saya jalan 9w senantiasa berikhtiar memohon yang terbaik buat calon dhedhek diperut. Semoga disehatkan, dinormalkan, dilancarkan, sampai persalinan tiba insyaallah hpl pasca lebaran. Aamiin :)


Nightmare

Entahlah,,
setiap kali mengandung aku selalu dihantui oleh mantan kekasihku
dua mantanku itu hampir setiap hari datang ke dalam mimpiku
di dalam mimpi itu rasanya nyaris seperti kenyataan
beberapa kali aku melihatnya tersenyum
namun, tak jarang juga mereka menatapku dengan dingin
keduanya datang secara bergantian dengan pola yang sama
Entahlah,,
dulu ketika kami berpisah rasanya semua baik-baik saja
kami sudah salineg mengihklaskan
meskipun memang sakit dan sulit kala itu
sejarah asmara kami yang begitu berliku
yang satu karena lama relationship tapi tak direstui keluarga
yang satu statusnya tidak jelas tapi kami sama-sama mengakui cinta itu ada
Entahlah,,
apakah itu sebuah firasat atau hanya bunga tidur belaka
padahal itu sudah berlalu lima hingga sepuluh tahun silam
seolah masih ada rasa rindu dan sayang yang ingin mereka sampaikan
mereka selalu datang sendiri-sendiri di dalam mimpi
hanya mentapa dingin kadang tersenyum tanpa berkata apapun
selalu begitu setiap kali datang
Entahlah,,
aku pun sudah lama memang tidak ada kontak sama sekali dengan mereka
nomor telepon dan juga sosial media semua tidak ada
tapi mereka mengontakku melalui mimpi
kami sama-sama sudah saling berumah tangga dengan pasangan masing-masing
bahkan kami juga sudah sama-sama memiliki anak
Entahlah,,
aku tidak tahu apa artinya
dan tidak ingin mengetahui maknanya
biarkan saja semua berlalu bersama waktu
kelak pada saatnya Tuhan yang akan membrikan jawabannya
yang pasti aku sudah mengikhlaskan mereka lama sebelum aku memulai hidup baru
semoga mereka juga bahagia bersama keluarganya
Aamiin,,

Tuesday, January 6, 2015

Resolusi 2015

Sebenarnya agak berlebihan sih mnegatakan Resolusi, tapi memang saya ingin ada perubahan hidup yang lebih baik terutama memperbaiki segala hal tidak baik tahun lalu. 

Sederhana sebenarnya saya hanya ingin lebih bahagia, lebih bersyukur dan sabar dalam segala keadaan, serta dekat dengan keluarga saya, terutama anak-anak saya. Saya tidak ingin menyesal di kemudian hari karena tidak dapat menemani dan memberikan pendidikan yang baik di usia emasnya kini. 

Saya juga selalu belajar untuk menjadi istri dan ibu yang baik setiap saat, apalagi saat ini saya tengah mengandung anak ketiga kami. Sebuah kado istimewa yang Allah berikan.

Sertifikasi Guru Swasta

Well, sebenarnya awalnya saya kurang tertarik sih dengan sertifikasi guru ini. Dalam benak saya intinya adalah mengajar dan mendidik siswa sepenuh hati. Namun, seiring waktu, saya yang bukan PNS, sudah berumah tangga dan memiliki dua orang anak, hidup di perantauan, dan mengajar di sekolah swasta agaknya merasa penting juga jika dapat mengurus sertifikasi guru ini. Selain demi keprofesionalan profesi menjadi guru tidak munafik juga dana tunjangan sergur dapat saya tabung untuk bekal dana pendidikan anak-anak saya kelak. 
Kemudian, saya mencoba mengingat kembali data-data dan informasi yang pernah saya peroleh selama ini terkait sertifikasi guru. Saya juga tentu saja mencari berita paling update tentang hal itu. Misalnya syarat-syarat terbaru seorang guru di sekolah swasta dapat mengikuti program sertifikasi guru yang mana pada tahun ini sudah tidak ada lagi PLPG tetapi bergantid dengan PPG. Untuk status guru terkait SK dari Yayasan, Alhamdulillah saya sudah lebih dari dua tahun mengajar dan sudah memerolah SK sebagai guru tetap. Akan tetapi permasalahannya sekarang adalah NUPTK atau PADAMU NEGERI. Jujur, saya belum memiliki itu padahal saya juga rekan saya seprofesi sudah pernah mengajukan ini ke sekolah dan bahkan sempat mendatangi Diknas, tetapi belum ada respon positif. Pihak Diknas mengatakan NUPTK harus diajukan oleh sekolah yang bersangkutan dengan SK penunjukkan dari Diknas terkait guna meng-input data pengajuan NUPTK. Beberapa kali bahkan sering kali kami menanyakan itu ke sekolah jawabannya selalu berbelit-belit. Padahal itu penting bagi kami, untuk kami pribadi juga sekolah pada akhirnya akan diuntungkan.
Saat ini, kami masih berjuang. Semoga saja segera mendapat perhatian dan tindakan untuk dapat merealisasikannya. Aamiin.

Tuesday, December 9, 2014

Catatan Hati

Ada perbedaan antara Wanita dan perempuan
Bagi saya wanita jauh lebih terhormat daripada perempuan
Wanita itu adalah seorang Ibu
Wanita itu adalah seorang istri
dan wanita itu adalah seorang saudara seiman
sedangkan perempuan notabenenya bisa apa saja dan cenderung lebih negatif

Kami sebagai wanita dianugerahkan kepekaan lebih dibandingkan para pria
Kami paham betul mana Wanita baik-baik mana Perempuan penggoda
Wanita baik-baik sadar betul dalam menempatkan diri dan situasi
sedangkan perempuan penggoda selalu memiliki banyak modus dan akal bulus
Mulai dari basa-basi kawakan pura-pura merajuk sampai akting minta perhatian dan sok perhatian
Mereka akan selalu mecari celah untuk memuaskan egonya tak peduli dengan Wanita lain yang ada di sisi pria

Wanita juga memiliki kesabaran seluas samudera
meski disakiti dengan model apapun akan selalu ada rasa memaafkan untuk orang lain
meski proses setiap pengampunannya berbeda-beda
namun kesabaran setiap wanita berbeda tingkatannya
ada yang biasa saja ada juga yang setingkat Dewa
apapun yang terjadi Wanita itu hanya akan menyimpan lukanya seorang diri dan selalu menampilkan senyumnya

Saya adalah wanita biasa saja seorang ibu dan istri sebagaimana umumnya
saya juga wanita dengan kesabaran yang berbatas
yang sudah mengingatkan pria yang dicintainya terhadap intimadi perempuan penggoda
sengaja saya diamkan apa yang terjadi belakangan
sudah sempat diskusi tentang masalah yang sudah ada beberapa waktu silam
tentang apa yang etrjadi dan resikonya
dan Wanita memang memilki kepekaan dan ketajaman insting luar biasa
dia paham betul apa yang terjadi pada pasangannya
dia dapat mencuim aroma kebohongan dan pengkhianatan meski tanpa bekas sekalipun
karena dia Wanita yang sudah menjadi ibu bukan hanya istri
dia Wanita yang menemani pria itu dari titik nol dan keadaan paling sulit dalam hidupnya

sebagai wanita yang mencintai prianya
saya pikir wajar memiliki rasa cemburu menyampaikannya dan mengekspresikannya
tapi jika semua itu tidak ada respon positif
pada akhirnya saya akan tetap memaafkan
meskipun setelah mengalami emosi dan pergolakan jiwa yang sulit
tentu saja akan ada perubahan sikap yang tak bisa sesama dulu
rasa kepercayaan itu sudah terkikir
seberapa besar usaha untuk jujur pun hanya akan terdengar seperti ucapan biasa
dan rasa iba, kasih, dan sayang itu akan bergeser pada titik rasa yang biasa saja
yang tidak bisa saya tentukan kapan batasnya
saya hanya sedang emnikmati rasa sakit ini
seorang diri
dengan berusaha tegar dihadapan anak-anak saya
agar mereka menjadi lebih baik dan bijak sana ke depannya

Medio Desember kelabu 2014
 

Wednesday, November 19, 2014

Goes to Bandung

Well.. berangkat ke kota kembang dengan selaksa doa dan harap mengawal siswa kompetisi di Universitas Padjadjaran,,

semoga Allah berikan yang terbaik,, :)

Upaya ke Unpad diwarnai dengan perjuangan yang tidak mudah
yang kami bawa adalah anak-anak beasiswa
sungguh suatu dilema sebenarnya
satu sisi mereka masuk grand final sebagai karta tulis ilmiah Al-Quran terbaik nasional diantara 330 karya lainnya
di sisi lainnya biaya ke Bandung sangatlah tidak murah apalagi kami berempat yang akan ditanggung pihak sekolah
akan tetapi pada akhirnya kami mendapat persetujuan juga dari sekolah dan yayasan

Mendampingi anak-anak Kalimantan yang sama sekali belum pernah ke Jawa
berasa Tour guide hehe namun mengingat waktu terbatas jadi kami tidak sempat wisata ke beberapa tempat menarik di Bandung dan Sumedang
dari semua itu yang paling penting adalah pengalaman yang siswa dapatkan
selain harus berkompetisi secara nasional melawan mahasiswa dan membawa pulang piagam serta piala
mereka juga dapat motivasi bertemu dengan peraih bidik misi terbaik nasional 2014, Birrul Qadriah dari UGM
semoga setelah ini kalian jauh lebih baik,, aamiin :)

Thursday, October 30, 2014

Golek Iwak Wong Jonegoro

  
Golek Iwak (dokumentasi pribadi)

Gambar di atas adalah aktivitas warga di kampung halaman saya di Bojonegoro. Mereka sedang asyik Golek Iwak (mencari ikan) di sungai ketika musim pancaroba tiba. Mendekati musim kemarau sungai akan mengering. Kejadian ini lumrah terjadi di Bojonegoro, sehingga tidak heran Bojonegoro selalu mengalami kekeringan setiap musim kemarau tiba. Hal ini didukung topografi Bojonegoro berada di daerah kapur dengan kontur tanah bergerak. 

Golek Iwak menjadi semacam ritual tahunan bagi wong Jonegoro (sebutan khusus bagi warga Bojonegoro). Mereka menangkap ikan secara tradisional menggunakan samber (jala kecil), alat pancing, bambu kecil yang panjang, dan tangan. Ikan yang peroleh semua adalah ikan tawar, mulai dari ikan wader, udang, ikan gabus, ikan sili, dan beberapa jenis kerang atau kijing.Masyarakat di sana memang memelihara lingkungan karena sungai ayau Dung masih dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari sehingga menjadi penting untuk menjaga sungai tetap bersih.

Golek Iwak menjadi penting karena ikan hasil tangkapan selain berguna untuk lauk juga dapat dijual. Tradisi ini juga sarat pesan positif karena mampu mempererat ikatan silaturahim antar warga desa. Teknologi tradisional yang digunakan memuat pesan untuk tetap menjaga lingkungan tetap bersih dan terhindar dari pencemaran zat-zat kimia.