Wednesday, January 7, 2015

Nightmare

Entahlah,,
setiap kali mengandung aku selalu dihantui oleh mantan kekasihku
dua mantanku itu hampir setiap hari datang ke dalam mimpiku
di dalam mimpi itu rasanya nyaris seperti kenyataan
beberapa kali aku melihatnya tersenyum
namun, tak jarang juga mereka menatapku dengan dingin
keduanya datang secara bergantian dengan pola yang sama
Entahlah,,
dulu ketika kami berpisah rasanya semua baik-baik saja
kami sudah salineg mengihklaskan
meskipun memang sakit dan sulit kala itu
sejarah asmara kami yang begitu berliku
yang satu karena lama relationship tapi tak direstui keluarga
yang satu statusnya tidak jelas tapi kami sama-sama mengakui cinta itu ada
Entahlah,,
apakah itu sebuah firasat atau hanya bunga tidur belaka
padahal itu sudah berlalu lima hingga sepuluh tahun silam
seolah masih ada rasa rindu dan sayang yang ingin mereka sampaikan
mereka selalu datang sendiri-sendiri di dalam mimpi
hanya mentapa dingin kadang tersenyum tanpa berkata apapun
selalu begitu setiap kali datang
Entahlah,,
aku pun sudah lama memang tidak ada kontak sama sekali dengan mereka
nomor telepon dan juga sosial media semua tidak ada
tapi mereka mengontakku melalui mimpi
kami sama-sama sudah saling berumah tangga dengan pasangan masing-masing
bahkan kami juga sudah sama-sama memiliki anak
Entahlah,,
aku tidak tahu apa artinya
dan tidak ingin mengetahui maknanya
biarkan saja semua berlalu bersama waktu
kelak pada saatnya Tuhan yang akan membrikan jawabannya
yang pasti aku sudah mengikhlaskan mereka lama sebelum aku memulai hidup baru
semoga mereka juga bahagia bersama keluarganya
Aamiin,,

Tuesday, December 9, 2014

Catatan Hati

Ada perbedaan antara Wanita dan perempuan
Bagi saya wanita jauh lebih terhormat daripada perempuan
Wanita itu adalah seorang Ibu
Wanita itu adalah seorang istri
dan wanita itu adalah seorang saudara seiman
sedangkan perempuan notabenenya bisa apa saja dan cenderung lebih negatif

Kami sebagai wanita dianugerahkan kepekaan lebih dibandingkan para pria
Kami paham betul mana Wanita baik-baik mana Perempuan penggoda
Wanita baik-baik sadar betul dalam menempatkan diri dan situasi
sedangkan perempuan penggoda selalu memiliki banyak modus dan akal bulus
Mulai dari basa-basi kawakan pura-pura merajuk sampai akting minta perhatian dan sok perhatian
Mereka akan selalu mecari celah untuk memuaskan egonya tak peduli dengan Wanita lain yang ada di sisi pria

Wanita juga memiliki kesabaran seluas samudera
meski disakiti dengan model apapun akan selalu ada rasa memaafkan untuk orang lain
meski proses setiap pengampunannya berbeda-beda
namun kesabaran setiap wanita berbeda tingkatannya
ada yang biasa saja ada juga yang setingkat Dewa
apapun yang terjadi Wanita itu hanya akan menyimpan lukanya seorang diri dan selalu menampilkan senyumnya

Saya adalah wanita biasa saja seorang ibu dan istri sebagaimana umumnya
saya juga wanita dengan kesabaran yang berbatas
yang sudah mengingatkan pria yang dicintainya terhadap intimadi perempuan penggoda
sengaja saya diamkan apa yang terjadi belakangan
sudah sempat diskusi tentang masalah yang sudah ada beberapa waktu silam
tentang apa yang etrjadi dan resikonya
dan Wanita memang memilki kepekaan dan ketajaman insting luar biasa
dia paham betul apa yang terjadi pada pasangannya
dia dapat mencuim aroma kebohongan dan pengkhianatan meski tanpa bekas sekalipun
karena dia Wanita yang sudah menjadi ibu bukan hanya istri
dia Wanita yang menemani pria itu dari titik nol dan keadaan paling sulit dalam hidupnya

sebagai wanita yang mencintai prianya
saya pikir wajar memiliki rasa cemburu menyampaikannya dan mengekspresikannya
tapi jika semua itu tidak ada respon positif
pada akhirnya saya akan tetap memaafkan
meskipun setelah mengalami emosi dan pergolakan jiwa yang sulit
tentu saja akan ada perubahan sikap yang tak bisa sesama dulu
rasa kepercayaan itu sudah terkikir
seberapa besar usaha untuk jujur pun hanya akan terdengar seperti ucapan biasa
dan rasa iba, kasih, dan sayang itu akan bergeser pada titik rasa yang biasa saja
yang tidak bisa saya tentukan kapan batasnya
saya hanya sedang emnikmati rasa sakit ini
seorang diri
dengan berusaha tegar dihadapan anak-anak saya
agar mereka menjadi lebih baik dan bijak sana ke depannya

Medio Desember kelabu 2014
 

Wednesday, November 19, 2014

Goes to Bandung

Well.. berangkat ke kota kembang dengan selaksa doa dan harap mengawal siswa kompetisi di Universitas Padjadjaran,,

semoga Allah berikan yang terbaik,, :)

Upaya ke Unpad diwarnai dengan perjuangan yang tidak mudah
yang kami bawa adalah anak-anak beasiswa
sungguh suatu dilema sebenarnya
satu sisi mereka masuk grand final sebagai karta tulis ilmiah Al-Quran terbaik nasional diantara 330 karya lainnya
di sisi lainnya biaya ke Bandung sangatlah tidak murah apalagi kami berempat yang akan ditanggung pihak sekolah
akan tetapi pada akhirnya kami mendapat persetujuan juga dari sekolah dan yayasan

Mendampingi anak-anak Kalimantan yang sama sekali belum pernah ke Jawa
berasa Tour guide hehe namun mengingat waktu terbatas jadi kami tidak sempat wisata ke beberapa tempat menarik di Bandung dan Sumedang
dari semua itu yang paling penting adalah pengalaman yang siswa dapatkan
selain harus berkompetisi secara nasional melawan mahasiswa dan membawa pulang piagam serta piala
mereka juga dapat motivasi bertemu dengan peraih bidik misi terbaik nasional 2014, Birrul Qadriah dari UGM
semoga setelah ini kalian jauh lebih baik,, aamiin :)

Thursday, October 30, 2014

Golek Iwak Wong Jonegoro

  
Golek Iwak (dokumentasi pribadi)

Gambar di atas adalah aktivitas warga di kampung halaman saya di Bojonegoro. Mereka sedang asyik Golek Iwak (mencari ikan) di sungai ketika musim pancaroba tiba. Mendekati musim kemarau sungai akan mengering. Kejadian ini lumrah terjadi di Bojonegoro, sehingga tidak heran Bojonegoro selalu mengalami kekeringan setiap musim kemarau tiba. Hal ini didukung topografi Bojonegoro berada di daerah kapur dengan kontur tanah bergerak. 

Golek Iwak menjadi semacam ritual tahunan bagi wong Jonegoro (sebutan khusus bagi warga Bojonegoro). Mereka menangkap ikan secara tradisional menggunakan samber (jala kecil), alat pancing, bambu kecil yang panjang, dan tangan. Ikan yang peroleh semua adalah ikan tawar, mulai dari ikan wader, udang, ikan gabus, ikan sili, dan beberapa jenis kerang atau kijing.Masyarakat di sana memang memelihara lingkungan karena sungai ayau Dung masih dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari sehingga menjadi penting untuk menjaga sungai tetap bersih.

Golek Iwak menjadi penting karena ikan hasil tangkapan selain berguna untuk lauk juga dapat dijual. Tradisi ini juga sarat pesan positif karena mampu mempererat ikatan silaturahim antar warga desa. Teknologi tradisional yang digunakan memuat pesan untuk tetap menjaga lingkungan tetap bersih dan terhindar dari pencemaran zat-zat kimia.

Ilmu Politik Sengkuni vs Machiavelli

Saya adalah fans Gunawan Muhammad. Sastrawan dan budayawan ini sarat dengan ide-ide amazing yang selalu mengundang decup kagum. Ini kali masih oleh-oleh dari Tempo edisi 2 Nvember 2014. Saya mencoba me-review sedikit sebuah 'Catatan Pinggir'. Judulnya sangat menarik “sengkuni” sesuai dengan tokoh antagonis yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan di layar kaca dalam lakon Mahabarata. Tokoh Sengkuni buat saya pribadi memang sangat menjengkelkan. Tetapi harus saya akui bahwa kepiawaiananya dalam ilmu politik patut diakui jempol. Bahkan kecerdasan politiknya setara dengan madewa Krisna jelmaan Wisnu. Ide-ide brilian Sengkuni banyak yang digunakan dalam hal yang kurang bijak, salah satunya politik ini digunakan untuk memprovokasi hingga lahirnya Bharatayudha yang meluluhlantakkan dinasti Kuru.

Berbicara ilmu politik, tentu banyak pihak yang berkiblat dari Eropa dalam buku II Principle karya Machiavelli muncul abad ke-16 yang dikenal sebagai penasihat raja yang keji bagi para raja. Tapi Machiavelli bukan sepenuhnya seorang sengkuni yang dibenci. Jika kita lihat tempat dan masanya pada masa perang antarkota dan ekspansi, kita akan lebih paham mengapa ia bisa dibenarkan.  Machiavelli mencitakan sebuah pemerintahan yang kokoh seperti Romawi, tetapi tidak semua pangeran sanggup membanu tata dan tak semua pemimpin siap berbuat keji, kejam, dan bengis. Ia menulis bahwa seorang raja yang arif tak akan risau dikecam karena berbuat kejam yang menyebabkan rakyatnya bersatu dan setia. Dengan menampakkan kebengisan ia sebenarnya jauh lebih berbelas hati ketimbang mereka yang sangat pemaaf membiarkan kekejian berkecamuk.

Machiavelli ternyata bukan orang pertama yang menggagas ilmu politik. Sekitar 300 tahun SM, di India seorang pangeran berhasil mengeksPansi dan merebut tahta dinasti Magadha, kemudian mengalahkan pasukan Iskandar Yang Agung (Alexander The Great) dari Makedonia. Candragupta tidak sendirian melakukan itu, ia ditemani penasihat yang petuahnya bisa lebih culas dan kejam dibanding Machiavelli dan Sengkuni: Kautilya Chanakya. Dalam kitab Arthashastra, Chanakya membanggakan ilmu politik memperkuat kekuasaan seorang raja. Ilmunya terdiri dari cara berbuat licik dan kejam yang tidak disebutkan dalam karya Machiavelli, serta daftar cara menyiksa dan membunuh, dan memasang mata-mata. Ia berfokus pada logika kekuasaan: efektivitas.

Awalnya saya pun hanya memiliki pandangan politik yang sama dengan kebanyakan orang, tetapi setelah membaca catatan pinggir Gunawan Muhammad, saya jadi tahu dan betapa malunya saya dalam usia sekarang ini baru mnegetahuinya. Karya-karya Machiavelli mulai aKrab di telinga saya sejak di bangku kuliah dengan materi kuliah Filsafat Ilmu dan Metodologi Sejarah. Betapa saya malu dan termotivasi untuk membuka tabir cakrwala keilmuwan bahwa apa yang saya peroleh saat ini itu terlalu sedikit. Saya masih perlu banyak membaca dan bergerak untuk lebih produktif, entah itu sebagai ibu, guru, atau diri saya pribadi.

Tidak ada puncak gunung yang tidak memiliki lembah. Begitulah kekuasaan yang ditopang ilmu politik tidak selamanya menyehatkan. Kekuasan yang tidak terbatas menyebabkan diri terlena, bahkan seringkali tidak mampu mengontrolnya dengan baik. Jika sudah mencapai titik ini, maka akan memunculkan kegelisahan dan rasa bersalah serta intimidasi yang menjadi bumenang bagi diri sendiri sebab tidak mampu menempatkan diri antar terlibat atau terjerat dan tak terlibat logika kekuasaan.

"Seorang penguasa tidak hanya harus mengenal kelicikan dan kekejaman, tetapi harus tahu kapan itu tidak harus di pakai."