Thursday, May 16, 2013

Diskusi History



1.    Setiap panen padi di pahumaan (perladangan) upacara Arung Baharian dilaksanakan di Desa Kapul, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Upacara tersebut diselenggarakan oleh lima Balian (tokoh adat) yang memimpin upacara ritual. Para Balian berlari kecil sambil membunyikan gelang hiang (gelang terbuat dari tembaga kuningan) mengelilingi salah satu tempat pemujaan sambil membaca mantra dan diihadiri warga Dayak Meratus dan sekitarnya. Pesta yang berlangsung tujuh hari itu terasa sakral karena para Balian yang seluruhnya delapan orang itu setiap malam menggelar prosesi ritual pemanggilan roh leluhur untuk ikut hadir dalam pesta tersebut dan menikmati sesaji yang dipersembahkan.
a.    Mengapa mitos tersebut masih dipercayai masyarakat Dayak Meratus?
b.    Faktor apa yang menyebabkan mitos tradisional tetap bertahan sampai sekarang?
   Diskusikan wacana di atas bersama kelompok Anda yang berasal dari berbagai latar belakang. Selanjutnya tulislah hasil simpulan diskusi kelompok Anda dalam bentuk laporan singkat untuk dipresentasikan dalam diskusi kelas! 

2.   Sebagai hasil kebudayaan zaman dahulu, tradisi lisan banyak yang mengandung pelajaran menyangkut sastra, bahasa, serta kebudayaan daerah. Namun, keberadaan tradisi lisan pada saat ini semakin hilang karena terdesak oleh kekuatan global atau globalisasi. Hal itu disebabkan generasi muda mulai meninggalkan bahasa ibunya dengan memakai bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Di Indonesia, menurut catatan pusat bahasa, sejumlah bahasa daerah tak lagi digunakan. Misalnya, di Papua terdapat Sembilan bahasa daerah yang punah. (Kompas, 26 Pebruari 2008).

a.      Bagaimana pendapat Anda mengenai masalah tersebut?
b.     Apa saran Anda untuk mengatasi masalah tersebut?
Diskusikan wacana di atas bersama kelompok Anda yang berasal dari berbagai latar belakang. Selanjutnya tulislah hasil simpulan diskusi kelompok Anda dalam bentuk laporan singkat untuk dipresentasikan dalam diskusi kelas!


     3. Pengenalan teknologi percetakan membawa kemunduran bagi tradisi naskah di Indonesia karena tradisi tulis naskah tradisional telah digantikan dengan naskah cetakan. Namun di Indonesia tradisi tulis naskah tradisional berupa naskah daun lontar tetap hidup berdampingan bersama naskah cetakan. Bahkan, naskah tradisional terus dihasilkan di Bali sampai saat ini.
a.    Mengapa tradisi naskah tradisional Bali masih tetap berkembang sampai saat ini?
b.    Apa kelebihan teknologi percetakan modern dibanding tradisi penulisan naskah tradisional?
c.    Bagaimanakah kelangsungan tradisi penulisan naskah tradisional pada masa datang?
Diskusikan wacana di atas bersama kelompok Anda yang berasal dari berbagai latar belakang. Selanjutnya tulislah hasil simpulan diskusi kelompok Anda dalam bentuk laporan singkat untuk dipresentasikan dalam diskusi kelas!


4. Indonesia memiliki kekayaan seni warisan nenek moyang. Hal itu ditunjukkan dengan adanya terbagai bentuk seni kerajinan pada berbagai kelompok etnik di Indonesia. Namun keindahan seni tradisional tersebut belum banyak dikenal dunia.
a. Bagaimana pendapat Anda mengenai pernyataan di atas?
b. Bagaimana upaya Anda untuk mempromosikan seni kerajinan tradisional di dunia internasional?
Diskusikan wacana di atas bersama kelompok Anda yang berasal dari berbagai latar belakang. Selanjutnya tulislah hasil simpulan diskusi kelompok Anda dalam bentuk laporan singkat untuk dipresentasikan dalam diskusi kelas!
 

 
 

Friday, May 10, 2013

Asal Penduduk Kalimantan



Siapakah sebenarnya yang dimaksud dengan penduduk asli Kalimantan? Berikut berbagai pendapat menurut ahli sejarah:
1.    Van Lejnden, Schwaner, Eari, dan van Eerde
Penduduk asli Kalimantan adalah bangsa Negrito yaitu bangsa negeri kecil berambut keriting yang datang dari kepulauan Filipina dan Sulu. Bangsa Negrito pada masa purba selalu mengembara ke seluruh kepulauan Indonesia. Mereka datang dari kepulauan Filipina dan Sulu hingga sampai di Pulau Kosong (sekarang Kalimantan) yang sekarang dianggap sebagai penduduk asli (suku Dayak).
2.    Logan[1]
Penduduk asli Kalimantan adalah bangsa Laos yang berasal dari Hindia Depan dan Kamboja, kemudian menyusul bangsa Anam, Hindu, dan Cina turut pindah ke pulau Kosong (Kalimantan).
3.    Jullus Kogel dan du Couret
Penduduk asli Kalimantan adalah orang Pari Ot.
4.    Tobias
Penduduk asli Kalimantan pada zaman purba disebut Dayak.
5.    Sejarah bangsa Tionghoa yang diselenggarakan abad VII, pada masa Dinasti Tang mengatakan bahwa suku Dayak berasal dari keturunan bangsa Tionghoa.
6.    Dr. Nieuwenhuis
Pada masa purba, di pusat Kalimantan terdapat dua suku Dayak[2] terbesar jumlahnya, yaitu  Suku Dayak Ulu Ajar (Dayak Mandai) yang mendiami sisi kanan  sungai Kapuas Buhang dan Suku Dayak Mendalam (Dayak Kajan) yang mendiami sisi kiri sungai Kapuas Buhang. Setelah beberapa lama mereka tinggal di sana, lama-kelamaan tempat tinggal mereka menjadi terpisah. Sejak saat itu, suku Dayak terpecah menjadi empat golongan, yaitu (1) Oloh Ngaju, Olah Manyan, Sihong, Siang Murung, dan Patai berkumpul di sungai Barito dan Kapuas Kahayan; (2) Kayaan-Kejin (Po Kejin), Dayak Modang, Wagau, Tunjung, Banua, Kenyah, Oma Long, Oma Kulit, Oma Baka, Segai, Sagap, dan Punan  berkumpul di sungai Mahakam , Bulungan, dan Berau (sungai Kelai dan Saga); (3) Dayak Iban (Heban), Dayak Embaluh, Dayak Pasisiran atau Kuala[3], dan Dayak Udik[4], berkumpul di sungai Batang Lupar, Serawak, dan Brunai; (4) Punan Ot (Menan Ut) berkumpul di sungai Barito, Buhang, Mahakam, Kayaan, Kelai, Sega, Kapuas, dan Kahayan.
            Sebelum bangsa asing memasuki alam suku Dayak Kalimantan memang sudah memiliki peradaban  asli. Mereka sudah pandai bersawa dan membuat alat perkakas dari besi. Budaya asli suku Dayak terasing dari du.nia luar. Oleh karena itu, kaum pendatang umumnya menyebut suku Dayak sebagai orang liar.


[1]  Pengarang Etnology of the Ind. Arpiple
[2] Menurut catatan Dr. Kohibbruge dan Dr. Niewenhuis dalam Encyclopedie Mr. Dr. Paulus, terdapat 135 macam suku Dayak yang berada di seluruh Kalimantan.
[3] Dayak Pasisiran merupakan turunan dari suku bangsa Illanon yang awalnya bermukim di sebelah Utara-Barat Daya Pulau Labuan.
[4] Dayak Udik berasal dari Hindu yang berpindah tempat ke pulau Kosong (Kalimantan).

Monday, April 15, 2013

First Breastfedding (Mama' muda) :D

pengen cerita banyak hal tentang ibu menyusui inih tapi terbatas dulu yee nyambi ASI soalnya neh hahaha

haiii saya Aida busui baby Ahza sekarang usianya 3m10d loh,, Alhamdulillah :))
saya dulu melahirkan secara normal di sebuah rumah sakit swasta di Banjarmasin
kebetulan Ahza lahir barengan dengan ulang tahun rumah sakit pada 24 Februari 2013  :D

saya tidak sempat IMD (Inisiasi Menyusui Dini) karena proses melahirkan yang lumayan lama Ahza sempet menelan banyak air ketuban hingga warna kehijauan :(
so, begitu lahir langsung ditangani para nurse yang cekatan dan baik hati,, dibersihkan dan disinar diinkubator sambil ditemani Babah aqa suamiku
setelah itu, Ahza diadzani dan disholawati (hehehe tidak diiqomahkan :P)
sementara ibu saya melihat Ahza dan saya bergantian dari kaca jendela,, dan Bapak terus berdoa :0
begitu lahir pada sujud syukur dan meneteskan air mata,, sementara saya biasa saja karena sakit yang luar biasa :))

Ahza lahir dengan berat fantastis 3,8kg dengan panjang 51m,,
padahal lebih fantastis Babahnya sampai 4,1kg woowww (sumber:my mother in law) :D
saking gedenya sampe enam nurse yang mendampingi saya untuk mendorong Ahza keluar
jadi saya terpaksa harus diepisoptomi pokoknya digunting gitu deh untuk memudahkan persalinan
alhasil jaitan saya bejibun euey dari depan sampai belakang,,
mungkin bagi dokter dan para nurse ini bumil yang paing rempong waktu melahirkan karena saya sama sekali gak nangis tapi histeris dan ngaco kemana-mana ngomongnya hahahaha 
karena harus bedrest di rumah sakit jadi saya dipakein kateter selama dua hari dan harus gesit latihan jalan biar kaki gak bengkak,,

esoknya, saya baru menyusui aqa breastfeeding Ahza kali pertama di ruang Laktasi dipandu nurse ditemani ibuku tersayang,,
sempet panik karena gak keburu keluar ASIX sampe keringetan padahal ruanganya cozy,,
sama nurse dan ibu disuruh relax dan positif thinking bisa ASIX pokoknya dilarang stres
Ahza pinter siy gak nangis dan terus ngenyut nenen hehehe
masih saya belom keluar jadi agak panik padahal sudah bergantian PD juga membetulkan peletakan
maklum baru dua hari pascapersalinan jadi masih kolostrum yang keluar

barangkali semua ibu muda mengalami apa yang saya rasakan yah,,
setelah tiga hari di rumah sakit, begitu tiba di rumah langsung dibikinin kacang tanah sangrai sama ibu
gunanya untuk memancing agar ASI cepat keluar dan lancar,,
selain itu saya wajib mengonsumsi daun katu berikut bayam everyday juga pepaya agar tidak sembelit,,
oz saya tidak 'tarak' atau tidak makan makanan tertentu seperti waktu hamil dulu,,
jadi bebas makan apa ajah kapan ajah dimana ajah xixixixixi
saya juga tidak diet karena menyususi itu diet paling alami yang pernah saya alami dan tidak ada efek samping apapun loh,, tapi saya kb menyusui yg 3 bulanan itu untuk antisipasi hehehehe
berat badan saya sekarang sudah turun 26kg dari 76kg *yeyeyeyeye
pokoknya harus menjaga penampilan deh,, tapi ya itu jiwa maskulin saya tiba-tiba kembali,,
saya jadi macho lagi,, untung suami mengizinkan :))

subhanallah menjadi ibu dan bisa ASI itu wooow banget pokoknya,,
Alhamdulillah :))