Stop Global Warming

Stop Global Warming
Pose ketika Hari Bumi 2010

Friday, July 3, 2015

Seleksi Regional IV KRI 2015


Monday, June 1, 2015

Thursday, May 28, 2015

Babandotan

Babandotan atau Wedusan

Tanaman toga ini tergolong liar dan banyak tumbuh di sekitar rumah. Orang melayu menyebutnya dengan rumput tahi ayam. Waktu kecil saya suka menyebut tanaman ini sebagai kubis-kubisan ketika bermain masak-masakan dengan teman-teman. 
Ternyata, daun dan batangnya dapat dimanfaatkan sebagai obat penurun panas, malaria, pendarahan, pendarahan pada rahim, peluruh haid, melindungi sel hati, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu, juga dapat dimanfaatkan sebagai obat sariawan, sakit tenggorokan, bisul, luka berdarah, bisul/borok, dan difteri. Tentu saja untuk takaran atau dosisnya tanyakan pada ahlinya yah :)

Wednesday, May 6, 2015

Tips Mengatasi Bayi yang Menggigit Puting

Semua ibu yang sudah menjalani proses menyusui cukup lama sudah mulai mengenal berbagai tahapan dalam menyusui. Ada tahapan belajar di awal yang membuat kita mesti kadang menahan sakit karena puting lecet dan membutuhkan kesabaran ekstra sampai nantinya menuju fase menyapih yang biasanya cukup emosional. Nah, salah satu fase yang tidak kalah menantang adalah fase menggigit puting. Fase ini cukup seru karena sebetulnya sering melibatkan kerjadian yang lucu karena tingkah polah si anak, tetapi seringkali tidak lucu karena ibunya juga merasa kesakitan. 

Biasanya, dalam jangka waktu dua tahun menyusui, ibu bisa mengalami beberapa kali fase bayi suka gmengigit puting.  Jangan dibiarkan ya Bu, karena bayi juga harus tahu bahwa ibunya pun punya batasan. Tentu masih ingat kan pada prinsip bahwa menyusui itu tidak terasa sakit dan tidak boleh terasa sakit? Karena jika ibu merasa sakit, berarti ada proses atau caranya yang harus diperbaiki.

Ada berbagai alasan kenapa bayi menggigit: sedang tumbuh gigi, mengajak ibu main atau bercanda, bayi sedang gemas, atau karena pelekatan yang tidak pas sehingga bayi merasa kesal dan sebagainya.
Bayi yang sedang menyusu dengan pelekatan yang sempurna, secara fisik tidak akan bisa mengigit puting karena mulut sedang terbuka lebar dan puting masuk jauh ke dalam mulut si bayi.  Jadi untuk dapat mengigit puting ibunya, bayi harus melepaskan pelekatannya tadi, lalu memundurkan kepalanya sedikit dan kemudian baru: hap! Gigit! Kalau sedang menyusui, perhatikan gerakan melepas pelekatan dan mundur tersebut. Jika itu terjadi, segera lepaskan payudara dengan menyelipkan jari di sudut mulut bayi.  

Bagaimana jika kalah cepat dengan si kecil? Selipkan jari di mulutnya. Setelah dia buka mulut, tarik payudara keluar. Tetapi jangan ditarik paksa ya, agar tidak terluka. Kemudian tutup pakaian dan berhenti sejenak. Satu tips penting: jangan berteriak, tertawa, menjerit atau melotot karena bayi justru akan menganggap itu lucu dan jadi kesenangan. Atau bisa jadi, reaksi keras dari ibu bisa membuat bayi jadi kaget dan malah trauma menyusu. Setelah pakaian ditutup, jelaskan kepada si kecil bahwa ibu merasa sakit jika digigit. Sehingga kalau payudara sakit, tidak akan bisa dipakai untuk menyusui sementara waktu.

Jika bayi masih ingin menyusu, berikan payudara yang satunya. Jika dia mengulanginya lagi, ulangi kembali cara di atas. Kalau dia minta lagi, kali ini beri tahu bahwa dua payudara ibu sedang sakit. Bayi kita cukup pintar lho, dia akan cepat menyerap hubungan sebab-akibat yang tadi dia alami. Manfaatkanlah fase ini untuk mengajarkannya berempati.

Jika ada orang lain saat itu seperti ayah/nenek/pengasuh, minta mereka mengajak bayi minta maaf pada ibu. Lho, bayi kan belum bisa bicara? Betul, tetapi bukan berarti mereka tidak mengerti. Manfaatkan setiap fase menyusui untuk belajar berkomunikasi dengan bayi, bahkan saat bayi belum bisa berbicara sekalipun. Fase mengigit ini adalah saat yang tepat juga untuk mengajarkan anak kesopanan dan patuh pada  aturan dalam konteks yang sederhana. Dia akan memahami bahwa ibu punya batas dan mengigit puting itu tidaklah menyenangkan.

Usahakan juga menyusui bayi di tempat yang tenang agar konsentrasi bayi tak terganggu. Kadang bayi menggigit karena mendengar suara lain dan menoleh ke sumber suara tanpa melepaskan mulutnya dari puting payudara. Kadang bayi suka menggigit karena merasa kurang perhatian dari Ibu, misalnya Ibu menyusui sambil main HP, menonton televisi atau hal lainnya. Ajak bayi mengobrol, menyanyikan lagu untuknya atau usap-usaplah kepalanya saat menyusui.

Kadang bayi menggigit puting payudara ketika sudah akan berakhir menyusunya. Jadi, kenali tanda-tanda dia akan selesai menyusu. Jika hisapan bayi sudah mulai melemah atau gerakannya melambat, cobalah mengeluarkan puting payudara secara perlahan.

So, Moms yang sedang kesakitan karena digigit, jangan ditahan sendiri yaaa. Komunikasikan kepada si bayi juga yaaa :)

Thursday, April 30, 2015

Mengenal Fimosis

Fimosis : Apakah berbahaya ?

dr Hermanto, SpB, SpBA.

Dalam praktek sehari hari bayi atau anak laki laki sering diperhatikan orang tuanya mengalami demam, padahal tidak ada infeksi atau radang tenggorokan, tidak ada batuk atau pilek, atau tidak infeksi saluran pernapasan akuta. Begitu pula masalah makan minum, buang air kecil dan besar lancar, tidak diare ataupun sembelit. Kelainan yang menyebabkan deman selain saluran pernafasan dan saluran pencernaan adalah saluran kemih, yang paling mudah terlihat adalah daerah kelaminnya.
Ujung penis (glands penis) pada bayi memang masih tertutup kulit prepusium yang masih lengket, tidak mudah ditarik, seperti anak yang sudah besar. Kondisi muara saluran kemih yang sempit dan tertutup kulup dinamakan fimosis.

Apakah fimosis merupakan kelainan yang normal ?
Ya, merupakan kondisi yang normal pada anak bayi dan anak balita, bilai dengan bertambahnya usia, kulit prepusium yang lengket ke glands penis akan terlepas semua dengan sendiri nya sampai usia 7-8 tahun. Ujung penis tak tampak tanda peradangan, tidak nyeri atau bengkak, tidak ada jaringan parut. Bila sampai usia pubertas (akil balig) masih menutup dinamakan fimosis patologik (kejadian ini satu sampai 5 %).

Bagaimana fimosis merupakan kelainan yang tidak normal (patologis )?
Apabila penyempitan ujung preputium (kulit pembungkus penis / kulup) disebabkan oleh fibrosis (jaringan parut yang menebal ) pada ujung prepusium akibat adanya radang . Pada kondisi ini prepusium tidak bisa ditarik karena kaku dan lengket, sampai usia pubertas tetap sempit.
Peradangan seperti balanopostitis (balanitis) yaitu radang pada kepala penis (glands)dan kulitnya. Gejala pada fimosis ini adalah balanitis kronik atau berulang dan kesulitan berkemih.
Balanitis sukar disembuhkan dengan pembersihan biasa pada glands penis dan kulitnya. Tentunya bisa menyebabkan retensi smegma (kotoran berwarna putih akibat bercampurnya sisa urine, bakteri, sel sel mati sekitar glands penis) akan berperan pada proses kelainan ini.
Resiko keganasan atau kanker kulit glands penis atau permukaan dalam prepusium, meningkat pada anak yang fimosis di usia tuanya, bila tidak disirkumsisi (sunat).

Apa Gejala dan tanda Fimosis ?
Umumnya berkemih tidak terganggu pada fimosis, tetapi kadang lubang kemih begitu kecil dan sempit sehingga penderita sukar berkemih. Kadang melebar seperti balon ditiup, ketika berkemih air kemih terlebih dahulu keruang antara glands penis dan kulit prepusium. Pancaran air kemih kecil dan panjang. Saat ereksi kadang terasa nyeri, kemih berdarah (hematuria), infeksi saluran kemih dan nyeri pada prepusium.

Bagaimana cara penanggulangan fimosis ?
Dalam kepustakaan fimosis yang sering meradang dan bengkak, bisa ditanggulangi dengan salep anti peradangan, tetapi bila sering kambuh dan sering tejadi balanitis sebaiknya disirkumsisi.

Apakah ada penyakit lain menyerupai fimosis ?
Ya, pada saat ibu terlalu kuat menarik kulit prepusium fimosis, sehingga kulit dipaksa lepas dari glands penis akan mencekik glands, kondisi ini disebut parafimosis. Parafimosis merupakan kondisi yang berbahaya, yang dapat menyebabkan glands penis yang tercekik kulit akan membengkak dan kebiruan, karena aliran darah tersumbat, bayi atau anak akan kesakitan.. Darurat ! harus segera ke IGD/dokter untuk dibebaskan atau sirkumsisi. Kelainan lainnya adalah penyempitan pada lubang keluar saluran kemih (striktur meatus uretra) tanpa disertai fimosis.

Simpulan: pasien dengan fimosis jarang memerlukan sirkumsisi darurat atau harus segera dibawa ke IGD. Buat orang tua harus sering membesihkan alat kelamin, jangan sampai terjadi infeksi. Indikasi sunat selain agama atau kepercayaan, juga untuk pengobatan seperti pada fimosis patologik, atau parafimosis, untuk pencegahan kanker kulit penis.

Sumber: Room for Children

Friday, April 3, 2015

Jogja Istimewa (1)

Jogja,, Jogja,, kota istimewa,,,,

Jogja terbentuk dari rindu, , dan angkringan ditambah persahabatan dan kenangan. 

Amboi, aku memang bisa dibilang belum terlalu sering ke Jogja masih bisa dihiting jari. Tapi setiap moment ke Jogja memang selalu membawa kenangan dan keistimewaan tersendiri.

Aku ingat betul, awal ke Jogja itu ketika kelas tiga SMP saat study tour. Seperti tour pada umumnya setiap kali ke Jogja pasti akan keliling Borobudur, Prambanan, Parisnya Jogja a.q.a pantai Parangtriris dan diakhiri dengan wisata belanja di Malioboro. Awal berangkat kunjungan temenku, Ribut, yang paling jail dulu waktu kelas satu tapi sempet berdarah kepalanya gak sengaja gara-gara aku :D, maboknya gak ketulungan dari awal berangkat sampai teler. Aku duduk di dekat pintu depan, berasa kayak kondektur, dekat guru Seni. Semua menyenangkan dan berjalan lancar sampai pada akhirnya, pas mau pulang Sigit, sepupuku, kehilangan kameranya. Waktu itu masih pake roll film merk Fujifilm kalau tidak salah. 

Sebetulnya, aku gak tau persis gimana kejadiannya, kamera itu pindah-pindah tangan. Aku sih gak memegangnya karena aku cukup sadar diri itu barang mahal. Situasinya memang lumayan crowded, karena pas teman-teman pada selesai belanja dan foto-foto mereka berjejalan masuk bus barengan dengan pedagang asongan yang menjajakan dagangan. Meski sebenarnya sudah dilarang, tapi tetap memaksa mereka. Memang sih, waktu itu aku sempat mendengar mereka menitipkan kamera tapi aku gak terlalu ngeh karena sibuk beberes. Aku juga tidak tahu pastinya dimana mereka menaruh kameranya.

Begitu pas bus sudah jalan atau sudah sampai di sekolah gitu yah baru sadar dia kalau kameranya tidak ada. Aku juga tidak paham, tapi semua orang seolah menyalahkan aku dan menuduhku menghilangkannya. Meskipun aku sepupunya tentu saja aku tidak enak hati, apalagi aku tidak punya cukup biaya untuk mengganti biayanya. Terlebih lagi, rasanya kurang fear kalau hanya aku yang menggantinya karena kamera itu pindah-pindah tangan. Bisa kameranya terjatuh ketika diletakkan di tas di dekat pintu masuk depan bus atau ada yang "mengambilnya". Namun, semua itu sudah berlalu mudahan sudah saling mengikhlaskan yah :) 


Tips Memilih Beras

Sebenarnya penasaran bin bingung sih yah. Ceritanya abis beli beras 10 liter di Acil langganan. Biasanya sih beras aman ajah dan selalu dapat diskon setiap pembelian. Tapi kemarin itu, gak biasanya beras yang aku beli beberapa hari tiba-tiba berubah warna menjadi kehitaman, buanya juga agak apek. Namun, sampai terakhir kali masak masih enak dan aman diperut.

Sayangnya aku belum sempat ke tempat Acil untuk minta klarifikasi (ecieh). Iyah ini penting karena menyangkut tanggung jawab penjual dan kepuasaan konsumen. Mudahan ini tidak berbahaya dan karena salah teknis. Bukan karena beras raskin yang dikomersilkan. FYI, Acil ini biasanya kulakan langsung dari petani soalnya. Positif thinking saja sambil tetap mutar otak untuk menyiasati beras yang masih sisa sekitar lima liter lagi.

Ke depan, agar lebih hati-hati lagi, mengutip dari sebuah web, maka berikut adalah beberapa cara untuk memilih beras :

Beras yang baik berwarna putih, tetapi tidak terlalu putih transparan.

Beras yang baik tidak berbau apek. Untuk itu, sebaiknya Anda mencium beras sebelum membelinya.

Beras yang baik jika digigit terasa keras dan tidak rapuh. beras yang rapuh biasanya mengandung air. Beras yang banyak mengandung air ini tidak tahan lama jika disimpan. Hal ini disebabkan ulah pengusaha beras yang nakal membasahi beras untuk menambah berat beras.

Beras yang baik jika dirasa tidak pahit. Rasa pahit ini biasanya disebabkan oleh adanya bahan pemutih yang sangat berbahaya bagi kesehatan Anda.

Beras yang baik jika diremas dan dilepaskan lagi tidak menempel di tangan Anda. Beras yang menempel di telapak tangan Anda biasanya mengandung zat pelicin yang kurang baik bagi kesehatan Anda.

Sebagian beras yang putih memiliki kandungan gizi lebih rendah karena warna putih beras ini diperoleh dengan cara menggiling beras dua kali dengan mesin.

Sebagian beras yang putih mengatndung zat berbahaya karena ada sebagian orang yang menggunakan zat pemutih untuk memutihkan beras. 

Source: thecrowdvoice.com