Stop Global Warming

Stop Global Warming
Pose ketika Hari Bumi 2010

Thursday, October 9, 2014

Fiksi tentang Kepedulian

Sepasang suami istri petani pulang ke rumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam,“Hmmm…makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar?”
Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah perangkap tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak,
“Ada perangkap tikus di rumah!… di rumah sekarang ada perangkap tikus!….”Ia mendatangi teman2nya dan berteriak.
Tikus: "Hai ayam. Ada perangkap tikus di rumah!”
Sang Ayam berkata: “Tuan Tikus. aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku”
Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing.
tikus: "Hai tuan kambing. dirumah ada perangkap tikuss..!!"
Sang Kambing pun berkata: “Aku turut bersimpati…tapi tidak ada yang bisa aku lakukan..”
Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama.
”Maafkan aku, tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali”
Ia lalu lari ke hutan dan bertemu ular.
Tikus: "Wahai tuan Ular, dirumahku ada perangkap tikus.. teman-temanku tak mau peduli dengan ku.."
Sang ular berkata,: “Ahhh…Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku. Sudahlah tikus.. jika kamu terperangkap, terima sajalah nasibmu.."
Akhirnya Sang Tikus kembali ke rumah dngan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri. Suatu malam, tikus selalu berhati-hati dalam mencari sisa-sisa makanan di rumah.
Hingga suatu hari pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang tersangkut perangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah.
Walaupun sang Suami smpat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan karena sang istri sempat tergigit ular.
Sang suami harus membawa istrinya ke rumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang, namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya (kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam). Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya. Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu mnyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya. Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.
Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan sebagai sedekah orang-orang yg melayat.
Dari kejauhan…Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan.. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi...
SUATU HARI.. KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA, MAKA PIKIRKANLAH SEKALI LAGI.
Indahnya hidup bukan dari seberapa banyak orang mengenal kita, akan tetapi dari sberapa banyak orng bisa bahagia mengenal kita. Tak usah berpikir terlalu jauh untuk membuat orang terdekatmu bahagia tengok saja kapan kita kita mampu membuat mereka tersenyum bahkan tertawa.
Maka bantulah urusan orng sekitar kita, maka insyaAlloh Dia (Alloh) akan membantu dan mempermudah urusan kita.

Review "The Leader Who Had No Title"

Sebuah buku bejudul The Leader Who Had No Title tulisan Robin Sarma.  Di Chapter- IV, buku itu menceritakan pertemuan  seorang house keeper sebuah hotel benama Anna dengan seorang mantan tentara bernama Blake. Blake saat itu sedang galau karena setelah tidak lagi menjadi tentara merasa tidak lagi memiliki kedudukan di masyarakat. Sahabat Blake seorang ekskutif muda mempertemukan Blake dengan Anna. Walaupun pekerjaannya sebagai house keeper sebuah hotel, Anna bangga dengan pekerjaanya. Dalam cerita itu, Anna memberikan tulisan di kertas tisu yang telah disiapkan sebelumnya kepada Blake, sambil dia menyiapkan minuman kopi.

Tulisan itu berbunyi:
1.      Every one of us alive in this moment has the power to go work each day and express the Absolute Best within us. And you need no title to do that.
2.      Every one of us alive today has the power to inspire, influence, and elevate each person we meet by the gift of a great example.  And you need no title to do that.
3.      Every one of us alive with life can passionately drive positive change in the face in negative conditions.  And you need no title to do that.
4.      Every one of us alive to the truth about leadership can treat all stakeholders with respect, appreciation, and kindness--and in so doing raise the organization’s culture to best of breed.  And you need no title to do that.

Dua catatan sangat penting untuk semua orang, agar tidak risau dengan jabatan ataupun posisi kita, karena dimanapun kita berada dan apapun posisi/jabatan kita, kita dapat mendarmabaktikan kemampuan yang kita miliki untuk kepentingan masyarakat. Dengan bekerja sebaik mungkin serta kegiatan yang bermanfaat kepada orang banyak, sebenarnya kita sudah memiliki power yang optimal.

Filosofi

Ada gelas berisi air dan ditanyakan bagaimana bentuknya? Jawabannya dapat macam-macam tergantung dari sisi mana kita melihat.  Jika dilihat dari atas, mungkin berbentuk lingkaran kaca dan tengahnya ada air.  Mirip sumur yg dilihat dari atas, ganya saja lingkarannya bukan dari beton tetapi dari kaca.  Mereka yang melihat dari samping, mungkin tampak sangat indah. Apalagi gelasnya gelas yang ada pegangan seperti yang biasanya dipakai bule minum wiski.

Air dalam gelas itu hanya setengah. Bagaimana kita menyebut dan memberi komentar?  Juga macam-macam. Kita dapat menyebut isinya hanya setengah jadi perlu ditambah.  Dapat juga disebut isinya sudah setengah jadi jangan ditambah. Atau isinya tinggal setengah, mungkin sudah diminum orang.  Dan sebagainya?

Apa yang dapat dipetik dari paragraf di atas?  Respon kita terhadap sesuatu fenomena tergantung sudut pandang yang kita gunakan.  Jadi metapora orang buta meraba gajah (yg katanya yang memegang kakinya berpendapat gajah itu seperti pohon bamboo besar, yang memegang ekornya mengatakan gajah itu seperti kemucing), tidak hanya terjadi pada orang buta.  Orang melek-pun dapat berbeda sudut pandang terhadap baran atau fenomena yang sama.

Friday, October 3, 2014

Virus Ebola

Virus Ebola sedang marak dibicarakan di seluruh dunia. Virus ini banyak banyak meyerang negara-negara di benua Afrika, terutama Afrika bagina barat dan tengah..

Ebola adalah virus mematikan yang dapat mengakibatkan pendarahan di dalam dan luar tubuh. Virus ini menyerang system imun serta organ-organ tubuh yang menyebabkan dara sulit membeku sehingga pendarahan tidak terkontrol.

Virus Ebola menyebar melalui udara layaknya flu, namun ia tersebar melalui sentuhan kulit atau cairan tubuh manunia, termasuk dari binatang seperti monyet dan kelelawar. Orang yang tidak menunjukkan gejala terinfeksi virus Ebola juga dapat menyebarkan virus ini.


Orang yang merawat atau berinteraksi dengan penderita positif pengidap virus Ebola, kemungkinan besar dapat terjangkit karena virus ini juga tersebar melalui jarum suntik yang terkontaminasi. Akan tetapi virus ini tidak tersebar melalui makanan dan air.

Resep Es Hijau

Bahan:

  • 550 ml santan kental, dari 1 butir kelapa parut
  • 50 g tepung beras
  • 1 sdm tepung ketan
  • 4 sdm air daun suji
  • 75 g gula pasir
  • 1 sdm air kapur sirih
  • 75 g buah nangka, buang biji, iris tipis
  • 1 butir kelapa muda, keruk dagingnya
  • Es batu, serut
  • 6 sdm sirop gula merah, siap pakai

Cara membuat:


1.   Campur 300 ml santan bersama tepung beras, tepung ketan, dan air daun suji. Aduk rata hingga larut. Sisihkan.
2.   Rebus sisa santan bersama gula pasir dan air kapur sirih, sambil aduk rata perlahan hingga mendidih.
3.   Tuangkan larutan tepung ke dalam santan rebus sambil diaduk perlahan hingga mengental seperti bubur. Angkat, dinginkan.
4.   Letakkan 4 sdm bubur hijau ke dalam setiap mangkuk saji, tambahkan nangka dan kelapa muda.
5.   Tambahkan es dan sirop gula merah.
6.   Sajikan dingin.

Source: Femina


Friday, September 12, 2014

Kecanduan Video Game

Ini adalah sebuah potret kehidupan masyarakat yang dalam kesehariannya acap kali kita jumpai. Seorang fotografer profesional mengabadikan sebuah sudut kota besar ini : beberapa televisi berderet yg digunakan untuk usaha video game sewaan dan pelanggannya dari mulai anak2 sampai remaja. Sepulang sekolah tidak langsung pulang tapi malah asyik bermain PS sewaan nyaris tanpa mengenal waktu. Sebagiannya lagi bolos sekolah untuk memenuhi hasrat ketagihan bermain video game tsb. Mereka tampak 'khusyu' di depan layar monitor televisi, sekali sekali diselingi tawa gembira dan celoteh senang karena mendapat skor tertinggi. Untuk semua "kegembiaraan" itu, mereka membayar sekitar 3.000 sd 5000 perak per jam kepada pengelola jasa video game sewaan.
Sesungguhnya anak2 itu dalam ancaman bahaya ketagihan bermain video game, termasuk anak2 di dalam keluarga yg menyediakan video game sendiri di rumah.
Menurut penelitian yang pernah dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics—yang antara lain dilakukan di Seattle Children’s Research Institute (2011), Iowa State University (2010), dan Stanford University School of Medicine (2009), kebanyakan main game bisa mengganggu proses tumbuh kembang anak, antara lain berupa :
● Masalah sosialisasi.
Berhubung lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain dengan mesin (bukan manusia), si pra remaja bisa merasa canggung dan kurang nyaman kala datang kesempatan untuk bergaul dengan temannya.
● Masalah komunikasi.
Kegiatan berkomunikasi bukan sebatas berbicara dan mendengarkan kalimat yang terucap, tetapi juga membaca ekspresi lawan bicara. Anak yang kurang sering bersosialisasi biasanya kesulitan melakukan hal ini.
● Mengikis empati.
Seringkali anak menyukai jenis game yang melibatkan kekerasan, seperti perang-perangan, martial art, dan sebagainya. Efek samping dari memainkan jenis game ini adalah terpicunya agresivitas anak dan terkikisnya empati si kecil terhadap orang lain.
● Gangguan motorik.
Tubuh yang kurang aktif bergerak akan mengurangi kesempatan anak untuk melatih kemampuan motoriknya. Risikonya, anak bisa terserang obesitas dan pertumbuhan tinggi badannya tidak maksimal.
● Gangguan kesehatan. Menatap layar video games secara konstan dalam waktu lama bisa mencetus serangan sakit kepala, nyeri leher, gangguan tidur, dan gangguan penglihatan.
Satu hal lagi : keasyikan atau kecanduan main video game membuat waktu untuk belajar di rumah menjadi berkurang. Anakpun tidak bisa fokus/konsentrasi belajar, terbayang bayang terus oleh asyiknya bermain video game, apalagi bila merasa penasaran atau tertantang dgn skore game tsb. Akibatnya : prestasi belajar di sekolahpun menurun.
Bagaimana sebaiknya ?
Kita menyadari video game adalah produk teknologi yg tidak terelakkan menyambangi keluarga kita. Karenanya beberapa tips ini baiknya diketahui oleh para orang tua.
Ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak menghindari bahaya video game, antara lain:
 Batasi waktu bermain video games. Maksimal 2 jam sehari dan hanya akhir pekan.
 Awasi ketika anak bermain agar si kecil tidak meniru hal-hal buruk yang mungkin ada di video games.
 Pastikan kita memilihkan jenis permainan yang edukatif dan sesuai dengan usia anak.
 Jangan letakkan perangkat video game di kamar anak.
 Letakkan perangkat video game di ruang keluarga agar kita tetap bisa mengawasi si kecil.
 Berikan pemahaman pada anak bahwa dalam kehidupan nyata tidak seperti yang digambarkan dalam permainan video tsb.
(Sumber: dr. M.Muchlis)