Showing posts with label Oun Diary. Show all posts
Showing posts with label Oun Diary. Show all posts

Monday, January 18, 2021

Hikmah Banjir

HIKMAH BANJIR

~DeeaiDa~

 

            Perkenalkan. Aku Aida, salah satu pengungsi banjir di salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan. Saat ini di beberapa titik banjir mulai surut, namun di titik-titik lainnya banjir masih menggenang. Khususnya banjir karena pasang. Alhamdulillah, bantuan tak hentinya berdatangan, pun para relawan yang tak patah arang bergotong royong, kayuh baimbai, kata orang Banjar. Stay safe always semuanya….

Salah satu hikmah banjir ini bagiku yang memang seorang perantauan di banua ini adalah aku jadi tahu beberapa kosa kata baru Bahasa Banjar. Misalnya: Bakayau, Calap, Lancat, Limpas, Lunglup, Maristaan, dan Mamarina. Khusus Mamarina ini yang menurutku paling epic karena kupikir awalnya adalah nama orang, tapi ternyata bukan. Lebih merujuk pada sebuah panggilan umum saja. Ah, kemana saja aku selama ini hingga baru saja mengetahuinya. Hehehe..

Salah kedua hikmah banjir, semoga yang masih jomblo (ada yang) dapat jodoh. Aamiin. Emang ada.

Ada.

Serius.

Pengalaman tetanggaku, waktu banjir besar 1994 di sebuah dusun Bojonegoro.

Kala itu, aku masih enam tahun, kelas 1 SD. Harusnya masih TK, tapi entah bagaimana ceritanya aku mengikuti temen-temen yang usianya satu-dua tahun di atasku sekolah. Jadinya, waktu kelas 1 SD itu statusnya ngenger/nunut.

Menjelang tengah malam, tiba-tiba terdengar bunyi kentongan dipukul berkali-kali, (waktu itu masih musim ronda), suara derap kali yang menggema, serta gemuruh air di belakang rumah yang memang jaraknya sungai tidak terlalu jauh dari sungai.

Aku mengerjap. Perlahan beringsut. Kulihat ayah dan ibu sibuk lalu-lalang menaikkan barang-barang dan hasil panen ke tareng. Nampak ibu juga membungkus beberapa helai pakaian dan entah apalagi. Tiba-tiba, kaki sudah basah oleh air yang entah sejak kapan sudah menapaki rumah. Cepat sekali air meninggi dalam hitungan detik. Ibu segera berlari menggendongku untuk mengungsi ke tempat lebih tinggi. Sementara ayah memastikan rumah aman dan mengunci pintu dari luar.

Awalnya, kami mengungsi ke rumah tetangga, sambil memantau debit air. Namun, seolah dicurahkan begitu saja, air sudah menggenang hingga separuh rumah dengan arus yang lumayan kuat berputar-putar di halaman rumah nenek. Setidaknya itu yang ku ingat sebelum berangsek ke masjid untuk menghindari genangan air yang seolah hendak menarik kaki ke dalamnya.

Saat itulah, aku sempat mendengar ada yang berteriak minta tolong. Suara seorang wanita yang hanyut terbawa arus. Tidak begitu jelas raut wajahnya, hanya teriakan dan tangan yang menggapai ke atas dan terus bergerak ke belakang menuju sungai. Dengan cekatan, seorang lelaki terjun menolongnya. Wanita tersebut berhasil dijangkau. Kemudian mereka berpegangan pada tiang di sisi seberang rumah nenek. Beberapa orang kemudian dating membawakan tali dan lampu petromak sebagai penerang. Perlahan mereka akhirnya bisa menepi. Dari situ lah, mereka kemudian berjodoh dan menikah. Langgeng sampai hari ini. Masyaallah tabarokallah..

Sementara aku, pada akhirnya mengungsi ke tempat Pakde karena masjid penuh. Di sana pun penuh dengan pengungsi lainnya. Kami berdesakan di kamar, berbagi tempat tidur. Tetap saja, aku tidak bisa memejamkan mata barang sebentar. Rasanya malam itu begitu mencekam dan sangaat panjang. Entah sudah berapa lama banjir mengepung dusun kami kala itu, karena rasanya hari tak kunjung berganti.

Setelah surut, aku tetap diminta ibu bertahan di rumah Pakde. Sesekali ayah dan ibu menengokku sembari pulang untuk beberes rumah pascabanjir. Butuh berhari-hari untuk membersihkan dan mengeringkan rumah. Meski tidak banyak perabot di rumah (waktu itu belum ada satupun peralatan elektronik, hanya lampu itupun baru beberapa yang terpasang karena listrik baru saja masuk desa), namun tetap saja porak-poranda diterjang banjir. Apalagi lantai rumah dari tanah liat bercampur lumpur. Jadi, ayah menyiasati dengan menaburkan dedek persak pada titik-titik tertentu di dalam rumah agar tanah lebih padat dan bisa dilalui. Beberapa juga ditumpagi widik agar lebih nyaman ketika kaki menapak.

Sesekali aku menengok rumah karena mulai jenuh. Tentu saja, aku bermain dengan teman-teman di sepanjang jalan sambil mencari temuan. Aku, secara khusus mencari uang ayah yang ikut hanyut. Uangnya biasa disimpan di dalam bungkus rokok. Kebiasaan ayah dari dulu, namun semenjak berhenti beberapa tahun belakangan merokok sudah tidak lagi. Tentu saja tid ketemu. Kami justru menemukan barang-barang lain yang tersangkut karena banjir. Jika menemukan sesuatu kami akan berteriak, mengumpulkannya, lalu melaporkannya kepada orang dewasa. Mereka kemudian akan menanyakan kepemilikannya. Beberapa ternak sudah tid terselamatkan lagi.

Selang beberapa hari, nampaknya ada bantuan datang entah dari mana. Tidak terlalu lekat di ingatan. Namun yang pasti saat itu kami anak kecil dikumpulkan dan ketika pulang aku sudah menenteng peralatan sekolah berupa buku dan alat tulis. Selebihnya entahlah, yang pasti saat itu aku bahagia.. Beberapa bukuku juga ikut hanyut dan tak layak lagi. Tak sabar, akupun bergegas pulang dengan senyum merekah sembari memeluk buku dan alat tulis. Ingin segera mengabarkan pada ayah bahwa aku akan sekolah lagi.

Salah ketiga hikmah banjir adalah aku memberanikan diri untuk menjejakkan karyaku ini di KBM. Entahlah, aku merasa supan, mengingat sudah lama menjadi silent reader saja. Mohon krisannya ya kak.. mohon dibetulkan juga jika ada kata yang kurang tepat. Terima kasih sudah berkenan membaca.

Salam dari pengungsian.

 

Catatan:

* Bakayau/behayau = menceburkan diri dan berjalan di air tergenang

* Calap = banjir/ kebasahan

* Kayuh Baimbai = gotong royong

* Lancat = kondisi kaki keriput karena keseringan kena air

* Limpas = air berlebih

* Lunglup = kebesaran

* Maristaan = meratapi keadaan

* Mamarina = panggilan umum untuk paman atau bibi

* Supan = malu

* Ngenger/Nunut = ikut orang/ikut-ikutan

* Dedek Persak =sampah kasar hasil menggiling padi

* Tareng = sebuah tempat penyimpanan khusus dua tingkat yang terbuat dari bambu

* Widik = alat khusus untuk menjemur tembakau


Saturday, November 12, 2016

Tragedi Kecapi

Jadi, ceritanya Minggu lalu saya ke pasar Anjir setelah hampir setahun pindah rumah tidak kesana. Motivasinya sederhana ingin beli buah dan sayur karena di pasar Anjir terbilang super murah dan dapat banyak, terlebih yang jualan rata-rata orang Jawa yang lama transmigrasi ke Kalimantan. 

Minggu itu agak beda karena saya membawa krucil-krucil yang tidak bisa ditinggal. Sambil gendong Timi saya keliling mencari tomat, nangka, dan sirsak sesuai request Babah. 

Setelah mengelilingi seluruh pasar, iyah semua area pasar saya telusuri tidak ada satu pun yang jualan nangka. Amang bilang lagi tidak musim dan jarang laku kalaupun berjualan nangka. Okay, jadilah beli tomat buah setengah kilo karena lagi mehong hiks

Berikutnya, karena hanya ada satu acil yang berjualan sirsak itupun masih mentah, saya pun terpaksa beli dengan harapan dua hari setelah di-param sirsak akan matang dengan sempurna. 

Dalam perjalanan pulang, mata saya tertuju dengan buah kuning yang banyak dijual orang hari itu. Yup, kecapi. Buah khas Kalimantan yang kulitnya kuning agak berbulu, keras, dan asam rasanya. Namun, bukan buah kecapi yang disusun model segitiga, tetapi hanya sebiji buah kecapi teroggok di sudut tiang tempat acil berjualan gumbili (singkong). Hati saya galau seketika saat itu. Satu sisi menyuruh mengabaikan, sisi lainnya mendorong untuk mengambilnya. Eman, bisiknya lirih.

Entahlah, rupanya keinginan untuk mengambil kecapi tunggal itu ternyata lebih kuat. Spontan saya berbalik arah menuju tempat kecapi tunggal dan memungutnya begitu saja, tanpa babebo dengan acil atau pembeli lainnya. Dan, pluk, kecapi mendarat di tas belanja bergumul dengan sirsak mentah, tomat, dan kerupuk. 

Sesampai di rumah, kecapi saya belah dan hanya saya yang mencicipi. Babah dan krucil-krucil gak ada yang ngincip secuilpun. Kecapi sisa sebelah, karena tidak ada yang berminat saya simpan setengahnya di kulkas. 

Minggu itu, kami quality time seperti biasa. Bermain dan bercanda sambil makan kenyang sekeluarga. Subhanallah.... 
Alhamdulillah....


Tibalah Senin, seperti biasa saya dan Babah puasa. Scary Monday diawali dengan bangun kesiangan. Jadi gelabakan karena belum menyiapkan makan untuk Tomo dan Timi. Buru-buru saya pun berangkat ngantor. 

Di kantor, entahlah rasanya tiba-tiba badmood. Jadi malas bicara, akhirnya saya pake masker dan berusaha fokus pada pekerjaan. Tetapi, tetap saja namanya sudah badmood bisa seharian ini kalau sampai tidak ada mood buster *fiuh

Siang harinya, tiba-tiba hujan deras sekali. Saya izin untuk membayar PDAM karena jika lewat dari tengah bulan akan dikenakan denda tiga kali lipat dari denda bulan sebelumnya. Meski sudah memakai jas hujan tetap saja basah kuyup karena ternyata jas hujannya bolong. Hahahahaha....

Sesampai di kantor, ketika akan mematikan motor, tba-tiba melihat kunci motor hanya tinggal talinya saja. Omigod, kemanakah gerangan kunci motor ini huhuhu.... Jadilah copot busi. Pulangnya, minta tolong teman untuk memasang busi kembali karena motor masih posisi on dan pulang dengan perasaan campur aduk.

Babah heran kenapa kunci bisa hilang, sembari mencoba mematikan motor dengan kunci seadanya di rumah. Saya bilang tidak tahu. Lalu kami mengasumsikan barangkali nyangkut jas hujan atau apalah, tapi memang kunci mitirnya sudah longgar jadi suka lepas sendiri. hari itu tapi pas apes sudah lepas kuncinya hilang jua. 

Sebenarnya ini kali kedua kunci motor ilang secara gaib. Kunci motor yang hilang ini adalah kunci serepnya, sednagkan yang hilang sebelumnya adalah kunci asli. Hilang di kantor dengan tetap meninggalkan tali kuncinya. 

Selasa penuh balada pun datang. Saya sudah PD karena kunci sudah beres berkat Babah, namun begitu mau menggunakan motor kunci macet sama sekali tidak bisa digunakan. Akhirnya saya izin telat ngantor karena Babah meyakinkan dapat memperbaiki kuncinya. 

Tik tok tik tok. Waktu berlalu dan kunci belum selesai. Akhirnya kami memustuskan meminjam motor tetangga untuk mencari atau memanggil tukang kunci. Tenyata motor yang dipinjami tetangga limit bahan bakar dan tukang kunci terdekat tidak bisa. Omigod, all is well.... 

Sembari mengumpulkan kesabaran, perlahan motor kami bawa ke bengkel untuk membongkar kunci baru kemudian ke tukang kunci. Sembari menunggu kunci jadi, saya membuat pengakuan kepada Babah tentang kecapi. Meskipun tidak ada hubungannya sebenarnya antara kejadian naas yang saya alami dengan buah kecapi yang seolah-olah saya tumbalkan, tetapi menjadi penting pada akhirnya karena kejadian ini memberikan saya banyak pelajaran.

Alhamdulillah sampai tengah hari selesai juga akhirnya dan saya bergegas menuju kantor.

So, pesan moralnya adalah jangan mudah tergiur untuk mengambil sesuatu yang bukan milik kita, meskipun itu adalah sesuatu yang sepele. 

*nyesekbanget

Monday, July 18, 2016

Mudik Balik 2016

Well, sebenarnya tidak ada agenda mudik tahun ini karena sudah pulang Januari kemarin ketika Bapak berpulangan secara mendadak ditambah mengahdiri walimah adik ipar karena pernikahan terakhir di keluarga suami dan berhalangan hadir waktu acara wisudanya. 

Mudik tahun ini terhitung agenda dadakan dan harus betul-betul putar haluan membenahi pos keuangan yang masih acak adul. Fiuh,,,, Demi ibu,, semuanya demi ibu,, maka jadilah kami mudik :) 

Berhubung tiket harganya selangit dan ibu sakit, jadi saya dan suami berbagi waktu mudik. Suami dan mas Gaza pulang terlebih dahulu, sedangkan saya menyusul bersama Hope karena masih ngantor :( jadilah acara heboh-hebohan mencari nanny untuk menjaga Hope selama saya ngantor. Alhamdulillah,, embah di depan rumah bersedia pas juga bisanya hanya ketika Ramadhan karena hari kerja embah berjualan rempeyek kacang tanah. 

Mudik berjalan lancar H-7 lebaran, saya naik patas karena membawa bayi. Itupun penuh berjejal, syukur ada yang mas-mas yang menawarkan tempat duduknya. Masih ada orang baik di dunia ini :D 

Nah, yang justru agak riweuh adalah ketika akan kembali bekerja pasca libur lebaran. Tiket pesawat sudah dipesan sore hari dan sudah berangkat pagi selepas shubuh dari rumah. Ternyata macet total di Surabaya karena ada perbaikan gorong-gorong. Alhamdulillah, masih terkejar meski waktu mepet sambil ngos-ngosan dan perut keroncongan hahahaha 

Sampe di pesawat, saya naik maskapai merah karena pilihan waktu yang lebih banyak. Maspakai lain terbatas waktu penerbangannya. Entah kenapa sejak take-off sampai landing di dalam pesawat guerah banget seperti naik bus ekonomi, padahal AC di dalam pesawat menyala. Saya perhatikan semua penumpang kipas-kipas menggunakan guidance book dan para bayi menangis kepanasan. Untungnya Hope pintar dan tidak rewel selama perjalanan. Akhirnya, saya inisiatif menyakan kepada pramugari dan dia hanya minta maaf atas keadaan tersebut tanpa menjelaskan lebih lanjut kenapa pesawat menjadi sangat panas. Sebelumnya, ketika sedang check in di counter bahkan, petugas counter berteriak dan menendang barang-barang bagasi penumpang yang sudah final call

Ah, semoga penerbangan kita semakin lebih baik demi kenyamanan dan keselamatan. Aamiin....

Friday, November 6, 2015

Sandal Hotel

Orang kebanyak memiliki hobi yang unik dan bermacam-macam. Namun saya barangkali termasuk satu yang memiliki hobi agak nyentrik yaitu mengoleksi sandal hotel. Bukan hanya memiliki sebenarnya, tetapi juga memakainya :D

Saya baru-baru ini saja menyadari hal ini, terutama ketika hamil anak keempat. Awalnya saya pikir karena pengaruh ngidam, tetapi ternyata sudah cukup lama saya melakukan hal ini-ini. Sekitar 2007-an saya gemar mengumpulkan sandal-sandal hotel tersebut.

Awalnya berangkat dari sebuah ketidaksengajaan yang beriringan dengan hobi plesir gratisan menemani para pejabat kampus. Yap, saya adalah mantan reporter kampus. Jadi biasanya suka ngekor kemana mereka pergi, untuk liputan tentu saja hehehe 

Entah bagaimana ceritanya, tapi dari satu hotel ke hotel lainnya yang membuat saya tertarik justru sandal hotelnya. Rasanya nyaman memakainya, meskipun saya lebih suka ndlamak sebenarnya :P Kemudian model, bentuk, dan bahannya ternyata bervariasi. Ketertarikan itu ternyata berlangsung sampai sekarang. Kapanpun ketika ada kesempatan menginap di hotel atau semacamnya, hal pertama yang akan saya tanyakan adalah "apakah sandal hotelnya boleh dibawa pulang" hahahahaha KOnyol memang, tapi apalah daya. Kemudian, jika hotel mneyediakan loundry bag, biasanya juga saya tanyakan apakah itu include boleh dibawa pulang hihihihi 

Sebagai kolektor sandal hotel, saya tidak memiliki rak atau tempat khusus sebagai penyimpanan karena sebagian besar saya pakai. Jadi, sandal-sandal hotel itu saya berdayakan untuk di rumah sebagai sandal di dalam rumah, sandal ke dapur, sandal khusus untuk sholat, sandal di tempat kerja, dan satu sandal hotel spesial saya yang saya dapatkan waktu di Malang dan menemani selama ekskavasi arkeologi di Kalimantan Selatan, saya simpan baik-baik di salah satu situs kolonial di sana.

Thursday, August 6, 2015

One Day in Airport

Suatu hari ketika tengah mengantar Babah dan Gaza, anakku hendak ke airport, sesuatu yang tidak biasa terjadi. Sore itu, mobil yang biasa kami pakai tiba-tiba mogok dan harus diderek. Driver pun sedang ada keperluan lain semua. Jadilah, kami menggunakan mini bus, padahal isinya hanya kami bertiga, tapi berasa seperti mengantar rombongan haji :D 

Kami pergi bersama driver paling bagus dan terkenal track record-nya bisa dsalam waktu singkat sampai di airport. Setengah perjalanan terlampau dengan baik, hingga tiba-tiba laju mobil menjadi perlahan, oleng, dan akhirnya keluar jalur selama dua kali. Aku yang tengah hamil trimester kedua dan tengah memangku Gaza yang sedang tertidur pulas sontak kaget. Jantungku berdegup kencang dan mulutku komat-kamit membaca sholawat. Aku berusaha tenang meskipun panik luar biasa. Alhamdulillah Babah membantu menenangkan suasana. 

Driver ternyata mengantuk berat dan belum istirahat sama sekali. Sesaat laju mobil kembali normal, lalu kembali oleng dan hampir menabrak mobil di depannya. Aku mencoba mengajak driver ngobrol, tetapi sudah tidak nyambung. Masya Allah, mengerikan sekali ini. Sebentar-sebentar aku panggil nama driver-nya untuk membuatnya tersadar. "Tenang saja", kata Bapaknya. Aku pun mencoba percaya meski terus berdoa dalam hati sembari memeluk Gaza. 

Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di airport. Kami berpamitan dan aku langsung turun menyegarkan mata karena entah mengapa akupun jadi ikut mengantuk. Kutawari driver untuk minum kopi, tapi dia memilih untuk istirahat sejenak di mobil. Aku pun mengiyakan dan kubiarkan dia tidur di mobil sampai terbangun dengan sendirinya. Aku mondar-mandir airport dan parkiran menghapus jenuh sambil sesekali bercengkrama dengan paman-paman tukang ojek airport dan ngemil kerupuk bersama. Ahaha moment yang hangat seolah aku adalah bagian dari mereka. Semoga lancar rezekinya yah paman-paman. Terima kasih sudah membantu ibu hamil ini. Mari saling mendoakan :)

Sejam pun berlalu. Alhamdulillah menyempatkan sholat maghrib di airport. Driver sudah terhaga dan kembali fresh. Kutawari minum dan makan sekali lagi, namun dia menolak halus dan memlihi untuk langsung pulang. Akupun senang karena bisa langsung istirahat begiru sampai di rumah nanti. Ku elus-elus perutku sambil berdialog dengan janinku. Berdoa dan memohon yang terbaik.

Alhamdulillah, dalam perjalanan pulang semua kembali seperti biasa. Sengaja aku pancing driver untuk bicara banyak hal di dalam mobil agar tidak mengantuk lagi, apalagi hari sudah malam dan melewati jalan tol yang sepi. Sebentar saja, kami pun sampai rumah dengan selamat. Selalu ada hikmah di dalam suatu peristiwa.

Friday, April 3, 2015

Jogja Istimewa (1)

Jogja,, Jogja,, kota istimewa,,,,

Jogja terbentuk dari rindu, , dan angkringan ditambah persahabatan dan kenangan. 

Amboi, aku memang bisa dibilang belum terlalu sering ke Jogja masih bisa dihiting jari. Tapi setiap moment ke Jogja memang selalu membawa kenangan dan keistimewaan tersendiri.

Aku ingat betul, awal ke Jogja itu ketika kelas tiga SMP saat study tour. Seperti tour pada umumnya setiap kali ke Jogja pasti akan keliling Borobudur, Prambanan, Parisnya Jogja a.q.a pantai Parangtriris dan diakhiri dengan wisata belanja di Malioboro. Awal berangkat kunjungan temenku, Ribut, yang paling jail dulu waktu kelas satu tapi sempet berdarah kepalanya gak sengaja gara-gara aku :D, maboknya gak ketulungan dari awal berangkat sampai teler. Aku duduk di dekat pintu depan, berasa kayak kondektur, dekat guru Seni. Semua menyenangkan dan berjalan lancar sampai pada akhirnya, pas mau pulang Sigit, sepupuku, kehilangan kameranya. Waktu itu masih pake roll film merk Fujifilm kalau tidak salah. 

Sebetulnya, aku gak tau persis gimana kejadiannya, kamera itu pindah-pindah tangan. Aku sih gak memegangnya karena aku cukup sadar diri itu barang mahal. Situasinya memang lumayan crowded, karena pas teman-teman pada selesai belanja dan foto-foto mereka berjejalan masuk bus barengan dengan pedagang asongan yang menjajakan dagangan. Meski sebenarnya sudah dilarang, tapi tetap memaksa mereka. Memang sih, waktu itu aku sempat mendengar mereka menitipkan kamera tapi aku gak terlalu ngeh karena sibuk beberes. Aku juga tidak tahu pastinya dimana mereka menaruh kameranya.

Begitu pas bus sudah jalan atau sudah sampai di sekolah gitu yah baru sadar dia kalau kameranya tidak ada. Aku juga tidak paham, tapi semua orang seolah menyalahkan aku dan menuduhku menghilangkannya. Meskipun aku sepupunya tentu saja aku tidak enak hati, apalagi aku tidak punya cukup biaya untuk mengganti biayanya. Terlebih lagi, rasanya kurang fear kalau hanya aku yang menggantinya karena kamera itu pindah-pindah tangan. Bisa kameranya terjatuh ketika diletakkan di tas di dekat pintu masuk depan bus atau ada yang "mengambilnya". Namun, semua itu sudah berlalu mudahan sudah saling mengikhlaskan yah :) 


Flight to Jogja

Akhir Maret nan memesona tahun ini. Gahas Family mengadakan gathering di Jogja bertepatan dengan acara Wisuda adik Bungsu kami di UIN Sunan Kalijaga. Adik bungsu kami lulus berjamaah dengan suaminya, uniknya suaminya yang seorang hafidz Quran lulus dengan predikat cumlaude lulusan prodi Sejarah Kebudayaan Islam. Yeay congratulation yah,, barokallaah :)

Ceritanya aku ambil cuti satu hari kerja demi agenda ini dengan asumsi lebaran tidak dapat silaturahim dan kumpul dengan Bani Gahas di Pamekasan dan keluargaku di Bojonegoro. Ini pun mendadak sebenarnya, jadi agar tidak kehilangan moment saya ambil cuti. Jumat sore kami bernagkat dari Syamsoedin Noor airport menuju Adi Sucipto. FYI, ini adalah penerbangan kali pertama ke Jogja saat senja. Dalam penerbangan itu, aku membawa batita dan mendapat jatah kursi di samping jendela. Amboi, panoramanya indah sekali dari dalam kabin pesawat.

Cuaca begitu cerah sore itu, hingga aku dan Gaza dapat menikmati bongkahan awan putih yang menggantung anggun di langit seolah ringan seperti kapas. Perlahan, waktu mengantar senja kemudian berganti malam. Ketika, maghrib Gaza sudah tertidur pulas dalam pelukanku karena sebelum take off sengaja kami biarkan puas bermain. Sesekali kantuk juga menyerangku, tapi aku mencoba bertahan untuk tidak melewatkan kesempatan langka ini. 

Perlahan, awan-awan putih itu tidaba-toba tidak terlihat kemudian muncul seberkas sinar di ujung sana. Subhanallah, bahkan Venus pun terlihat begitu lebih jelas dari kabin pikirku. Awalnya hanya ada satu sinar dan benar-benar terlihat seperti Venus. Mataku berbinar-binar menceritakan itu kepada suamiku yang duduk disampingku. Suamiku, seperti biasa, responnya biasa saja tapi terlihat keningnya agak berkerut seperti sedang memikirkan sesuatu. Aku sedang larut dan tenggelam mengagumi ciptaan Tuhan dengan tak heti-hentinya mnegucap syukur. Hingga kemudian cahaya-cahay lainnya yang nampak seperti bintang bermunculan satu-satu. Daan, akupun jadi curiga jadi sebenarnya itu venus, bintang, atau cahaya lampu kapal yang sedang berlayar di laut Jawa.

Suamiku agaknya menangkap keraguanku dan sponta tertawa. hahahahaha. Cahaya-cahaya itu berpendar dengan cantiknya seperti gugusan-gugusan bintang. Sehingga tanpa sadar akupun terperdaya olehnya. Aku amati dengan jeli sekali lagi mencoba meyakinkan diriku sendiri sambil bertanya-tanya kenapa tidak terlihat pergerakannya kalau itu lampu kapal. Aha, terang saja burung besi itu terbang lebih kurang 35.000 ribu kaki dalam kondisi gelap. Lalu, perlahan lampu-lampu itu terlihat seperti berderet pertanda bahwa sudah mendekati garis pantai Laut Jawa. 

Untunglah, hanya aku dan suamiku yang tahu tentang rahasia seru ini. Tentu saja sambil berharap penumpang lain yang duduk di kursi depan dan belakangku tidak mendengarkan percakapan kami. Oia, waktu berangkat kami berbarengan dengan rombongan tim-tim dari angkatan darat setelah sehari sebelumnya megadakan pertemuan di gedung Sultan Surianyah, Banjarmasin.

Inilah salah satu hal mewah yang aku sukai dari setiap perjalananku. Hobi travelling selalu membawa banyak ilmu dan kenangan yang tiada tara dan tak terduga. Semoga ke depan diberikan kesempatan yang lebih baik lagi. Aamiin.

Monday, March 23, 2015

Lonely

Ada saatnya hati ini kosong entah apa sebabnya
Ada saatnya merasa sendirian di dalam hiruk pikuk keramaian
Entah keadaan itu disengaja atau hanya firasat belaka

Ada saatnya merasa ditinggalkan
kesepian dalam kesunyian
Ada saatnya merasa diacuhkan
berada dalam posisi yang terabaikan

Rasanya menyesakkan dada

Thursday, February 19, 2015

Kado buat Abikita



Kado Kecil Ku
Jujur aku tak tahu membuat kata-kata seidah dan sebaik penyair..
kumpulan kata yang aku tuliskan hanyalah kado kecil untuk sosok besar (Bapak ku)
Bapak..
Darimulah aku banyak belajar keberanian, kejujuran, tanggung jawab
Memberanikan kenakalan-kenakalanku, mengumbar kesombonganku, membiarkan mimpiku
Bapak..
Harimu-harimu tidak banyak dipenuhi oleh retorika
Berjejer lukisan di dinding rumah, membuat mengerti akan makna tindakan
Berdua dalam rumah, memberi arti dalam ketulusan
Kesabaranmu akan tiga anakmu, mengambarkan akan kasih sayang
Bapak..
Tak banyak kata yang bisa Ku dismapaikan
Semoga selalu bersaut-saut do'a dalam kerinduan
Robbigfirli Waliwalidayya Warhamhuma kama Robbaya ni Shoghiro...
(Jogaj, 18-02-2015)

#repostfromCandraGahas

Wednesday, February 4, 2015

Masih

Akhirnya hari ini dengan secara tidak sengaja aku nge-share "derita" ini dengan my beloved Warriors. Aku tidak sadar seperti apa ekspresi wajahku ketika menceritakan semua itu. Aku hanya berharap "luka" yang tiba-tiba ada ini sedikit terobati. 
Aku tidak bisa menggambarkan perasaan ini rasanya seperti apa. Hanya saja, rasanya hatiku terasa sakit. Ada semacam rindu yang begitu akut bercampur dengan kesedihan mendalam dan kekhawatiran yang tak terhingga. Aku sudah mencoba membaginya dengan suamiku juga dengan rekan kerjaku berharap ada yang berempati, tapi ternyata tidak membantu sama sekali. Aku merasa tenang ketika dalam pelukan suamiku, tapi setelah itu terasa lagi perihnya di dada. Namun, setelah sedikit berbagi dengan mereka rasanya sedikit lega ditambah aku selesai menangis karena sudah tidak tahan meskipun dengan bantuan film Korea :D
Aku berharap akan ada yang menyudahi semua ini. Hope so,,,,

Ranjana

Rabu, 12.49 Wita

Hanya ingin menyampaikan dalam doa selaksa ranjana ini
sebab aku tak tahu melalui apa lagi dapat menghubungimu
Berharap selalu dalam lindungan-Nya
aamiin

Wednesday, January 7, 2015

Nightmare

Entahlah,,
setiap kali mengandung aku selalu dihantui oleh mantan kekasihku
dua mantanku itu hampir setiap hari datang ke dalam mimpiku
di dalam mimpi itu rasanya nyaris seperti kenyataan
beberapa kali aku melihatnya tersenyum
namun, tak jarang juga mereka menatapku dengan dingin
keduanya datang secara bergantian dengan pola yang sama
Entahlah,,
dulu ketika kami berpisah rasanya semua baik-baik saja
kami sudah salineg mengihklaskan
meskipun memang sakit dan sulit kala itu
sejarah asmara kami yang begitu berliku
yang satu karena lama relationship tapi tak direstui keluarga
yang satu statusnya tidak jelas tapi kami sama-sama mengakui cinta itu ada
Entahlah,,
apakah itu sebuah firasat atau hanya bunga tidur belaka
padahal itu sudah berlalu lima hingga sepuluh tahun silam
seolah masih ada rasa rindu dan sayang yang ingin mereka sampaikan
mereka selalu datang sendiri-sendiri di dalam mimpi
hanya mentapa dingin kadang tersenyum tanpa berkata apapun
selalu begitu setiap kali datang
Entahlah,,
aku pun sudah lama memang tidak ada kontak sama sekali dengan mereka
nomor telepon dan juga sosial media semua tidak ada
tapi mereka mengontakku melalui mimpi
kami sama-sama sudah saling berumah tangga dengan pasangan masing-masing
bahkan kami juga sudah sama-sama memiliki anak
Entahlah,,
aku tidak tahu apa artinya
dan tidak ingin mengetahui maknanya
biarkan saja semua berlalu bersama waktu
kelak pada saatnya Tuhan yang akan membrikan jawabannya
yang pasti aku sudah mengikhlaskan mereka lama sebelum aku memulai hidup baru
semoga mereka juga bahagia bersama keluarganya
Aamiin,,

Tuesday, December 9, 2014

Catatan Hati

Ada perbedaan antara Wanita dan perempuan
Bagi saya wanita jauh lebih terhormat daripada perempuan
Wanita itu adalah seorang Ibu
Wanita itu adalah seorang istri
dan wanita itu adalah seorang saudara seiman
sedangkan perempuan notabenenya bisa apa saja dan cenderung lebih negatif

Kami sebagai wanita dianugerahkan kepekaan lebih dibandingkan para pria
Kami paham betul mana Wanita baik-baik mana Perempuan penggoda
Wanita baik-baik sadar betul dalam menempatkan diri dan situasi
sedangkan perempuan penggoda selalu memiliki banyak modus dan akal bulus
Mulai dari basa-basi kawakan pura-pura merajuk sampai akting minta perhatian dan sok perhatian
Mereka akan selalu mecari celah untuk memuaskan egonya tak peduli dengan Wanita lain yang ada di sisi pria

Wanita juga memiliki kesabaran seluas samudera
meski disakiti dengan model apapun akan selalu ada rasa memaafkan untuk orang lain
meski proses setiap pengampunannya berbeda-beda
namun kesabaran setiap wanita berbeda tingkatannya
ada yang biasa saja ada juga yang setingkat Dewa
apapun yang terjadi Wanita itu hanya akan menyimpan lukanya seorang diri dan selalu menampilkan senyumnya

Saya adalah wanita biasa saja seorang ibu dan istri sebagaimana umumnya
saya juga wanita dengan kesabaran yang berbatas
yang sudah mengingatkan pria yang dicintainya terhadap intimadi perempuan penggoda
sengaja saya diamkan apa yang terjadi belakangan
sudah sempat diskusi tentang masalah yang sudah ada beberapa waktu silam
tentang apa yang etrjadi dan resikonya
dan Wanita memang memilki kepekaan dan ketajaman insting luar biasa
dia paham betul apa yang terjadi pada pasangannya
dia dapat mencuim aroma kebohongan dan pengkhianatan meski tanpa bekas sekalipun
karena dia Wanita yang sudah menjadi ibu bukan hanya istri
dia Wanita yang menemani pria itu dari titik nol dan keadaan paling sulit dalam hidupnya

sebagai wanita yang mencintai prianya
saya pikir wajar memiliki rasa cemburu menyampaikannya dan mengekspresikannya
tapi jika semua itu tidak ada respon positif
pada akhirnya saya akan tetap memaafkan
meskipun setelah mengalami emosi dan pergolakan jiwa yang sulit
tentu saja akan ada perubahan sikap yang tak bisa sesama dulu
rasa kepercayaan itu sudah terkikir
seberapa besar usaha untuk jujur pun hanya akan terdengar seperti ucapan biasa
dan rasa iba, kasih, dan sayang itu akan bergeser pada titik rasa yang biasa saja
yang tidak bisa saya tentukan kapan batasnya
saya hanya sedang emnikmati rasa sakit ini
seorang diri
dengan berusaha tegar dihadapan anak-anak saya
agar mereka menjadi lebih baik dan bijak sana ke depannya

Medio Desember kelabu 2014
 

Wednesday, November 19, 2014

Goes to Bandung

Well.. berangkat ke kota kembang dengan selaksa doa dan harap mengawal siswa kompetisi di Universitas Padjadjaran,,

semoga Allah berikan yang terbaik,, :)

Upaya ke Unpad diwarnai dengan perjuangan yang tidak mudah
yang kami bawa adalah anak-anak beasiswa
sungguh suatu dilema sebenarnya
satu sisi mereka masuk grand final sebagai karta tulis ilmiah Al-Quran terbaik nasional diantara 330 karya lainnya
di sisi lainnya biaya ke Bandung sangatlah tidak murah apalagi kami berempat yang akan ditanggung pihak sekolah
akan tetapi pada akhirnya kami mendapat persetujuan juga dari sekolah dan yayasan

Mendampingi anak-anak Kalimantan yang sama sekali belum pernah ke Jawa
berasa Tour guide hehe namun mengingat waktu terbatas jadi kami tidak sempat wisata ke beberapa tempat menarik di Bandung dan Sumedang
dari semua itu yang paling penting adalah pengalaman yang siswa dapatkan
selain harus berkompetisi secara nasional melawan mahasiswa dan membawa pulang piagam serta piala
mereka juga dapat motivasi bertemu dengan peraih bidik misi terbaik nasional 2014, Birrul Qadriah dari UGM
semoga setelah ini kalian jauh lebih baik,, aamiin :)

Friday, October 24, 2014

Hello Juanda

Ini kali adalah moment yang lucu sekaligus menengangkan buat saya, dan topiknya masih seputar bandara. So, jadi ada cerita berbeda dalam perjalanan saya kembali ke Borneo. Sehari setelah pernikahan adik ipar saya, besoknya saya langsung kembali beraktifitas karena jatah cuti sudah habis. Sebagaimana adat orang Madura, hampir mayoritas setiap moment pernikahan makanan khas yang disajikan sebagai menu utama adalah sate dan gulai kambing. Saya yang tidak terlalu suka daging kambing sengaja tidak makan satenya, tetapi tetap menikmati gulai kambingnya dengan sambal ekstra hot khas Madura ditambah eskrim sisa resepsi yang entah berapa banyak sudah saya lahap :D

Esok harinya, saya diantar suamiku, pagi-pagi buta harus bergegas ke terminal untuk mengejar pesawat mengingat tempat tinggal saya yang sangat jauh. Beberapa jam berlalu saya masih mengantuk dan tiba-tiba harus terbangun karena perut melilit-lilit sakit. Omigot, saya resmi sakit perut dan semoga bukan diare. Saya coba tahan sakit perut itu dengan memerbaiki posisi tempat duduk dan mengatur nafas perut sesuai saran suamiku. Lumayan bisa menolong paling tidak untuk sampai di terminal Purabaya. Untungnya karena bus pagi jadi melewati jembatan Suramadu tidak melintas selat Madura menggunakan kapal Feri. 

Lima jam berlalu dan tibalah di Surabaya. Saya terburu-buru naik bus angkutan bandara mengejar pesawat yang kurang satu jam lagi take off dengan kondisi perut masih super melilit.  Bagitu tiba di Juanda, saya bergegas check in lalu menuju waiting room dengan perut masih melilit-lilit ditambah lapar dan lelah bercampur keringat dingin. Di dalam ruang tunggu, saya sempat sensi dengan petugas bandara. Padahal sebenanrnya tidak ada apa-apa, she have to do w/ the right rule in airport. Yah, namanya juga lagi keakitan bin kelaparan jadi wajarlah sensi hehehe Untungnya sebelnya hanya sesaat tidak berkepanjangan karena temannya sudah baik meminjami saya minyak kayu putih. 

Waktu itu, di televisi sedang ditayangkan secara live pelantikan Jokowi-JK sebagai presiden ke-7 Republik Indonesia. Alih-alih menonton itu, saya coba berdiri berharap sakit perut ini segera berlalu. Namun ternya justru semakin menjadi. Sampai pada akhirnya saya sudah tidak tahan lagi dan berlari secepat kilat menuju toilet. Sesampainya di sana, Toilet pun antre. Saya harus bersabar lagi dan berdoa mudahan "tepat pada waktunya" :D Di dalam toilet ternyata bekas pipis ibu-ibu tidak disiram, tapi karena sudah sangat urget akhirnya langsung duduk begitu saja, and oooohhhh,, Thanks God :P 

Saya pun keluar dengan wajah bahagia seperti baru mendapat durian runtuh. Tetapi itu ganya sesaat. Beberapa menit kemudian perut saya mules lagi dan pesawat sudah mendekati boarding. Saya kalang kabut di Juanda, mana sendirian dengan kondisi sangat menghkawatirkan dan perlu dikasihani. Saya dengan spontan minta obat pencegah diare kepada salah satu petugas yang belakangan saya tahu adalah kepala petugas bandara di terminal satu. How shy Iam :( Pantas saja waktu itu beliau langsung mengintruksikan kepada anak buahnya :D 

Para petugas itu pun bingung karena ruangan kesehatan ada di lantai satu dan cukup jauh dijangkau dari waiting room. Akhirnya, mas-mas yang saya lupa namanya itu dengan baiknya mengantar saya LAGI untuk ke toilet. Karena takut di pesawat saya mules lagi, saya 'habiskan' pada ronde dua itu sekaligus. Keluar dari toilet, saya langsung minum air putih karena takut dehidrasi. Alhamdulillah, masih dapat terkejar menuju kabin. Meskipun semua serba terburu-buru pada akhirnya di dalam pesawat perut saya sudah kondusif. 

Catatan untuk tidak makan sembarangan dan berlebihan sebelum bepergian :D  


 

Story from Journey

Well,, this special journey agak lebai sih karena sebenarnya perjalanan biasa menuju hometown. 

Hari itu, saya berangkat sore menuju bandara hendak menghadiri pernikahan adik ipar saya. Saya berangkat sendirian karena suami dan anak saya lebih dulu berangkat. Seperti biasa kena delay dan harus lama menunggu di bandara. Rasanya membosankan dan lelah. Saya sengaja memakai masker karena memang selain musim kabut asap akibat kemarau panjang dan pembakaran ilegal hutan di Kalimantan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, juga sebagai perlindungan dari orang iseng.

Alhamdulillah, delay tidak terlalu lama karena memang menjelang weekend jalur penerbangan padat banget, tiba juga waktu boarding. Seperti biasa, sebelum mencapai bandara penumpang akan dinatarkan menggunaka bus bandara. Saya waktu itu berhadapan dengan seorang perempuan yang selisih beberapa usia saja dari usia sekarang. Saya hanya menatapnya sekilas. 

Begitu tiba di dalam kabin pesawat sembari mencari tempat duduk sesuai tiket, alangkah kagetnya saya ternyata duduk bersebelahan dengan perempuan tadi. Sebenarnya perempuan itu tempat duduknya ada di dekat jendela, sedangkan saya di paling pinggir. Namun karena sudah ada bapak-bapak yang duduk duluan, akhirnya perempuan tadi duduk di samping saya. 

Perkenalan pun dimulai dengan masker masih menutupi wajah saya. Namanya Hana. Dia adalah seorang dokter umum yang sedang pengabdian di suatu daerah terpencil dan miskin di Kalimantan Selatan. Jujur saya, saya pribadi awalnya kaget bukan kepalang tak menyangka bahwa perempuan sedeerhana itu adalah seorang dokter. Tempat dr. Hana mengabdi ternyata masih satu kabupaten dengan tempat saya tinggal, tetapi beda lokasi. Sebelum di tempatkan di lokasi ini, dia berada di lokasi yang masih lumayan dekat dengan kota, di kota dengan provinsi Kalimantan Timur, bahkan sempat ditempatkan di Papua. Subhanallah..

Singkatnya perjalanan ini lebih mirip agenda curcol sebenarnya. Kami yang baru saja kenal rasanya begitu dekat. Barangkali ini yang dinamakan chemistry orang perantauan. Apalagi kami sama-sama orang Jawa dan tinggal dekat pesisir dengan karakter yang apa adanya. 

Perempuan hebat ini bercerita banyak hal tentang pengabdiannya. Perlu banyak sekali pengorbanan yang harus dilakukan untuk menyadarkan masyarakat di sana. Kisahnya sungguh sama persis dengan narasi sinetron yang sering menghiasi layar kaca Indonesia. 

Beberapa kali saya sempat melihat dr. Hana menyeka air matanya sembari menahan kata-katanya mengingat betapa pilunya berjuang di sana. cacian, teror, dan fitnah sudah menjadi makanan sehari-hari. Bahkan ia sering dilaporkan ke dinas dengan tuduhan-tuduhan paslu. Inilah ujian menyampaikan pesan kebaikan. Yang lebih mencenangkan adalah ternyata banyak sekali para junkies atau pemakai narkoba di tempat pengabdian. Pasokan narkoba dapat begitu mudah diperoleh melalui akses sungai yang memnag dekat dengan tempat pengabdian. Belum lagi pemabok yang hampir tiap hari ada. 

Belum lagi tantangan besar dalam menyadarkan tenaga medis di sana yang turut membantu dr. Hana untuk lebih sadar dan kembali pada kode etik tenaga medis. Mereka banyak yang menyalahgunakan kemampuan medisnya. Misalnya tidak mau piket malam, penolong pasien di luar jam kerja, memberikan obat, dan mendiagnosa dengan teliti. Rata-rata hanya asal atau sekedar ketika memeriksa pasien, kemudian memberika surat rujukan ke rumah sakit padahal penyakit yang diderita pasien harusnya bisa disembuhkan. 

Perempuan tangguh ini sebenanrnya sudah tidak tahan dan ingin kembali ke Jawa bersama keluarganya. Hanya saja hati kecilnya seringkali tidak tega meninggalkan mereka yang masih perlu pertolongan. Alhamdulillah, dari semua tenaga medis di sana masih ada beberapa orang yang sehati dengan dr. Hana. 

Mudahan dr. Hana diberikan kemudahan dan the best solutin untuk lebih dekat dengan keluarganya dan diterima untuk mengambil program spesialis dokter anak. Begitu pula bagi masyarakat di sana supaya diberikan kesadaran akan pentingnya hidup sehat dan bersih. 

Medio Oktober 2014

Monday, July 1, 2013

Mudik

yeeeey akhirnya lebaran tahun ini bisa mudik,, 
sudah kangen pake banget sama keluarga besar di Jawa dan di Madura :')
karena kami berbeda pulau, alhasil harus booking tiket jauh-jauh bulan supaya dapet harga yg mursida aqa tidak mihil,,
singkat cerita sy sudah booking tiket di sebuah maskai penerbangan secara online pada bulan Mei untuk agenda mudik akhir Juli,,
sudah ayem dong tiket buat akuh, ibuk, en dede udah di tangan,,
eladalah tiba-tiba akhir Juni kemarin kami mendapat pesan singkat bahwa rute penerbangan tiba-tiba ditutup,,
kalo berdasarkan sumber dari media sih karena alasan teknis penggunaan pesawat air bus versus landasan bandara gitu deh,,
akhirnya kami pun memutuskan ke Bandara untuk konfirmasi bagaimana ini nasib kami,,
pilihannya adalah refund atau konpinsasi pindah pesawat atau pindah hari,,
karena satu lain hal ternyata ada rute-rute tertentu yg masih dibuka,,
dan waktu on the way ke air port terlihat baliho besar bahwa ada maskai penerbangan terbesar yg buka rute baru Banjarmasin-Surabaya begitu juga Surabaya-Banjarmasin,,
setelah babibubebo di aorport akhirnya kami memutuskan untuk refund dan pindah maskai (mencium ada tiket promo hehehe :D )
jadilah setelah mengantre sejam tengah hari panas bolong berdiri dan menerima refund kami beli tiket lagi,,
alhamdulillah dimudahkan :))

Friday, February 22, 2013

Tomorrow *wish

I wish everything gonna be okay,,
Bismillah,,
:))

dua hari menjelang persalinan dagdigdug galau banget pokoknya
yang tadinya positif thinking sudah mulai tercemar godaan syaitonirojim deh
galau gak berhenti menjelang tanggal terakhir dispensasi yang diberikan dsog-ku yaitu 24 februari 2013

akhirnya memberanikan diri 'mbonek' nemuin dokter dan dikasih rujukan ke rumah sakit
karena entah kenapa si dede demen banget dalam perut lama-lama deh
lahirnya jadi 10bulan bukan lagi 9bulan 10hari
en ternyata ini genetik juga karena aku baru tau kalo dulu aku berikut suamiku lahirnya postmatur juga
whaaaatttt ealah le le hahahaha

akhirnya surat rujukan ditenteng kemana-mana
tapi karena memang dasarnya akunya bandel siy di suruh ke rumah sakit seperti yg di kasih dokter eh malah ke rumah sakit umum,, udah rempong pelayanan geje,,
pembukaan juga luamanyo minta ampyun deh,, tiap 6jam sekali baru buka satu demi satu heee
akhirnya manggil bidan atasannya nini bidan yang biasanya ngecek kandungan ke rumah,,
bener juga gak nambah-nambah bukaannya tapi kontraksi mulu
anehnya aku tetep bisa becanda dan makan banyak hahahaha
temen-temen yang jenguk aku sampe geleng-geleng hehehehe

bidan datang pukul 11.00wita malem minggu karena banyak pasien juga
abis disuntik vitamin karena takut kekurangan tenaga akhirnya aku dilarikan ke rumah sakit karena takut resiko dan bukan wewenang bidan lagi untuk kasus beginian deh
dibawalah aku dengan mobil temenku tengah malam buta ke rumah sakit
di tengah perjalanan kami dicegat polisi dihentikan karena ada operasi narkoba
langsung spontan bidan berteriak bahwa ini darurat hendak melahirkan paaakkkkkk
sambil nunjukin perutku (padahal akunya biasa ajah :D)
akhirnya lolos dari operasi lanjut ke rumah sakit langsung ke UGD ternyata baru bukaan 2
terpaksa deh harus istirahat di sana,,

esoknya sambil nungguin dokternya aku nangis-nangis gak jelas tanpa air mata karena kontraksinya luar biasa,, begitu ketemu dokter "lohyah koq belom lahir juga buk' akunya nyengir ajah :P
sempet disaranin mau secar tapi aku keukeuh mau nirmal ajah
sempet debat kusir juga sama nursenya tapi akhirnya kau yg menang yeyeye
tapi akhirnya dirangsang juga siy karena kelamaan bukaannya akunya gak tahan sudah hiks maapin yah nak-nak T_T
tapi alhamdulillah semua dimudahkan Allah,,
terima kasih Babahku tersayang,,
orang tuaku,, orang tuaku,, orang tuaku,,
sahabat dan teman-temanku,,
juga berkat doa siswa-siswaku juga yang sudah sholat hajat berjamaah di sekolah
'thanks a lot my beloved students :-*'

love you Gahas Ahza Nandy El-Maleeqi :-* :-))

Monday, May 14, 2012

100 DREAMS DEE AIDA

1) bouwen van een huis in overeenstemming zijn dromen en steken hun fundamenten
2) een Business kopieerapparaat 
3) hebben een mini en zakelijke boetiekhotel + Batik moslim 
4) een Business futsal
5) een Business pulse
6) koken expert
7) experts cake
8) S2 college (if can nederlandse overzee)
9) een Business LBB
10) een Business meubilair (business verder teak dad)
11) hebben een auto sport/familie
12) een motor 
13) Hadj / Umrah
14) help broer (zuster-in-law +)
15) home verbeteringen aan Adek helpen
16) af te betalen alle schulden (moeder + man wetten)
17) eindigde kan certificaat van land zaken
18) Laat een kind care
19) hebben een zoon architechen
20) verbeteren Ik sanitaire voorzieningen in gezondheidscentra op het platteland 
21) vergemakkelijken MCK gezond in het dorp
22) Guiding Kartar GANKA met Efficient
23) stelt Moeder ontwikkelen de vaardigheden in huishoudens op het platteland (naaien, borduren, proces-afval / vuilnis) 
24) ontwikkeling home industrie (Tempe, Tape, apem, kleefrijst crispies, chips, traditionele snacks) 
25) ontwikkeling van de landbouw (verlenging en boeren rolmodel)
26) machtigen groen go in het dorp (compostvat en plaats afval geaggregeerd) 
27) Laat een kind 3-4 
28) kind te krijgen twins Boy Girl-
29) vrouwen in het bedrijfsleven onafhankelijke (geen politiek)
30) vrijwilligers voor opvoeders
31) gebouw helper Gezondheidscentrum / moederschap / Posyandu en het dorp
32) Bouw een gebied sporten (voetbal, volleybal, basketbal, badminton)
33) helpt bij het vereenvoudigen het administratieve proces
34) machtigen man massage / Sort 
35) en arme weduwe sympathiseren fakir
36) ontwikkeling en draai tpa moskee
37) het maken van de beoordeling van samenwerking en werken smart 
38) kan naaien en het ontwerpen van kleding
39) Dun en langsing
40) kan Creative Grooming 
41) kan meer modis
42) zo veel mogelijk te sparen voor de toekomst en de Old Days 
43) een slimme huis
44) hebben Read House
45) externe harde schijf koop
46) koop laptop voor jezelf
47) een motor 
48) om zaken te ontwikkelen online
49) tijd van consistente
50) houden de geest van alle tijden
51) Istiqomah Aanbidding in gebed, vasten, shodaqoh
52) hebben een boerderij 
53) met visserijbelangen 
54) hebben een plantage
55) Istiqomah sympathiseren wezen en meer