Showing posts with label Sekolah(an). Show all posts
Showing posts with label Sekolah(an). Show all posts

Monday, October 19, 2020

RPP DARING

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN

(RPP DARING)

 

Nama Sekolah                         : SMA Negeri 2 Banjarmasin

Mata Pelajaran                        : Sejarah Indonesia

Kelas Peminatan/Semester      : XI MIPA / 1 (Satu)

Materi Pokok                          : Perkembangan Kolonialisme Inggris di Indonesia.

Alokasi Waktu                        : 2 x 30 menit (2 JP)

 

A.    Tujuan Pembelajaran

Melalui pembelajaran moda daring (online) dengan model Discovery Learning peserta didik memperoleh pengalaman belajar dapat berpikir kritis dan kreatif dalam menjelaskan latar belakang kedatangan Inggris ke Indonesia serta menganalisis tokoh Raffles dan prinsip-prinsip pemerintahan yang akan dijalankan di Indonesia. Kemudian kreatif dan terampil mengolah informasi dari hasil literasi yang dilakukan dengan membuat infografis dari bahan di sekitar dengan indikator pencapaian kompetensi:

1.       Menjelaskan tentang awal kedatangan bangsa Inggris ke Indonesia.

2.      Menganalisis tokoh Raffles dan prinsip-prinsip pemerintahan yang akan dijalankan di Indonesia.

3.      Menganalisis pemerintahan Raffles dan usaha-usaha yang dijalankannya.

4.      Membuat sebuah infografis dari hasil literasi yang dilakukan tentang awal kedatangan bangsa Inggris dan pemerintahan Raffles di Indonesia.

 

B.     Langkah-Langkah Pembelajaran (Dalam LMS Ruangguru)

1.      Pendahuluan

a.       Salam pembuka.

b.      Menanyakan kabar dan meminta peserta didik untuk melakukan presensi di fitur tugas.

c.       Melakukan appersepsi mengenai materi tentang kolonialisme dan imperialisme yang telah dipelajari pada pembelajaran sebelumnya

d.      Menanyakan tentang tokoh Raffles dan awal kedatangan Inggris di Indonesia.

e.       Menyampaikan tujuan pembelajaran.

f.       Menyampaikan manfaat pembelajaran.

 

2.      Kegiatan Inti

a.  Memberikan stimulus berupa video kedatangan bangsa Inggris ke Indonesia melalui fitur materi dan timeline di LMS Ruang Guru.

b   Memberikan masalah/problem terkait kedatangan bangsa Inggris dan tokoh Raffles yang harus diselesaikan peserta didik, yakni:

1)      Bagaimana awal kedatangan bangsa Inggris di Indonesia?

2)      Bagaimana prinsip-prinsip pemerintahan yang dilakukan oleh Raffles di Indonesia?

c    Memberikan materi berupa video dan infografis melalui fitur materi di LMS Ruang Guru mengenai kolonialisme inggris di Indonesia tahun 1811-1816.

d.      Peserta didik mengamati video dan mengupload foto kegiatan mandiri melalui fitur timeline Obrolan Ruang Guru

e.       Peserta didik melakukan tanya-jawab atau obrolan melalui fitur timeline LMS Ruang Guru

f.       Memberikan klarifikasi dan penguatan atas pembelajaran yang telah dilakukan peserta didik

g.      Meminta peserta didik memberikan kesimpulan.

 

3.      Penutup

a.       Merefleksi pembelajaran dengan memberikan tugas melalui fitur tugas LMS Ruang Guru

b.      Mengingatkan bahwa tugas dikumpulkan paling lambat pukul 10.00 WITA

c.       Menginformasikan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya

d.      Mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat belajar dan menjaga kesehatan

e.       Memberikan salam penutup

 

C.    Penilaian

1.      Sikap

Ketepatan kehadiran, kedisiplinan dan keaktifan melaksanakan pembelajaran dalam melakukan obrolan atau chatting di timeline LMS Ruangguru; ketepatan waktu saat mengerjakan tugas; dan menjungjung tinggi kejujuran dalam mengerjakan tugas. Serta memiliki sikap nasionalisme pada diri peserta didik.

 

2.      Pengetahuan

Evaluasi pembelajaran berupa tugas terstruktur yang terlampir melalui fitur tugas LMS Ruangguru.

 

3.      Keterampilan

Penilaian terhadap kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan dalam melaksanakan tugas meliputi keterampilan berpikir dan bertindak dalam memberikan tanggapan/obrolan/chatting di fitur timeline LMS Ruangguru terkait kedatangan bangsa inggris di Indonesia dan pemerintahan tokoh Raffles di Indonesiaa.

Tuesday, September 15, 2020

Belajar di RRI


 

Dirgahayu Radio Republik Indonesia (RRI) yang ke-75. Semoga tetap mengudara dan menyebarkan pesan kebaikan bagi Indonesia. Aamiin....

Saya pribadi, terima kasih sekali kepada RRI Pro 2 Banjarmasin telah diberikan kesempatan berharga mengajar mengudara streaming langsung dari 92,5 FM. Semoga menjadi langkah awal dalam menebarkan kebaikan juga, khususnya dalam pendidikan. 

Thursday, August 3, 2017

LESSON PLAN

LESSON PLAN

Wahyu Nurul Hidayati, S.Pd.
SMA GLOBAL ISLAMIC BOARDING SCHOOL
XI SOCIAL SCIENCE

KONDISI POLITIK DAN EKONOMI MASA DEMOKRASI LIBERAL DAN DEMOKRASI TERPIMPIN (1950-1966)

A.    
F  Menjelaskan pelaksanaan demokrasi pada awal perjuangan (1945-1950)
F  Menganalisis pelaksanaan demokrasi Liberal dan pengaruhnya bagi kondisi politik dan ekonomi (1950-1965)
F  Menganalisis pelaksanaan demokrasi Terpimpin dan pengaruhnya bagi kondisi politik dan ekonomi (1950-1965)
TUJUAN                                                   :
B.    
            Demokrasi merupakan suatu sistem pemerintahan di mana rakyat memegang kedaulatan tertinggi dengan sistem langsung maupun perwakilan. Sistem demokrasi kali pertama diterapkan di Yunani Kuno kemudian mnyebar ke Amerika dan mendunia pada awal abad ke-20.
1.      Pelaksanaan demokrasi masa perjuangan (1945-1950)
      Masa awal kemerdekaan, negara belum mampu mengatur sistem pemerintahan dengan sempurna. Namun demikian, untuk memenuhi kelengkapan negara dan sesuai dengan sistem pemerintah berdasarkan UUD 1945, dibentuklah kabinet pertama dinamakan kabinet Presidensil/ pada masa ini masih Nampak sentralisasi kekuasaan sehingga dikeluarkan beberapa maklumat untuk membatasinya.
      Kabinet pertama tidak berlangsung lama dan digantikan oleh Kabinet Republik Indonesia kedua pimpinan Sutan Sjahrir sebagai perdana menteri. Menjelang akhir 1945, keamanan ibukota Jakarta semakin buruk akibat aksi terror tentara Belanda, sehingga presiden dan wakil presiden memutuskan untuk memindah pusat pemerintahan ke Yogyakarta. Sekalipun demikian, Sjahrir masih tetap di Jakarta untuk mempermudah hubungan dengan dunia internasional.
      Politik perundingan RI tidak mendapat dukungan semua pihak sehingga Sjahrir mengembalikan mandatnya kepada presiden dan dibentuklah Kabinet Repulik Indonesia III atau Kabinet Sjahrir II. Selanjutnya dibentuk cabinet keempat yaitu Kabinet Sjahrir III dan berakhir dengan Maklumat No 6/1947.
      Kabinet kelimadan keenam  dibentuk dengan Amir Syarifuddin sebagai perdana menteri. Kabinet ini dinyatakan demisioner karena mundurnya menteri-menteri dari Masyumi. Kemudian dibentuk kembali cabinet yang ketujuh dengan Moh. Hatta sebagai perdana menteri dalam situai negara masih mencekam. Ketika Yogyakarta diserbu, dan para pimpinan diculik dibentuklah PDRI di Bukit Tinggi oleh instruksi Presiden dan Syafrudin Prawiranegara sebagai pimpinannya. Setelah berakhir, dibentuk kabinet kedelapan dengan Moh. Hatta sebagai perdana menteri.
      Kabinet kesembilan dipimpin oleh Mr. Susanto Tirtiprodjo yaitu Kabinet RIS yang merupakan masa transisi pemerintahann dari RI ke RIS. Terakhir, kabinet dr. A. Halim ketika Indonesia masih bagian dari RIS dan kembali ke pangkuan RI pada 1950. 
PENGEMBANGAN MATERI                 :
2.    Indonesia masa Demokrasi Liberal
      a. Kondisi Politik masa Demokrasi Liberal
      Setelah berakhirnya pemerintah RIS, pemerintah RI masih melanjutkan model demokrasi parlementer yang liberal. Kabinet dipimpin perdana menteri dan bertanggung jawab kepada parlemen. Presiden hanya berkedudukan sebagai kepala negara. Sistem ini telah mendorong lahirnya partai politik karena keanggotaan di parlemen mengandung sistem multipartai. Partai inilah yang menjalankan pemerintahan pemerintahan kekuasaan di dalam parlemen. PNI dan Masyumi menjadi partai terkuat dalam waktu lima tahun. Terdapat tujuh kabinet yang jatuh bangun pada masa ini karena mosi tidak percaya dari partai lawan. Berikut nama tujuh kabinet masa Demokrasi Liberal: Kabinet Natsir, Sukiman, Wilopo, Ali Sastroamidjoyo I, Burhanuddin harahap, Ali Sastro Amidjojo II, dan Djuanda.
      b. Kondisi Ekonomi masa Demokrasi Liberal
      ketidakstabilan politik akibat jatuh bangunnya cabinet berdampak pada ketidakberlanjutannya program sehingga pemerintah harus lebih banyak mengeluarkan anggaran untuk mengatasi biaya operasional pertahanan dan keamanan negara. Setelah pengakuan kedaulatan Belanda, bangsa Indonesia harus menanggung beban ekonomi dan keuangan yang sukup besar sesuai hasil KMB. Beberapa kebijakan akhirnya dikeluarkan untuk mengatasi situasi ini, seperti: Gerakan Benteng dan program ekonomi Ali-Baba.
3.   Indonesia masa Demokrasi Terpimpin
      a. Kondisi Politik masa Demokrasi Terpimpin
      Ada tiga hal pokok yang kemudian melatarbelakangi keputusan Presiden Sukarno untuk memberlakukan Demokrasi Terpimpin di Indonesia, yaitu: kegagalan dewan konstituante dalam menyususn UUD baru, banyak terjadi gerakan separatis di berbagai daerah masa dan sering terjadi pergantian kabinet pada masa Demokrasi Liberal. Politik masa Demokrasi terpimpin terpusat pada Presiden Sukarno dengan TNI-AD dan PKI sebagai pendukung utamanya,
      b. Kondisi Ekonomi masa Demokrasi Terpimpin
Sistem ekonomi masa Demokrasi Terpimpin mengarah pada sistem perekonomian etatisme yaitu seluruh kegiatan ekonomi diatur dan dikendalikan pemerintah sehingga mengabaikan prinsip-prinsip dasar ekonomi. Akibatnya terjadi deficit keuangan negara yang meningkat tajam dari tahun ke tahun. Beberapa kebijakan ekonomi dikeluarkan untuk mnegatasi situasi ini, antara lain dengan membentuk Dewan Ekonomi (Dekon) yang bertugas menciptakan perekonomian yang bersifat nasional, demokratis, dan terbebas dari imperilisme dan kolonialisme dan melakukan devaluasi yaitu kebijkana untuk menaikkan inflasi.


C.    
Siswa sudah mengerti konsep tentang demokrasi sebelumnya, sehingga guru mempertajam pemahaman demokrasi dikaitkan dengan masa Orde Lama.
F  Menjelaskan pelaksanaan demokrasi pada awal perjuangan (1945-1950) (CC2)
F  Menganalisis pelaksanaan demokrasi Liberal dan pengaruhnya bagi kondisi politik dan ekonomi (1950-1965) (CC4)
F  Menganalisis pelaksanaan demokrasi Terpimpin dan pengaruhnya bagi kondisi politik dan ekonomi (1950-1965) (CC4)
PEMETAAN PEMBELAJARAN            :
D.     AKTIVITAS                                                         :
START
1.   Guru menunjukkan gambar kabinet Natsir
2.   Guru meminta siswa untuk mengidentifikasi gambar dengan 3 jenis pertanyaan:
a.   Siapakah dia? (factual)  LA
b.   Apa saja program yang dibuatnya? (konvergen)  MA
c.   Mengapa kabinet Natsir jatuh? HA

MIDDLE
1. Guru membagi siswa ke dalam kelompok yang terdiri dari 4-5 orang berdasarkan minat belajar
2.   Guru meminta siswa untuk mencari informasi terkait pergantian kabinet masa Demokrasi Liberal di internet dan buku paket sejarah
3.   Guru meminta siswa untuk membuat tabel klasifikasi pergantian kabinet masa Demokrasi Liberal
NO.
NAMA KABINET
PROGRAM
JATUHNYA








4.   Setelah berdiskusi, guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil temuannya di depan kelas.
HA:
Guru meminta siswa untuk menganalisis lebih detail tentang korelasi antar setiap pergantian kabinet masa Demokrasi Liberal
Guru: “Jika sudah selesai, sila jawab pertanyaan berikut!”
                     “Mengapa pergantian kabinet masa Demokrasi Liberal hanya seumur jagung?” (analitikal)
MA:
1.      Guru meminta siswa untuk berdiskusi untuk menemukan informasi tentang penyebab jatuhnya masing-masing cabinet.
LA:
Guru meminta siswa untuk menyebutkan secara urut pergantian kabinet masa Demokrasi Liberal

END
?  Guru membimbing siswa untuk membuat simpulan dari hasil kegiatan pembelajaran tentang pergantian kabinet masa Demokrasi Liberal (refleksi) dengan  bertanya pada sebagian siswa untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi (umpan-balik/quis)
?  Guru meminta siswa menuliskan apa yang telah dipelajari berdasarkan gaya belajar masing-masing di buku tulis sejarah
ANTISIPASI DAN MITIGASI
|  Antisipasi
Siswa yang belum paham akan dibantu dengan slide dari guru
|  Mitigasi
Jika dalam pelaksanaan kurang efektif dalam kelompok secara tingkat pemahaman siswa, maka akan diminta berpasangan dengan melihat tingkat kemampuan siswa dalam belajar
ASSESMENT
 Asesmen dilakukan menggunakan rubrik penilaian selama proses pembelajaran berlangsung. Di buku tulis, siswa diminta menulis atau mencatat serta menjawab pertanyaan di awal pembeljaran.
TEACHING AID
Tabel kabinet, PPT
CRARACTER BUILDING
Rasa ingin tahu, gemar membaca, cinta tanah air, toleransi.