Stop Global Warming

Stop Global Warming
Pose ketika Hari Bumi 2010

Tuesday, July 19, 2016

Gili Labak

Gili Labak Island (dok. pribadi)







This is Gili Labak Island, The Hidden Paradise. Tempat wisata ini masih alami dan dikelola oleh warga lokal. Berdasarkan informasi dari pengemudi sampan, terdapat 33 kepala keluarga yang menghuni Gili Labak. Untuk mengakses Gili Labak, Anda dapat menempuhnya melalui pelabuhan Sarongggi, Kalianget, atau Talango. Kalau saya kemarin berangkat dari Talango, kemudian menyewa sampan seharga Rp 1.050.000,00. Sewa bis mini dari Pamekasan Rp 500.000,00. Terbilang mahal memang karena bertepatan dengan edisi lebaran dan harga makelar hahahaha. Sebenarnya harga normal per-2016 sekitar Rp 700.000,00-an, sisanya (Rp 350.000,00) dibagi sesama makelar :D It's okay, learning for experience :) 

Bila Anda berangkat dari Surabaya, dapat naik bus jurusan Sumenep mau yang ekonomi biasa, ekonomi AC, atau patas dengan range harga sekitar Rp 20.000,00 - Rp 100.000,00 untuk sampai ke Kalianget. Bus berangkat setiap jam, jadi Anda tidak perlu khawatir. Jika ingin menginap Anda bisa menginap di rumah penduduk sebagai backpacker atau di losmen (yang ingin honeymoon). Perjalanan dari Pamekasan ke Kalianget memakan waktu 2 jam + 2,5 jam waktu tempuh penyeberangan untuk sampai ke Gili Labak. Akan lebih baik jika Anda searching atau mencari banyak informasi terlebih dahulu, termasuk informasi cuaca  dan gelombang laut. Ini berdasarkan pengalaman saya kemarin ketika berkunjung ke Gili Labak, ombak sedang tinggi sekitar 1-1,5 m. Alhasil banyak penumpang mabuk laut. 

Ada baiknya, Anda membawa makanan ringan/cemilan, mie instan atau kopi dan air panas tentunya sebagai pelengkap piknik 2-3 jam setelah tiba di Gili Labak. Air mineral dan beberapa keperluan lainnya yang diperlukan. Tapi jika Anda tidak membawanya pun tidak jadi masalah, banyak rumah penduduk di tepi pantai yang membuka warung dan menyediakan makanan dengan harga yang masih terjangkau. Anda juga dapat snorkling dengan pelampung, kaca mata snorkling yang dapat Anda sewa Rp 10.000,00 per paket atau dapat memerolehnya sepaket dengan harga sewa perahu/sampan.

This is it. Enjoy your holiday :)

Monday, July 18, 2016

Vacation

Gahas Family +gililabak tour 

Mudik Balik 2016

Well, sebenarnya tidak ada agenda mudik tahun ini karena sudah pulang Januari kemarin ketika Bapak berpulangan secara mendadak ditambah mengahdiri walimah adik ipar karena pernikahan terakhir di keluarga suami dan berhalangan hadir waktu acara wisudanya. 

Mudik tahun ini terhitung agenda dadakan dan harus betul-betul putar haluan membenahi pos keuangan yang masih acak adul. Fiuh,,,, Demi ibu,, semuanya demi ibu,, maka jadilah kami mudik :) 

Berhubung tiket harganya selangit dan ibu sakit, jadi saya dan suami berbagi waktu mudik. Suami dan mas Gaza pulang terlebih dahulu, sedangkan saya menyusul bersama Hope karena masih ngantor :( jadilah acara heboh-hebohan mencari nanny untuk menjaga Hope selama saya ngantor. Alhamdulillah,, embah di depan rumah bersedia pas juga bisanya hanya ketika Ramadhan karena hari kerja embah berjualan rempeyek kacang tanah. 

Mudik berjalan lancar H-7 lebaran, saya naik patas karena membawa bayi. Itupun penuh berjejal, syukur ada yang mas-mas yang menawarkan tempat duduknya. Masih ada orang baik di dunia ini :D 

Nah, yang justru agak riweuh adalah ketika akan kembali bekerja pasca libur lebaran. Tiket pesawat sudah dipesan sore hari dan sudah berangkat pagi selepas shubuh dari rumah. Ternyata macet total di Surabaya karena ada perbaikan gorong-gorong. Alhamdulillah, masih terkejar meski waktu mepet sambil ngos-ngosan dan perut keroncongan hahahaha 

Sampe di pesawat, saya naik maskapai merah karena pilihan waktu yang lebih banyak. Maspakai lain terbatas waktu penerbangannya. Entah kenapa sejak take-off sampai landing di dalam pesawat guerah banget seperti naik bus ekonomi, padahal AC di dalam pesawat menyala. Saya perhatikan semua penumpang kipas-kipas menggunakan guidance book dan para bayi menangis kepanasan. Untungnya Hope pintar dan tidak rewel selama perjalanan. Akhirnya, saya inisiatif menyakan kepada pramugari dan dia hanya minta maaf atas keadaan tersebut tanpa menjelaskan lebih lanjut kenapa pesawat menjadi sangat panas. Sebelumnya, ketika sedang check in di counter bahkan, petugas counter berteriak dan menendang barang-barang bagasi penumpang yang sudah final call

Ah, semoga penerbangan kita semakin lebih baik demi kenyamanan dan keselamatan. Aamiin....

Wednesday, June 1, 2016

Waktu Terbaik Bicara Seks pada Anak



Bicara soal seks mungkin adalah salah satu hal yang Anda sering tunda (kalau bisa, sih, tak usah membicarakannya sama sekali!).
Tapi, belajar tentang seksualitas adalah bagian normal dari perkembangan anak. Yang harus Anda lakukan adalah menjawab pertanyaan anak secara jujur dan sesuai dengan usia mereka.
Inilah panduan tentang hal-hal yang harus Anda katakan tentang seks, serta waktu terbaik untuk mengatakannya:
• 2 – 3 tahun: Mulailah ajarkan penggunaan kata yang tepat untuk bagian tubuh pribadi, seperti penis dan vagina.
• 3 – 4 tahun: Dari mana bayi berasal? Jangan katakan, “Tuhan yang menciptakanmu!” Ia belum mengerti hal-hal abstrak seperti itu. Berikan jawaban sederhana,
"Mama memiliki rahim di dalam perut. Di sanalah kamu dan adik bayi hidup sampai kamu cukup besar untuk dilahirkan."
• 4 – 5 tahun: Bagaimana bayi lahir? "Ketika adik bayi sudah cukup besar dan siap untuk lahir, rahim akan mendorong kamu keluar melalui vagina mama."
• 5 – 6 tahun: Bagaimana bayi dibuat? "Mama dan papa yang membuat bayi.” Bila si kecil menuntut penjelasan lebih lanjut, katakan "Sebuah sel kecil di dalam tubuh papa yang disebut sperma, bergabung bersama-sama dengan sel kecil di dalam tubuh mama yang disebut telur."
• 6 – 7 tahun: Anda sudah boleh memberinya pemahaman dasar tentang hubungan seksual. Anda bisa mengatakan, "Tuhan menciptakan tubuh pria dan wanita untuk cocok satu sama lain, seperti potongan puzzle.”
• 8 – 9 tahun: Saat ini, paparan media memungkinkan anak mengakses berita tentang beragam topik, salah satunya pemerkosaan, atau seks di luar nikah. Katakan saja, "Hubungan seksual hanya dilakukan oleh orang dewasa yang telah menikah, sebagai bentuk ungkapan rasa sayangnya. Di luar itu adalah salah.”
• 9 – 11 tahun: Persiapkan anak untuk menghadapi berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhnya selama masa pubertas. Jelaskan soal menstruasi, mimpi basah, suara ‘pecah’, dsb.
• 12 tahun: Di usia ini, anak telah memiliki nilai-nilai sendiri. Anda diharapkan tak lagi memberi ‘ceramah’ padanya. Ikuti saja keinginan mereka, Ma. Pantau mereka dari jauh sambil menjaganya dari pengaruh-pengaruh negatif. Itu cara yang terbaik. 

- SELAMAT MEMBACA -

Courtesy:

B'day

My b'day party w/ female teachers

Puisi

kami adalah petani
dan kami adalah
sasaran dari pembangunan
sebab kami tradisionil
dan katarak melihat dunia
yang berubah
di mana orang harus berlomba
dan hidup seperti dikejar
para ahli benar belaka
ada industri modal besar di satu sisi
berjalan beriringan
namun tidak saling menyapa
ekonomi petani
yang tidak beranjak
dan petani yang nyaman
berbagi kemiskinan
hidup tenang di desa
beranak-pinak
dengan kesediaan tanah
tidak seberapa

pembangunan telah berjalan
kami masukkan anak-anak ke sekolah-sekolah
agar mereka tak jadi petani yang
hidup susah
agar hidup mereka terserap
dan punya penghasilan tetap
sebab tani tak ada lowongan bagi
orang-orang terpelajar
bapak presiden telah mengajari kami
juga bapak-bapak pejabat
dan pak mantri
bahwa kami harus menggenjot produksi
mengubah mental miskin kami menjadi
mental kaya
dan dimulailah Revolusi Hijau
dan dimulailah perubahan
cara-cara tradisionil
kepada cara-cara maju
kami harus membeli pupuk
kami harus membeli benih
yang sudah dikemas
agar panen lebih banyak dan segera
dan kini, setelah bapak presiden tiada
beredar gambar beliau
dengan padi dan sawah
dan kami membeli
untuk mengenang sebuah roman indah di masa lalu
"piye kabare, le? penak jamanku to?"
kami tak bisa berpikir lain
sebab masalah pupuk,
masalah benih,
masalah produksi
kami patuhi kebijakan yang beliau gariskan
kami tak tahu harus berbuat apa
yang lebih baik
di mana telah terikat
sebuah ketergantungan
pada benih, pada pupuk
dalam kemasan
tapi kami sudah memiliki mental kaya
dan terpenting adalah laba
karena bertani adalah juga seperti usaha lainnya
tani memang bukan untuk para terpelajar
yang bisa membukakan mata bahwa
hanya di tahun 1983 kita berswasembada
di dalam puluhan tahun beliau berkuasa
dan tidak perlu menunjukkan bahwa
kami telah tergantung
dan dalam sunyi kami perlu bertanya
tentang keadaan tanah, tentang air, tentang varietas-varietas
tanaman,
tentang teknologi
yang membuat pekerjaan kami
lebih mudah
kami petani
dan kami bukan peneliti
yang mungkin telah nenek kami lakukan
hingga menghasilkan khasanah
tentang tanaman,
metode,
dan musim

*Yoyok 

Workshop

W/ dr. Kiki waktu workshop presentasi