Monday, March 16, 2015

Arang untuk Baju

Hahaha agak absurd kayaknya judulnya yah :D
Btw ide ini timbul secara tidak sengaja. Awalnya pas lagi sibuk beberes rumah tiba-tiba nemu sekantong arang di bawah rak piring. Ternyata itu arang sisa dari ibu pas masih menemani aku lahiran di Banjar. Tadinya mau aku buang karena memang tidak ada rencana mau diapain. Namun seperti biasa, Babah a.q.a suamiku tercinta biasanya melarang aku membuang barang-barang di rumah dan akan mendaur ulang barang-barang tersebut. Bangga juga punya Babah kayak begitu hohoho
Akhirnya, aku lanjutin beberes rumah dan aku bersihkan sekantong arang tadi. Tak disangka, malamnya pas lagi asyik update informasi di sosmed nemu informasi tentang kebiasaan orang Jepang yang memanfaatkan arang untuk pakaian mereka. Maksudnya mereka biasanya mengambil beberapa arang dan menggantungnya di dalam lemari pakaian. Mereka percaya arang mampu menyerap racun, jamur, dan bau yang tidak sedap di dalam lemari pakaian. Apalagi jika lemari pakaian tersebut terbuat dari kayu. 
That's briliant! Tuhan selalu memberikan jawaban atas kegundahan ini pada waktu yang tepat, bahkan tidak disangka-sangka caranya. Akhirnya, eksperimen pun mulai dilakukan. Tentu saja kami sebagai partner yang baik di dalam  keluarga berdiskusi terlebih dahulu. kebetulan di kamar mandi ada bekas tempat kamper yang tidak terpakai. Berhubung kain agak susah ditemukan, alhasil tempat kamper itu adalah pasangan yang pas bagi arang. Ngecomblangin kisahnya ahahaha :D
Cara ini terbilang mudah dan murah dilakukan, apalagi bagi kami orang perantauan yang harus berhemat dalam segala hal. cara ini juga cukup efektif diterapkan pada musim hujan seperti ini, saat tiba-tiba lemari sudah dipenuhi jamur dan bau apek. Jauh sebelum kampanye global warming didengungkan, orang-orang seperti kami pun orang-orang di daerah atau yang aware dan peduli dengan lingkungan sudah menerapkan hal semacam ini terlebih dahulu. Ini sebenarnya hanya satu hal kecil yang kami lakukan sebagai bentuk rasa peduli dan cinta kami terhadap lingkungan dan bumi Allah :) 
Aku secara pribadi juga memelajari hal ini dari ibuku dan ibu mertuaku. Gen dan hobi itu menurun dengan baik kepadaku, termasuk kecintaanku terhadap toga. Ah, mimpi untuk memiliki kebun toga dan melestarikan jamu dan obat herbal masih belum terwujud. Pelan-pelan sambil merintis  mudahan dimudahkan Allah. Aamiin..

Thursday, February 19, 2015

Kado buat Abikita



Kado Kecil Ku
Jujur aku tak tahu membuat kata-kata seidah dan sebaik penyair..
kumpulan kata yang aku tuliskan hanyalah kado kecil untuk sosok besar (Bapak ku)
Bapak..
Darimulah aku banyak belajar keberanian, kejujuran, tanggung jawab
Memberanikan kenakalan-kenakalanku, mengumbar kesombonganku, membiarkan mimpiku
Bapak..
Harimu-harimu tidak banyak dipenuhi oleh retorika
Berjejer lukisan di dinding rumah, membuat mengerti akan makna tindakan
Berdua dalam rumah, memberi arti dalam ketulusan
Kesabaranmu akan tiga anakmu, mengambarkan akan kasih sayang
Bapak..
Tak banyak kata yang bisa Ku dismapaikan
Semoga selalu bersaut-saut do'a dalam kerinduan
Robbigfirli Waliwalidayya Warhamhuma kama Robbaya ni Shoghiro...
(Jogaj, 18-02-2015)

#repostfromCandraGahas

Monday, February 16, 2015

Menjaga Keawetan Jaket Kulit

Saya sebenarnya bukan penggemar barang-barang dari kulit, tapi lebih menyukai barang-barang etnik yang unik, retro, dan vintage. Barang-barang dari kulit biasanya suamiku yang lebih suka. Seperti jaket kulit kesayangannya pun sepatu. Mengingat musim hujan telah tiba tentu ini memerlukan penyesuaian dalam segala hal, tentu saja dalam hal menjaga keawetan jaket kulit Babah. 

Beberapa hari yang lalu, lemari pakaian sempat berjamur padahal sudah dikondisikan agar tetap kering dan nyaman. Jadi, agenda tiap weeken saat ini adalah bongkar-bongkar isi lemari untuk menghilangkan jamur karena lemari pakaian kami terbuat dari kayu. Lalu, kemarin saya searching info untuk menghilangkan jamur yang menempel di jaket kulit. Lumayan banyak jamurnya. Setelah saya amati ternyata jaket sempat lembab setelah dipakai barangkali terkena air hujan. Waktu itu sudah sempat dibersihkan dan diangin-anginkan padahal. Karena jamur masih membandel jadi saya siapkan beberapa bahan eksekusi dengan harapan jaket bisa kembali kinclong seperti baru. 

Bahan-bahan tersebut antara lain penginclong (apa yah istilahnya hehe) motor dan lap kering. Pertama, bahasi sedikit lap dengan air, kemudian bersihkan jaket dengan lap tersebut sampai bersih. Setelah agak kering semprotkan penginclong motor lalu ratakan di seluruh jaket. Pastikan bagian yang tidak terlihat juga di lap dengan baik yah. Finally, jemur atau angin-anginkan sebentar dan jaket sudah nampak seperti baru. Selamat mencoba :)

Wednesday, February 4, 2015

Masih

Akhirnya hari ini dengan secara tidak sengaja aku nge-share "derita" ini dengan my beloved Warriors. Aku tidak sadar seperti apa ekspresi wajahku ketika menceritakan semua itu. Aku hanya berharap "luka" yang tiba-tiba ada ini sedikit terobati. 
Aku tidak bisa menggambarkan perasaan ini rasanya seperti apa. Hanya saja, rasanya hatiku terasa sakit. Ada semacam rindu yang begitu akut bercampur dengan kesedihan mendalam dan kekhawatiran yang tak terhingga. Aku sudah mencoba membaginya dengan suamiku juga dengan rekan kerjaku berharap ada yang berempati, tapi ternyata tidak membantu sama sekali. Aku merasa tenang ketika dalam pelukan suamiku, tapi setelah itu terasa lagi perihnya di dada. Namun, setelah sedikit berbagi dengan mereka rasanya sedikit lega ditambah aku selesai menangis karena sudah tidak tahan meskipun dengan bantuan film Korea :D
Aku berharap akan ada yang menyudahi semua ini. Hope so,,,,

Ranjana

Rabu, 12.49 Wita

Hanya ingin menyampaikan dalam doa selaksa ranjana ini
sebab aku tak tahu melalui apa lagi dapat menghubungimu
Berharap selalu dalam lindungan-Nya
aamiin