Tuesday, July 19, 2016

Gili Labak

Gili Labak Island (dok. pribadi)







This is Gili Labak Island, The Hidden Paradise. Tempat wisata ini masih alami dan dikelola oleh warga lokal. Berdasarkan informasi dari pengemudi sampan, terdapat 33 kepala keluarga yang menghuni Gili Labak. Untuk mengakses Gili Labak, Anda dapat menempuhnya melalui pelabuhan Sarongggi, Kalianget, atau Talango. Kalau saya kemarin berangkat dari Talango, kemudian menyewa sampan seharga Rp 1.050.000,00. Sewa bis mini dari Pamekasan Rp 500.000,00. Terbilang mahal memang karena bertepatan dengan edisi lebaran dan harga makelar hahahaha. Sebenarnya harga normal per-2016 sekitar Rp 700.000,00-an, sisanya (Rp 350.000,00) dibagi sesama makelar :D It's okay, learning for experience :) 

Bila Anda berangkat dari Surabaya, dapat naik bus jurusan Sumenep mau yang ekonomi biasa, ekonomi AC, atau patas dengan range harga sekitar Rp 20.000,00 - Rp 100.000,00 untuk sampai ke Kalianget. Bus berangkat setiap jam, jadi Anda tidak perlu khawatir. Jika ingin menginap Anda bisa menginap di rumah penduduk sebagai backpacker atau di losmen (yang ingin honeymoon). Perjalanan dari Pamekasan ke Kalianget memakan waktu 2 jam + 2,5 jam waktu tempuh penyeberangan untuk sampai ke Gili Labak. Akan lebih baik jika Anda searching atau mencari banyak informasi terlebih dahulu, termasuk informasi cuaca  dan gelombang laut. Ini berdasarkan pengalaman saya kemarin ketika berkunjung ke Gili Labak, ombak sedang tinggi sekitar 1-1,5 m. Alhasil banyak penumpang mabuk laut. 

Ada baiknya, Anda membawa makanan ringan/cemilan, mie instan atau kopi dan air panas tentunya sebagai pelengkap piknik 2-3 jam setelah tiba di Gili Labak. Air mineral dan beberapa keperluan lainnya yang diperlukan. Tapi jika Anda tidak membawanya pun tidak jadi masalah, banyak rumah penduduk di tepi pantai yang membuka warung dan menyediakan makanan dengan harga yang masih terjangkau. Anda juga dapat snorkling dengan pelampung, kaca mata snorkling yang dapat Anda sewa Rp 10.000,00 per paket atau dapat memerolehnya sepaket dengan harga sewa perahu/sampan.

This is it. Enjoy your holiday :)

Monday, July 18, 2016

Mudik Balik 2016

Well, sebenarnya tidak ada agenda mudik tahun ini karena sudah pulang Januari kemarin ketika Bapak berpulangan secara mendadak ditambah mengahdiri walimah adik ipar karena pernikahan terakhir di keluarga suami dan berhalangan hadir waktu acara wisudanya. 

Mudik tahun ini terhitung agenda dadakan dan harus betul-betul putar haluan membenahi pos keuangan yang masih acak adul. Fiuh,,,, Demi ibu,, semuanya demi ibu,, maka jadilah kami mudik :) 

Berhubung tiket harganya selangit dan ibu sakit, jadi saya dan suami berbagi waktu mudik. Suami dan mas Gaza pulang terlebih dahulu, sedangkan saya menyusul bersama Hope karena masih ngantor :( jadilah acara heboh-hebohan mencari nanny untuk menjaga Hope selama saya ngantor. Alhamdulillah,, embah di depan rumah bersedia pas juga bisanya hanya ketika Ramadhan karena hari kerja embah berjualan rempeyek kacang tanah. 

Mudik berjalan lancar H-7 lebaran, saya naik patas karena membawa bayi. Itupun penuh berjejal, syukur ada yang mas-mas yang menawarkan tempat duduknya. Masih ada orang baik di dunia ini :D 

Nah, yang justru agak riweuh adalah ketika akan kembali bekerja pasca libur lebaran. Tiket pesawat sudah dipesan sore hari dan sudah berangkat pagi selepas shubuh dari rumah. Ternyata macet total di Surabaya karena ada perbaikan gorong-gorong. Alhamdulillah, masih terkejar meski waktu mepet sambil ngos-ngosan dan perut keroncongan hahahaha 

Sampe di pesawat, saya naik maskapai merah karena pilihan waktu yang lebih banyak. Maspakai lain terbatas waktu penerbangannya. Entah kenapa sejak take-off sampai landing di dalam pesawat guerah banget seperti naik bus ekonomi, padahal AC di dalam pesawat menyala. Saya perhatikan semua penumpang kipas-kipas menggunakan guidance book dan para bayi menangis kepanasan. Untungnya Hope pintar dan tidak rewel selama perjalanan. Akhirnya, saya inisiatif menyakan kepada pramugari dan dia hanya minta maaf atas keadaan tersebut tanpa menjelaskan lebih lanjut kenapa pesawat menjadi sangat panas. Sebelumnya, ketika sedang check in di counter bahkan, petugas counter berteriak dan menendang barang-barang bagasi penumpang yang sudah final call

Ah, semoga penerbangan kita semakin lebih baik demi kenyamanan dan keselamatan. Aamiin....