Friday, November 6, 2015

Sandal Hotel

Orang kebanyak memiliki hobi yang unik dan bermacam-macam. Namun saya barangkali termasuk satu yang memiliki hobi agak nyentrik yaitu mengoleksi sandal hotel. Bukan hanya memiliki sebenarnya, tetapi juga memakainya :D

Saya baru-baru ini saja menyadari hal ini, terutama ketika hamil anak keempat. Awalnya saya pikir karena pengaruh ngidam, tetapi ternyata sudah cukup lama saya melakukan hal ini-ini. Sekitar 2007-an saya gemar mengumpulkan sandal-sandal hotel tersebut.

Awalnya berangkat dari sebuah ketidaksengajaan yang beriringan dengan hobi plesir gratisan menemani para pejabat kampus. Yap, saya adalah mantan reporter kampus. Jadi biasanya suka ngekor kemana mereka pergi, untuk liputan tentu saja hehehe 

Entah bagaimana ceritanya, tapi dari satu hotel ke hotel lainnya yang membuat saya tertarik justru sandal hotelnya. Rasanya nyaman memakainya, meskipun saya lebih suka ndlamak sebenarnya :P Kemudian model, bentuk, dan bahannya ternyata bervariasi. Ketertarikan itu ternyata berlangsung sampai sekarang. Kapanpun ketika ada kesempatan menginap di hotel atau semacamnya, hal pertama yang akan saya tanyakan adalah "apakah sandal hotelnya boleh dibawa pulang" hahahahaha KOnyol memang, tapi apalah daya. Kemudian, jika hotel mneyediakan loundry bag, biasanya juga saya tanyakan apakah itu include boleh dibawa pulang hihihihi 

Sebagai kolektor sandal hotel, saya tidak memiliki rak atau tempat khusus sebagai penyimpanan karena sebagian besar saya pakai. Jadi, sandal-sandal hotel itu saya berdayakan untuk di rumah sebagai sandal di dalam rumah, sandal ke dapur, sandal khusus untuk sholat, sandal di tempat kerja, dan satu sandal hotel spesial saya yang saya dapatkan waktu di Malang dan menemani selama ekskavasi arkeologi di Kalimantan Selatan, saya simpan baik-baik di salah satu situs kolonial di sana.

Saturday, October 24, 2015

For Our Children

  1. Siapa/apa yang membuatmu tertawa di sekolah hari ini?
  2. Siapa temanmu yang paling konyol di kelas? Mengapa ia konyol sekali?
  3. Apa tempat yang paling kamu sukai di sekolah?
  4. Di mana kamu paling sering menghabiskan waktu saat jam istirahat?
  5. Dengan siapa kamu bermain/beraktivitas di jam istirahat?
  6. Apa kata/cerita aneh yang kamu dengar hari ini?
  7. Apa topik yang sedang hangat dibicarakan oleh teman-temanmu?
  8. Siapa yang kamu bantu hari ini? Apa yang kamu lakukan untuk membantunya?
  9. Siapa yang membantumu hari ini? Apa yang dia lakukan untuk membantumu?
  10. Kalau bisa memilih, kamu ingin duduk sebangku dengan siapa?
  11. Kalau ada murid baru datang untuk bertukar tempat dengan salah satu temanmu di kelas, siapa teman yang kamu pilih untuk bertukar tempat dengan murid baru tersebut? Mengapa?
  12. Adakah temanmu yang absen hari ini? Apakah suasana kelas berubah tanpa dia?
  13. Jika besok kamu bisa belajar satu hal saja di kelas, apa pelajaran yang kamu pilih?
  14. Jika besok kamu bisa menjadi guru, topik/pelajaran apa yang ingin kamu ajarkan?
  15. Apa hal yang kamu tanyakan hari ini di kelas? Mengapa kamu menanyakannya?
  16. Jika kamu bisa mengubah hari ini ke dalam sebuah lagu, seperti apa kira-kira nadanya? Bernada gembira? Sedih? Datar-datar saja? Santai?
  17. Hal apa yang paling kamu nantikan hari ini di sekolah? Apakah hal tersebut terjadi/tidak? Bagaimana perasaanmu?
  18. Hal apa yang bisa lebih sering kamu lakukan di sekolah?
  19. Kegiatan apa yang mungkin tidak perlu kamu ulangi di sekolah?
  20. Kalau nanti gurumu datang ke rumah, kira-kira apa yang beliau ceritakan pada Ayah Ibu?
*sumber: temankita.com

Saturday, October 17, 2015

Prepare Lahiran

Isi tas mama:
•    Baju tidur dengan kancing di depan (untuk menyusui) dan baju untuk pulang.
•    Pakaian dalam, bra menyusui dan breast pad.
•    Gurita atau korset, dan alat pompa ASI.
•    Pembalut khusus setelah melahirkan.
•    Keperluan mandi dan make up seperlunya.
•    Bahan bacaan atau mp3 player untuk teman pengusir bosan.
•    Kartu rumah sakit, ponsel dan daftar nomor telepon penting.

Isi tas bayi:
•    Popok kain, atau popok sekali pakai ukuran newborn.
•    Baju, celana, dan topi bayi.
•    Kaus kaki, sarung tangan, dan selimut.

Friday, October 9, 2015

Cara Alami Induksi Persalinan

Ketika kehamilan seorang ibu, usia kehamilannya menginjak 40 minggu dan belum ada tanda-tanda persalinan biasanya langsung penasaran dan cari tahu bagaimana caranya agar sesegera mungki ada tanda-tanda persalinan, dengan berbagai alasan dan yang terbanyak adalah takut nanti harus di SC. Tak ada salahnya Anda tahu bagaimana caranya menginduksi persalinan secara alami.

Ini bisa dilakukan sejak 38 minggu usia kehamilan, karena pada dasarnya usia 38 minggu janin sudah Viable/mampu hidup dan sudah matang/ matur dnegan melakukan induksi alamis ejak 38 minggu di harapkan saat usia kehamilan Anda menginjak 40 minggu maka Anda bisa melahirkan.

Berikut ini beberapa TIPS dan TRIKs untuk melakukan induksi alami dalam persalinan Anda:
Pertama dan Paling Penting adalah Relax!
Persalinan tidak akan mulai jika Anda sedang tegang, khawatir atau berusaha keras untuk memulai persalinan. Cobalah mandi air hangat dalam cahaya lilin. Anda bisa pergi ke tempat pijat profesional (SPA ibu Hamil misalnya, atau ke layanan kesehatan yang menyediakan Pregnancy Massage) dengan tujuan Anda dapat melakukan relaksasi. Akupunktur dan akupresur, karena fokus pada bidang utama tubuh, juga membantu menginspirasi persalinan. Selain itu, beberapa wanita mengandalkan aromaterapi, khususnya aroma menenangkan dari clary sage/lavender, untuk bersantai.

Cobalah untuk melakukan sesuatu yang istimewa untuk diri sendiri setiap hari-terutama jika Anda melewati tanggal “due date”. Anda bisa melakukan manicure, coba makan malam di sebuah restoran baru, melihat film favorit atau pergi keluar untuk membeli es krim bersama pasangan Anda. Yang penting buatlah kegiatan yang benar-benar membuat Anda bersantai dan rileks.

Kedua, Anda juga bisa mencoba visualisasi atau meditasi.
  • Tutup mata Anda dan mengambil beberapa napas dalam-dalam melalui hidung dan keluar melalui mulut Anda.
  • Dapatkan konektivitas/hubungan dengan tubuh Anda (focus pada tubuh Anda), mulai dengan jari-jari kaki Anda sampai wajah Anda.
  • Bayangkan sebuah bunga yang hendak mekar, membuka perlahan tiap kelopaknya, ketika Anda bernapas masuk dan keluar.
  • Bayangkan wajah dan bentuk bayi Anda dan bayangkan dia dilahirkan dengan lembut dan damai.

Tidak hanya teknik bersantai/rileks saja yang Anda perlukan, namun memakai pikiran / koneksi tubuh. Melakukan visualisasi bayi yang lahir, bisa menjadi cara alami untuk memperlancar persalinan yang Anda butuhkan.

Ketiga, SEKS
Seks adalah trik yang paling terkenal lumayan Ampuh untuk memulai persalinan. Semen yang terkandung dalam sperma mengandung prostaglandin, sebuah hormone alami yang mampu menginduksi persalinan, karena dia dapat berfungsi untuk mematangkan dan melunakkan leher rahim Anda. Jika Anda menggunakan teknik ini, jangan segera bangun dan mengangkat pinggul Anda untuk membantu air mani tetap pada leher rahim. Hal ini akan membantu untuk menipiskan dan melebar jalan lahir.

Namun, pada akhir kehamilan, banyak perempuan yang tidak mood untuk berhubungan. Padahal sebenarnya sederhana kok, buatlah kegiatan yang penuh kasih yang merupakan bagian dari foreplay normal yang akan membantu Anda membangkitkan Mood dan gairah.Female orgasme telah dikenal mampu untuk membuka leher rahim hingga dua sentimeter. Anda juga dapat meminta pasangan Anda untuk merangsang puting susu Anda dengan lembut, atau meletakkan sebuah handuk kering yang hangat sekitar satu atau dua menit dan letakkan di payudara Anda. Ini mendorong pelepasan oksitosin. Namun Jangan lakukan ini terus-menerus. Untuk beberapa wanita, kontraksi dimulai dalam waktu 20 menit setelah melakukan hal ini. Jika setengah jam atau lebih berlalu, berhenti dan mungkin mencobanya lagi lain hari.

Keempat, "Bump" atau "Swing" untuk bersalin

Ada juga trik yang melibatkan "bumping" atau "ayun" bayi ke dalam panggul. Ini termasuk anda melakukan ayunan di taman. Anda juga dapat mencoba mengendarai mobil di jalan bergelombang. Namun lakukan dengan lembut jangan sampai melompat-lompat lho! Yang pasti kegiatan ini bisa untuk mermacu bagian terendah janin turun ke dasar panggul.

Ke lima, Jalan kaki

Jalan kaki atau perlahan-lahan mengayuh sepeda mungkin mulai kontraksi. Posisi tubuh tegak akan menempatkan tekanan pada leher rahim, yang dapat mendorong untuk turun dan kontraksi. Pastikan untuk minum banyak cairan, mempertahankan suhu tubuh Anda dan dengarkan tubuh Anda. Jika tubuh Anda lelah atau memberitahu bahwa Anda harus berhenti-ya dengarkan!

Keenam, Berbicara dengan Bayi Anda

Studi terbaru menemukan bahwa bayi mulai siklus hormon yang kompleks saat persalinan. berbicar dan pastikan dia merasa diterima. Katakan padanya pada bayi yang masih di kandungan memang seolah-olah Anda melakukan hal yang konyol (masak berbicara sendiri?) namun ini ternyata sangat penting, lakukan sambil relaksasi dan katakana pada bayi Anda tentang harapan dan impian untuknya. Ini akan menciptakan beberapa kenangan indah dan memberikan Anda kesempatan untuk membangun ikatan dengan bayi Anda saat Anda mencoba cara alami untuk menginduksi persalinan.


Ketujuh, Diet Penambahan
Ada juga diet perubahan yang mungkin akan tidak merangsang kontraksi, tetapi akan membantu melunakkan leher rahim Anda. buah-buahan tropis seperti kiwi, mangga dan nanas mengandung enzim yang dapat menyebabkan kontraksi ringan. Red raspberry daun teh juga bisa memendekkan leher rahim dan ini sangat bagus bagi perempuan pada setiap tahap siklus reproduksi mereka. Penting bagi Anda untuk memastikan Anda tidak alergi terhadap salah satu dari mereka.

Beberapa wanita melaporkan bahwa makan makanan pedas juga telah membantu merangsang kontraksi. Jika tidak memberikan gangguan pencernaan, mungkin iini bisa menjadi cara alternative yang membantu.

Kedelapan, Lakukan Accupresure
Ini adalah cara yang sangat alami dan aman untuk merangsang adanya kontraksi. Karena dengan menekan titik-titik tertentu dalam tubuh seorang wanita , ini dapat merangsang adanya kontraksi. Lakukan dan minta bantuan ahlinya.

Kesembilan, lakukan Endorphin Massage
Pijatan ini akan dapat membantu Anda merangsang munculnya oksitosin dan endorphin sekaligus sehingga kontraksi dapat dimulai.

Kesepuluh, Lakukan pelvic rocking dan birthing ball
kegiatan ini juga sangat bermanfaat dnegen melakukan hal ini Anda akan membantu bagian terendah janin segera masuk ke dasar panggul Anda.
Referency:
ð Natural Pregnancy: A Practical, Holistic Guide to Wellbeing from Conception to Birth is an in-depth view on the more natural ways to approach pregnancy and childbirth.
ð The founder of the Midwives Alliance of North America wrote Ina May's Guide to Childbirth . It shares many methods and personal stories, and also imparts the importance of the mother's positive mindset toward pregnancy and delivery.
ð Discovery Health has a comprehensive pregnancy center to find more facts and resources.

Semoga bermanfaat
Salam Hangat
Yesie Aprillia

Posisi Melahirkan

Melahirkan dengan nyaman ternyata  tergantung pada posisi. Temukan Yang Pas!

Anda bisa mencoba posisi-posisi melahirkan berikut ini untuk membuat Anda nyaman, namun konsultasikan dengan dokter atau bidan yang akan membantu persalinan Anda, terutama bila kehamilan berisiko.  Berlatihlah terlebih dahulu berbagai posisi ini sebelum tiba hari ‘H’. 

Posisi berdiri atau setengah jongkok.


Caranya: Untuk mempercepat proses pembukaan, disarankan berjalan-jalan sebelum masuk ruang bersalin. Ini juga merangsang janin turun ke rongga panggul. Jika sudah merasa waktunya tiba, masuklah ke ruang bersalin. Berpeganglah pada tiang, dinding, kursi atau bertumpu pada tangan suami. Lebarkan kaki sedikit untuk memberi jalan bayi . Dalam prakteknya Anda bisa setengah jongkok sambil mengejan. Dokter atau bidan harus sudah siap dengan posisi berlutut atau berjongkok untuk menangkap bayi. 


Keuntungan: Posisi ini bisa mengurangi rasa tidak nyaman melahirkan. Proses lebih mudah karena dibantu oleh gravitasi yang memungkinkan tulang panggul terbuka dan bayi turun melewati jalan lahir. Ibu juga jadi bisa lebih konstrasi dan tenaga yang dikeluarkan jadi terarah sepenuhnya ke bawah.


Kekurangan: Dokter atau bidan agak kesulitan bila harus memantau perkembangan pembukaan jalan lahir dan melakukan episiotomi–pengguntingan mulut rahim untuk memperlebar jalan lahir.

Posisi jongkok


Caranya: Saat mulut rahim terbuka dan masuk fase pembukaan, ibu bersiap dalam posisi jongkok. Dengan begitu bagian pinggul secara otomatis dimiringkan. Kekuatan berat dari bayi akan menekan ke bawah. Dalam posisi jongkok, ibu harus didukung posisi tubuhnya dari belakang, mulai dari bagian pundak. Bidan berlutut di lantai untuk menangkap tubuh bayi yang lahir.  


Keuntungan: Saat mengejan, ibu seringkali tidak tahu kemana tenaganya harus disalurkan. Pada posisi tegak lurus, tekanan dari bayi memberi arah ke bawah secara otomatis sehingga mempercepat proses kelahiran. Memudahkan ibu bernafas dan konsentrasi. Peran ayah sangat dibutuhkan tidak hanya sekadar memberi semangat namun membantu sebagai sandaran tubuh ibu dari belakang.


Kekurangan: Posisi ini membebani bagian lutut dan punggung. Untuk mengurangi beban pada lutut dan punggung, Anda bisa bersandar pada suami.  Bagi dokter dan bidan, posisi  ini menyulitkan mereka memeriksa vagina dan jalan lahir. 
  
Posisi empat kaki 


Caranya: Ibu  berlutut dan tangan menyentuh lantai secara tegak lurus untuk menopang tubuh. Sehingga berat tubuh terbagi dua sama rata antara kaki dan tangan. Posisi ini tidak harus dilakukan di atas lantai, tapi dapat juga dilakukan di atas tempat tidur. 


Keuntungan: Ibu punya banyak peluang untuk menggerakkan pinggulnya dibandingkan dengan posisi duduk atau berbaring. Sehingga pinggul bebas melakukan gerakan berputar atau miring. Dengan begitu bayi terbantu mencari jalan lahir. Posisi empat kaki ini baik, untuk janin berukuran besar. Ibu bisa terhindar dari sakit bagian punggung dan bisa mengurangi risiko episiotomi. 


Kekurangan: Detak jantung bayi tidak dapat diukur dengan baik. Ibu membutuhkan kekuatan yang lebih di tangan untuk menyangga tubuhnya. Jika tidak ia akan jatuh terkungrap. 

Posisi berbaring


Caranya: Posisi ini paling sering digunakan untuk melahirkan. Alternatif lainnya dengan posisi miring ke kiri dan kaki kanan diangkat dan diganjal sehingga bisa menunjang bayi keluar. Jika memilih anestesi seperti epidural (ILA-Intrathecal Labor Analgesia), begitu mulai mati rasa dari pinggang ke bawah, Anda dapat berguling ke sebelah kiri dan meletakkan banyak bantal di antara dua kaki. Minta suami  mengangkat kaki kanan bila perlu.  


Keuntungan: Posisi ini memudahkan dokter atau bidan memeriksa kondisi bukaan jalan lahir. Mereka tidak perlu jongkok atau bungkukkan badan. Semua perangkat untuk membantu dan memantau persalinan dapat dengan mudah dipasangkan.


Kekurangan: Tekanansaat mengejan tidak sepenuhnya ke bawah. Otot-otot pinggul juga perlu diangkat sehingga malah mempersempit mulut rahim. Seringkali ibu  merasa sudah akan melahirkan, tapi ternyata belum. Mulut rahim menekan pembuluh darah cava yang memasok oksigen pada darah ibu dan bayi  sehingga bisa berisiko  perdarahan. 

Posisi duduk di dalam air


Caranya: Duduk sedikit miring sambil bersandar di kolam oval berukuran besar dengan air setinggi dada bersuhu 37°C. Bayi dilahirkan dalam air. Refleks berenang bayi akan membuka saluran nafasnya. Meski begitu, bayi berisiko tertelan air sehingga dibutuhkan bantuan bidan atau dokter untuk mengangkat bayi langsung dari air. Metode ini harus memperhatikan riwayat kesehatan ibu hamil .  

 
Keuntungan: Ibu bisa merasa lebih santai dan bernafas dengan bebas sehingga bayi bisa mendapatkan cukup oksigen. Nyeri kontraksi berkurang dan proses persalinan lebih  efektif dan lancar. 


Kekurangan: Bila terjadi komplikasi, cara ini kemungkinan minim reaksi, sehingga pertolongan bisa terlambat. Darah, urin, air ketuban dan feses  bisa masuk ke dalam air.  Melahirkan di dalam air tidak disarankan untuk ibu penderita jantung, tekanan darah tinggi, diabetes dan gangguan penglihatan. 



POSISI - POSISI DALAM PERSALINAN

Tak ada posisi melahirkan yang paling baik. Posisi yang dirasakan paling nyaman oleh si ibu adalah hal yang terbaik. Namun umumnya, ketika melahirkan dokter akan meminta ibu untuk berbaring atau setengah duduk. Namun pada saat proses melahirkan berlangsung, tidak menutup kemungkinan dokter akan meminta ibu mengubah posisi agar persalinan berjalan lancar. Misalnya, pada awal persalinan ibu diminta berbaring, namun karena proses kelahiran berjalan lamban maka dokter menganjurkan agar ibu mengubah posisinya menjadi miring. Berbagai studi ilmiah tentang pergerakan dan posisi persalinan pada kala I dilakukan yang membandingkan dampak berbagai posisi tegak (upright position) dengan posisi horizontal (supine) terhadap nyeri dan kemajuan persalinan. 

Berdasarkan review yang dilakukan oleh Simkin & Bolding (2004) terhadap 14 studi intervensi terkait, menunjukkan bahwa: tidak ada ibu yang menyatakan bahwa posisi horizontal lebih meningkatkan kenyamanan dibandingkan posisi lainnya, berdiri lebih meningkatkan kenyamanan dibandingkan berbaring atau duduk, duduk lebih meningkatkan kenyamanan dibandingkan berbaring jika dilatasi serviks kurang dari 7 cm, posisi tegak -duduk, berdiri atau berjalan- menurunkan nyeri dan meningkatkan kepuasan ibu, dan posisi tegak tidak memperpanjang masa persalinan dan tidak menyebabkan cedera pada ibu yang sehat. 

Sedangkan Review sistematis terhadap sembilan studi intervensi tentang posisi ibu di kala I persalinan yang dilakukan oleh Souza et al (2006) menunjukkan bahwa mengadopsi posisi tegak atau ambulasi aman bagi ibu dan memberikan kepuasan karena adanya kebebasan untuk bergerak. Tetapi dikarenakan kurangnya bukti yang signifikan dan keterbatasan penelitian-penelitian yang ada, maka keuntungan poisisi tegak belum dapat direkomendasikan untuk memperpendek durasi persalinan dan meningkatkan kenyamanan ibu. Baik seorang primipara maupun seorang multipara bergantung posisi yang lebih nyaman ibu rasakan itulah yang akan dipilih oleh ibu pada saat persalinan. Setiap ibu yang akan bersalin berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain.

Sumber: